Life Style, Review

Pada Sebuah Boutique Villa di Seminyak Bali

Posted on June 29, 2008 |

Kerja keras dan cerdas (hard & smart working) boleh saja. Bersenang-senang bekerja sepanjang waktu silahkan saja. Namun rehat — mengambil jarak sementara waktu dengan pekerjaan sehari-hari — itu juga penting. Maka menjelang ulang tahun pernikahan ke 14, saya dan istri merancang sebuah rehat.  Tentu, rehat ini tidak semudah tahun-tahun sebelumnya karana kami kini sudah punya dua anak perempuan cantik, yang pertama berusia 14 tahun dan adiknya 3,5 tahun. Kami tidak mau rehat berdua saja. Maunya sama anak-anak.

Kita ke Bali saja? tanya saya. Istri saya mengangguk setuju. Eh, sebulan sebelum hari H saya mendapat undangan untuk menjadi pembicara dalam acara ulang tahun kedua Bali Villas Association (BVA) yang akan diselenggarakan 24 Mei 2008 di Denpasar, Bali. Itu persis sehari sebelum ulang tahun pernikahan kami. “Nanti menginap di Uma Sapna saja mas, sekalian bulan madu,” kata Ismoyo S. Soemarlan, General Manager Uma Sapna, yang juga Ketua BVA.

Awal tahun ini, ketika saya ke Bali, saya sudah mendengar cerita mengenai vila tersebut. “Rugi kalau ke Bali ndak pernah menginap ke sana,” kata beberapa teman yang pernah menginap di sana. Kenapa, tanya saya. Karena suasananya teduh dan klasik. Konsepnya pun bukan vila biasa, tapi butik. Plus, di setiap kamar dilengkapi dengan private pool. Aha, ini yang memang saya cari untuk liburan keluarga. Maka tawaran mas Ismoyo saya sambar. Tanggal 23 Mei saya berangkat bersama istri dan dua anak.

Betul juga, begitu kami sampai di depan vila butik yang terletak di Seminyak, Bali, tersebut, terasa betul suasana butiknya: pelayanan yang khas, personal. Jalan menuju kamar penuh dengan pemandangan klasik, rumput dan tetumbuhan yang tertata rapih, dengan saung kayu yang bisa dipakai untuk tetirah. Begitu membuka pintu vila, mata kami langsung tersedot ke kolam renang pribadi di depan kamar, yang tampak bening dan bersih. Rasanya pingin langsung berenang.

Uma Sapna private pool

Begitu membuka pintu kamar, tertampang double bed yang tertata rapih,  dengan setangkai bunga anggrek berwarna merah. Romantis. Tentu saja, dua anak kami langsung berebut kasur :). Karena langsung ngurusi anak, kami lupa meminta complimentary welcome massage selama 15 menit.

Esok harinya, sebelum berangkat ke Denpasar memberikan seminar di ulang tahun BVA, sebenarnya saya ingin berendam di bath-up yang amat besar untuk ukuran saya (memang itu untuk ukuran bule). Karena sudah agak terlambat, saya mandi pakai shower saja. Anajk-anak tidak mau ikut ke Denpasar. Mereka lebih suka menunggu di vila, berenang sepuas hati di private pool dan kemudian berendam air panas di bath-up.

Uma Sapna bathup

Sorenya, kami ingin jalan-jalan. Haryono, sopir Uma Saptna, dengan ramah menawari kami untuk mengantar ke mana saja kami mau pergi. Kami ingin dinner di pinggir pantai Jimbaran, menyantap menu sea food, sambil menikmati sun set. Dengan sigap Haryono mempersiapkan Kijang Innova yang menjadi mobil resmi Uma Sapna. Mobil Toyota bermesin 2.000 cc tersebut melaju mulus di jalanan. Hanya di isi oleh kami berempat dan satu sopir, Innova terasa lega sekali. Itu sebabnya si kecil Lala girang sekali karena bisa bergerak bebas meski di dalam mobil.

Kijang Uma Sapna

Kami beruntung bisa mencapai Jimbaran sebelum sunset. Tanpa terasa, udang panggang, kerapu tim bumbu bawang putih, kepiting saus lada hitam ludes tanpa bekas. Meski demikian, kami baru beranjak ke hotel setelah jam 11.00 malam karena kami tak puas-puasnya menikmati pemandangan di pinggir pantai Jimbaran yang penuh dengan pasangan romantis.

Hana-Lala-istri di Jimbaran

Hana-Lala-istri menunggu sunset di Jimbaran

Ketika kembali ke vila, kamar sudah dalam kondisi bersih. Kami mandi sebentar, lalu mengantar anak tidur. Setelah itu, saya dan istri keluar kamar. Kami menikmati beningnya malam di pinggir kolam renang. Bulan memang tidak sedang purnama penuh, namun bagi kami saat itu bulan terasa seperti purnama sempurna.

Uma Sapna dinner

Saya yakin, suatu ketika saya ingin meningap di sini lagi.

Tiba-tiba hari ini — sekitar sebulan setelah saya menginap di sana — saya mendapat email dari mas Ismoyo.

