Inspiring Person, Review

Siti Fadilah Supari Menghancurkan Lingkaran Setan Dunia

Posted on May 4, 2008 |

Senyumnya ramah. Bicaranya lembut. Namun, jangan kaget kalau ia bisa berapi-api ketika berbicara mengenai kesewenang-wenangan dan penindasan negara kaya, lembaga internasional, serta kapitalis vaksin terhadap negara miskin. Dialah DR.Dr.Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), Menteri Kesehatan RI, yang kini sedang menjadi sorotan dunia karena gebrakannya dalam melawan dominasi WHO (World Health Organization) dan Barat (Amerika Serikat).

Ceritanya bermula dari paksaan WHO terhadap Indonesia agar mengirimkan virus flu burung H5N1 strain Indonesia yang melanda negeri ini dua tahun lalu ke WHO Collaborating Center (CC) untuk dilakukan risk assesement, diagnosis, dan kemudian dibuatkan seed virus. Entah bagaimana caranya, virus asal Indonesia itu berpindah tangan ke Medimmune dan diolah menjadi seed virus. Hebatnya, seed virus ini diakui sebagai miliknya karena diolah dengan teknologi yang sudah mereka patenkan. Indonesia, yang memiliki virusnya tidak punya hak apa-apa. Padahal, dengan seed virus inilah perusahaan swasta itu membuat vaksin yang dijual ke seluruh dunia dengan harga mahal.

Saatnya Dunia Berubah - Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.Bagi Siti Fadilah, hal ini aneh. Yang memiliki teknologi mendapatkan hak amat banyak. Sebaliknya, yang memiliki virus tidak dapat apa-apa. “Sehebat apapun teknologi Medimmune, jika ditempelkan di jidatnya kan tidak akan menghasilkan seed virus H5N1 strain Indonesia,” kata lulusan kedokteran Universitas Gadjah Mada yang juga lulus program doktor di Universitas Indonesia itu dalam bukunya yang berjudul Saatnya Dunia Berubah - Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.

Apa yang terjadi di Indonesia ternyata juga dialami negara miskin lain. Negara yang terjangkit penyakit, dipaksa mengirimkan virusnya ke WHO CC melalui skema GISN (Global Influenza Surveilance Network). Namun bukannya dimanfaatkan untuk kesehatan seluruh dunia, virus itu malah disalahgunakan oleh negara kaya untuk membuat komoditas dagang, antara lain dalam bentuk vaksin. Bahkan ada kemungkinan dijadikan senjata biologis. Celakanya, negara miskin sering kesulitan mendapatkan vaksin tersebut karena sudah diborong negara lain yang belum terkena virus tersebut untuk pencegahan.

Kalau posisinya seperti itu, Siti Fadilah berpraduga, negara kaya akan berusaha menciptakan virus baru untuk dilemparkan ke negara miskin. Kemudian negara miskin mengirim virus baru tersebut ke WHO. Dan selanjutnya WHO akan mengirim virus ke negara kaya untuk dibuatkan vaksinnya. Dus, negara kaya pun memiliki komoditas dagang virus baru.

“Siklus itu akan berputar seumur hidup,” kata spesialis jantung dan pembuluh darah ini. Negara miskin akan sakit terus, sakit dan sakit. Siklus yang tak berujung ini bak lingkaran setan. Celakanya, ketika negara miskin makin terpuruk gara-gara virus, negara kaya datang bak dewa penolong dengan memberikan sumbangan yang tidak seberapa dibanding keuntungan mereka dari berdagang vaksin.

