Menulis Itu Gampang

Menulis Itu Gampang: Mulailah dengan Blog

Posted on March 9, 2008 |

Mulailah dengan Blog

Sebelum jauh-jauh membahas tips dan lain-lainya mengenai “Menulis Itu Gampang“, lakukan hal sederhana ini: mulailah menulis. Sementara waktu, lupakan bahwa kita tidak bisa menulis. Persetankan rumus-rumus menulis yang baik. Menulislah untuk diri sendiri dulu. Menulis apa saja yang kita mau, tidak peduli dianggap jelek atau baik, kapan saja kita mau. Khusus di dunia maya, dengan kata lain, menulislah di blog. Jadilah blogger. Kalau masih malu, boleh pakai nama samaran.

Semangat blog adalah menulis dengan gaya kita sendiri. Ada gaya korporasi semacam Yodhia Antariksa dan Roni Yuzirman. Ada gaya nyleneh asyik semacam Mbelgedez dan TikaBanget. Ada gaya sastra ala Rumputeki. Ada gaya bertutur ala Fanabis. Serta berbagai gaya lainnya jika kita sering blogwalking ke mana-mana. Macam-macamlah. Yang jelas, para blogger ini bebas menjadi diri sendiri melalui tulisan yang sesuai dengan karakter masing-masing.

Tidak heran jika semangat blog yang seperti itu, para blogger menulis dengan begitu menulis ringan, riang dan penuh semangat. Menulis adalah pekerjaan yang mudah bagi mereka. Padahal, sebelumnya, kebanyakan dari blogger bukanlah penulis. Kalau pun penulis, awalnya mereka bukanlah penulis yang bagus.

Blog ternyata mampu membuka kungkungan banyak orang yang tidak bisa menulis menjadi rajin menulis. Maka saran saya, langsung action saja. Cobalah buat blog sendiri dan tulislah apa saja di sana. Sudah banyak situs web yang menyediakan fasilitas blogging secara gratis. Boleh pilih yang di luar negeri seperti Blogpsot, Wordpress, Vox, Multiply atau yang lainnya. Tapi saya sarankan buat saja di situs lokal seperti Dagdigdug agar aksesnya cepat di sini.

Masuk saja ke penyedia fasilitas blogging tersebut dan mulailah membuat blog. Sangat gampang membuat blog di sana. Tak perlu kemampuan programming HTML atau PHP dan lain-lainnya. Asal pernah browsing di Internet, dan sedikit mengetahui bahasa Inggris, dengan mengklik menu-menu di sana, pasti bisa membuat blog.

Kalau Anda seorang CEO, eksekutif perusahaan, dan berniat menulis blog sesuai dengan keahlian di bidang Anda, blog saya ini –Sudutpandang.com– dengan senang hati memberikan fasilitas blog untuk Anda dengan desain khusus yang sesuai dengan visi dan selera Anda.

Saya sempat memperhatikan beberapa blogger Indonesia sejak awal. Dari situ saya bisa menyimpulkan, semakin hari kemampuan menulisnya semakin hebat. Tulisan Roni Yuzirman, pendiri Tangan Di Atas, di awal ia menulis blog (2005) sangat beda dengan sekarang. Di awal, ia menulis blog seperti menulis artikel. Sekarang lebih rileks, interaktif dan mencoba membangun komunikasi dua arah. Jelas, tulisan bos Manet ini makin yahud.

Ketika orang boleh menulis sebebas mungkin, tanpa rasa takut, tanpa kungkungan aturan-aturan baku, lahirlah manusia-manusia baru. Banyak hal yang selama ini terpendam dalam diri orang kelihatan terpancar begitu dituangkan dalam tulisan, terutama via blog ini. Mereka bisa menulis semudah mereka bercakap-cakap secara lisan.

Tentu blog bukanlah satu-satunya cara. Kalau masih enggan juga memulai di blog, mulailah menulis apa saja yang kita mau di mana saja. Lagi ngopi habis makan siang, boleh saja iseng2 nulis di laptop sebelum mulai kerja lagi. Atau sore hari ketika menunggu macetnya jalanan Jakarta, sambil browsing Internet, iseng-isenglah menulis. Hal itu biasa saya lakukan. Bahkan ketika di perjalanan ke kantor saya sering membuka laptop dan menulis.