Assalamu’alaikum Mas,

Tuk menambah modal/ dana Tangan Di Atas (TDA), saya siapkan 1 voucher 2 malam menginap di Uma Sapna di 1 bed room deluxe villa, senilai US$ 400. Voucher bisa dilelang dan uang keseluruhan disumbangkan untuk TDA.

Semoga bermanfaat.

Best Regards,
Ismoyo S. Soemarlan
General Manager
Uma Sapna Villa
Jl. Drupadi No. 20xx, Seminyak – Bali
Email: ismoyo@coconuthomes.com
Tel: +62-361-736628
Fax: +62-361-736629
Mob: +62-81139 2264
www.coconuthomes.com

Wow, luar biasa. Mas Ismoyo baru mengenal Tangan Di Atas yang ingin membentuk 10 ribu pengusaha milyader dari blog ini langsung tersentuh dan bertindak.

Anggota Tangan Di Atas, ada yang berminat mendapat pengalaman luar biasa di sana?

Comment: arrow

18 Responses to “Pada Sebuah Boutique Villa di Seminyak Bali”

  1. Waaa, posting ini juga bisa untuk ikutan kompetisi blog Toyota Kijang berhadiah ke Disneyland nih… hehehe

  2. Jangan-jangan Pak Nukman ikutan juga lomba yang diadakan TAM?

    NL:
    Huss, saya ndak boleh ikut. Nanti kalah semua. ;)
    Bagi yang ingin ikut lomba blog Kijang, silahkan daftar, waktunya tinggal sebulan lagi lho.

  3. boleh juga tawarannya :)

  4. kalau honey moon sih enak.. kamar mandi nya gak ada pintunya tuh…

  5. wah jadi pengusaha enak ternyata ya pak?

  6. waaahh bagus banget tempatnya, jadi pengen

  7. InsyaAllah, kalau ada rezeki, tahun depan menginap disana… ngiler euy liat bathtubnya bertabur red roses!

    NL:
    Jadi ingat lagu Bon Jovi: Bed of Roses. Bisa diplesetkan ke bath-up of roses. ;)

  8. Salam kenal,
    kebetulan saya lagi cari info tentang Uma Sapna, karena rencana mau honeymoon ke sana, jadi makin yakin deh klo testimonialnya dari Pak Nukman ^^

  9. Enak tenan yo….menikmati hidup seperti ini..
    Walau telat, happy weeding anniversary ya…..
    mudah2an ketularan dapat voucher menginap gratis di hotel butik keren seperti ini.

  10. suatu saat harus nyoba kesana…

  11. Jadi pingin honeymmon ke sana nih. Berapa semalam tarif villanya pak nukman?

  12. emmmm gimana ya, meski baru 3 bulan menikah kok jadi pingin honeymoon lagi di vila butik uma sapna. ga nolak kalo diberi voucher nginepnya….

  13. Postingan yang Bagus. Ngomong2 photo2nya hasil jepretan sendiri apa courtesy by the villa? Bath up-nya memnag dikasi petal roses apa hanya di photo aja?

  14. Wah, terima kasih Pak Ismoyo. Selamat bergabung di TDA. Di Bali juga sudah ada beberapa member TDA.

    Pak Nukman, sy mau nge-bid vouchernya nih. Mudah-mudahan dapat ya…

    Tks.

    Roni, Founder TDA

  15. Oh ya mas, ntar kalau ke Bali. Rental mobil dan paket tournya sama ekuta ya.:)

    Salam

  16. Wuuuiiiihhh..keren banget tempatnya…postingannya juga keren..pasti menang nich klo kaya gini di lomba blog kijang…

    vouchernya boleh juga tuch..

    salam kenal dari aie…

  17. ..30 peserta short candidate blog writing competition toyota dah ada tuh pak… sayang tulisan sebagus bapak ngga masuk yach

  18. Pak Nukman, sampaikan salam saya dengan Pak Ismoyo. Menjelang MPPK, saya dan keluarga rasanya ingin menginap disana. Tolong Voucher dan diskonnyanya ha..ha.., ditunggu Pak.

Leave a Reply

Recent Comments

Billy Koesoemadinata:

weleh pak nu’man, salam kenal ya… saya baru sekali ini nemu blogs-nya.. ga laen...

JOKO PURWANTO:

Sekadar numpang nanya, boleh kan? Saya dulu punya kakak angkatan di Teknik Nuklir sekitar akhir thn...

BimBel:

musim krismon spt skrg ini….internet marketing lah salah satu solusi u/ memulai menjadi pengusaha

roy:

wah pak nukman lihat situs saya aja http://www.dhasta.co.cc :-)

Thomas:

Halo Bung Nukman, Salam Kenal … Komentar dikit : Sepertinya Bung Andrie Wongso yang ngomong gitu...

anang miranto:

siapa yang ngajari dia ya?:) hingga bisa se bijak itu dalam berbisnis?:)) ah pertanyaan yang...

seminar baru

Copyright © www.sudutpandang.com 2008 - Powered by Virtual Consulting | Valid XHTML - CSS