Anak saya pun sejak kecil sudah biasa menulis. Setiap habis melakukan aktivitas yang unik, misalnya pulang kampung dan bertemu keluarga atau teman-teman baru, ia menuliskan pengalamannya dalam dua lembar kertas. Ketika menggambar pun tak lupa ia sisipkan kata-kata. Tak mengherankan jika kemampuan menulisnya lumayan bagus.

Memang, kita akan ketemu orang-orang yang begitu berbakat menulis. Namun, menulis itu juga skill, sebuah kecakapan yang akan semakin bagus jika diasah terus menerus. Maka, cara termudah agar bisa menulis bagus adalah menulislah segera!

Tulisan terkait:

Menulis Itu Gampang: Mulailah Sejak Dini
Menulis itu Mudah: Menulis itu Bukan Bakat Namun Kompetensi
Menulis itu Gampang: Memberi “Roh” pada Tulisan
Menulis Itu Gampang

Comment: arrow

19 Responses to “Menulis Itu Gampang: Mulailah dengan Blog”

  1. sepakat. nulis nulis aja. just do it. malahan kata as laksana, menulislah dengan buruk, nanti bisa di edit.

    thx pak nukman, udah promosiin blogku. :)

    NL: sama2 mas Karmin. Blogmu layak dipromosikan.

  2. setuju sekali, menulis memang perlu. “biar abadi”, kata pramudya.

  3. Betul. Saya sendiri jika pingin nulis cuma buka notepad dan mulailah merangkai kata tentang apa saja yg melintas yang ada di pikiran saya. :D

    Btw, saya sempat merasa tertipu kemudian kecikikan sendiri ketika melihat gambar keyboard di atas. Gara2 ada tulisan blog spontan saja saya cek keyboard saya apa emang bener ada tulisan itu.
    Oh… bodohnya saya :P, jadi malu…

    Selamat Buat Om Nukman atas blog barunya…

  4. wuih..!!
    sayah nyleneh..!!
    hihihi..

    betewe, setelah sekian lama bertapa dengan blog, sayah sadar satu hal.
    tambah lama ngeblog, bukannya tambah plong nulis, tapi tambah ada beban buat nulis.

    hahahaha…

  5. ini juga lagi belajar pak, apa ajah ditulis dan jangan takut salah kali ya pak

  6. Ada dua catatan yang layak disajikan disini:

    1) Tradisi menulis yang kuat hanya akan muncul setelah terbangunnya tradisi membaca yang kokoh. Di tanah air, yang muncul adalah sejenis lompatan yang anomali : dari tradisi lisan ujug-ujug melompat ke tradisi digital (main gadget dan blogging). Sekuen yang ideal mestinya : tradisi lisan, tradisi memnaca, dan kemudian baru tradisi menulis.

    Yang muncul jadi “agak aneh” : ranah blog di tanah air jadi mirip “celotehan lisan” yang berpindah medium. Disana jarang muncul kedalaman, dan keajegan mutu yang kokoh. Sebabnya jelas : fenomena blogging di tanah air kurang ditopang oleh tradisi membaca yang kuat.

    Wajah blog di Indonesia sebenarnya adalah refleksi “wajah masyarakat kita” : wajah tentang masyarakat-lisan yang diharu biru oleh budaya digital; namun rapuh dalam minat membaca. Sebuah gejala yang mestinya segera diakhiri, jika kita memang ingin membangun “peradaban pengetahuan” yang tangguh.

    (mungkin pandangan saya diatas salah. Bisa saja.)

    2. Catatan kedua. Saya percaya, pada akhirnya, sebuah blog mestinya ditautkan pada sebuah tema spesifik; dan dikelola dengan penuh ketekunan dan kompetensi.

    Tengoklah Technorati-100, maka semua blog disitu dibangun oleh sebuah brand yang intens pada satu tema spesifik. Entah itu Gizmodo, Problogger, SethGodin, ZenHabits, dll, dll. Ranah blog di tanah air mungkin akan bergerak lebih maju, jika kian banyak blog disini tumbuh dengan tema spesifik.

    The future of blogging, I think, is niche blogging…

  7. iya pak, kadang hal-hal di luar menulis yang justru jadi penghalang

  8. Whee pak, meluncurkan produk baru ya? keyboard blog versi Nukman Luthfie hehehe…:D

  9. waktu saya kecil, pernah punya cita2 jadi penulis buku atau wartawan, eh sekarang kesasar jadi penulis blog.
    yeah, dan saya menikmatinya. sangat. :D

  10. saya juga lagi belajar nulis.

  11. Lha iya, gara-gara ada belog, saya sekarang juga jadi gembira. Saya gembira soalnya bisa nimbrung belog-belog orang terkenal seperti sudutpandang.com ini.

    Wong sekarang ini bersedekah sudah tidak lagi terbatas pada uang, tapi juga pada tulisan yang bisa dibagi bagi orang-orang yang memerlukan. Semakin kita bersedekan dalam bentuk tulisan, tulisan itu minimal bisa kita baca untuk diri kita sendiri. Anehnya, setelah saya membaca tulisan saya, saya jadi heran dengan diri saya. Lho, kok saya bisa menulis seperti ini? Saya jadi heran dengan tulisan saya. Di kali lain, saya jadi tahu, lho tulisan ini kok jelek amat, harusnya tulisan ini seperti ini, lalu saya edit ulang itu tulisan. Di kali lain lagi, saya bisa mengetahui kalau ada kata yang salah ketik, lalu saya betulkan.

    Ini kan gara-gara ada blog di akhir jaman. Dulu yang kayak gini ini, mustahal untuk dilakukan. Kala itu, orang kan cuma nulis di buku harian. Ya kan?

    Sekarang orang nulis ya di belog. Biar selain diri sendiri bisa baca, orang-orang di sana juga bisa.

  12. Hello from Turkey! My Indonesian is not good but is seem like a very nice web site, thanks

  13. dwiFa 2026 Says:

    sejak kecil saya suka baca, tapi sangat terlambat utk mulai menulis. tapi tentu ga apa2 kan mas? saya jadi pingin trus menulis setelah merasakan asiknya… thx!

  14. Betul Pak! Saya juga baru belajar menulis di blog nich! Ditunggu tips-tips selanjutnya. Terima kasih…. :-)

  15. aku juga pingin belajar nulis, setelah baca semuanya,bingung nih….darimana harus kumulai ya…?

  16. [...] pernah lagi di update  dan belajar untuk menulis karena kelemahan saya emang disini, kata si Om menulis itu gampang dan mulailah dengan Blog akhirnya……. jadilah blog ini. Ok yang diatas kayaknya sudah cukup ya untuk prakata, [...]

  17. [...] sudah punya editor blog, gimana cara nulis blognya? Simak saja tulisan teman-teman di bawah ini : http://www.sudutpandang.com/menulis-itu-gampang/menulis-itu-gampang-mulailah-dengan-blog/ [...]

  18. Membaca blog ini aku jadi nyesel, kenapa nggak dari dulu ya mbaca blog mas Nukman ini.

    Biarpun sudah ngeliat mas Nukman di TiPi, tapi waktu itu belum kepikiran untuk mbaca postingan mas Nukman, meskipun di blog aku sudah ada link ke blog mas Nukman, tapi aku memasangnya hanya agar bisa numpang ngetop aja (he..he..he… !:-)

    Ketika ada yang nanya padaku bagaimana cara menulis blog baru aku kelimpungan. Ngomong sih gampang, tapi petunjuk tertulis?

    He..he..he… akhirnya tulisanku di
    http://eshape.blogspot.com/2008/08/selama-ini-aku-sering-menulis-blog.html
    memasang link ke postingan yang ini
    (kembali numpang beken aja mas…!:-)

    Salam dan sukses selalu.

  19. Saya sebetulnya senang menulis dan tulisan saya juga pernah dimuat di surat kabar, jurnal, majalah, dll. Namun kalau akan menulis saya sering masih mengalami kesulitan dalam menuangka kata-kata, bagaimanakah ini? Tolong ajarin biara aku lancar untuk menulis walaupun aku sering latihan tapi tulisanku belum bagus. trim’s

Leave a Reply

Recent Comments

Suherlan:

huebat…. Inspiring banget!! Thanks Om.

Uci:

Setuju pak, barang yang harganya murah belum tentu murah… bukan saya merek minded tp seringnya kita...

SR:

Artikel dan comment-comment yg menambah wawasan Indonesia perlu dipenuhi oleh para Internet Marketer dr negeri...

Idris:

lebih keren lagi gratis tapi kelihatan mahal.. ha3..

Rachmad Hakim S.:

Woww, fokus penting banget yah?

Respecter:

Salut buat SLANK.. Slank bukan sekedar band.. tapi juga inspirator..

seminar baru

Copyright © www.sudutpandang.com 2008 - Powered by Virtual Consulting | Valid XHTML - CSS