Siti Fadilah melihat ketidakadilan itu — yang ternyata sudah berlangsung selama 60 (enam puluh) tahun dilakukan oleh WHO. Tergeraklah nuraninya. Ia sadar, dirinya hanyalah seorang Menteri Kesehatan dari negara bukan super power. Namun, ia berpikir dan bergerak cepat. Nalurinya mengatakan, kalau bahwa pemaksaan pengiriman virus ke WHO adalah salah satu kunci lingkaran setan. Maka kalau ia enggan mengirimkan virus itu, dunia akan bereaksi. Intuisinya benar. Dunia bereaksi. Negara barat — terutama pemerintah dari negara penghasil vaksin — geger. Mereka takut virus tersebut menyebar ke seluruh dunia dan terjadi pandemi.

Siti Fadilah Supari

foto: Siti Fadilah Supari ketika berpidato di WHO

Dari sinilah perang Siti Fadilah terhadap penindasan WHO dan negara kaya dimulai. Ia membuka borok WHO dalam mengelola lalulintas virus dunia. Perang ini amat menggetarkan, seru dan melelahkan. Maklum, yang dilawan adalah lembaga dunia yang didukung penuh oleh negara kaya dan berkuasa, yang bisa berbuat apa saja. Pertempuran itu tergambar begitu bagus di bukunya. Saya terpukau membaca halaman per halaman. Saya tak mau berhenti sejenak pun. Terbayang betapa gigihnya Siti Fadilah dan timnya berjuang di kancah internasional. Pengagum Bung Karno ini tak mengenal kata mundur. Ia tanpa lelah melobi negara-negara lain untuk mendukungnya. Setiap anak buahnya mengabarkan bahwa posisinya terjepit di tengah negosiasi dan kemungkinan besar kalah, ia selalu mengatakan: tidak ada kompromi. Aturan pengiriman virus ke WHO yang tidak transparan harus dihapus.

Perjuangannya berhasil. Ia mampu memaksa WHO berubah. Ia berhasil menghancurkan lingkaran setan pervaksinan dunia. Kini aturan mainnya lebih adil, transparan dan setara.

Adil artinya negara miskin yang mendapat penyakit flu burung mendapatkan hak atas virus yang dimilikinya. Jika virus itu dibuat vaksin, maka negara korban akan mendapat haknya atas vaksin sesuai aturan.

Transparan artinya negara yang menderita maupun negara lain mengetahui pasti kemana virus itu perginya, diapakan oleh siapa, dan yakin bahwa virus itu tidak digunakan untik senjata biologis.

Setara artinya antara pengirim virus dan pembuat vaksin setara, selevel.

Tak terasa, buku setebal 200 halaman yang diluncurkan 6 Januari 2008 lalu itu saya khatamkan dalam tempo empat jam.

Dari sinilah saya mulai bangga memiliki seorang menteri bernama Siti Fadilah. Ia bukan hanya menteri. Ia juga ilmuwan yang sudah menghasilkan 150-an karya ilmiah dan meraih berbagai penghargaan (antara lain: Best Young Investigator Award pada Kongres Kardiologi di Manila, Filipina, 1998. T. Best Young Investigator Award pada Konferensi Ilmiah tentang “Omega 3″ di Texas, Amerika Serikat, 1994. Serta Antony Mason Award dari University New South Wales, Sidney, Australia).

Namun, lebih dari itu, dalam kasus melawan WHO dan AS, ia menujukkan diri sebagai seorang negosiator tangguh dan “diplomat” ulung yang mengangkat harkat bangsa Indonesia di kancah dunia.

Jangankan saya, pihak luar pun sangat bangga dengannya. Dengarlah apa kata majalah top dunia seperti The Economist (6 Agustus 2006):

For the sake of basic human interest, the Indonesian government declares that genomic data on bird flu viruses can be accessed by anyone. With those words, spoken on August 3rd (2006), Siti Fadilah Sapari started a revolution that could yet save the world from the ravages of pandemic disease. That is because Indonesia’s health minister has chosen a weapon that may prove more useful than todays best vaccines in tackling such emerging threats as avian flu: transparency.

Siti Fadilah Supari & Nukman Luthfie

foto: Siti Fadilah Supari dan saya (Nukman Luthfie)

Namun puteri Solo kelahiran 6 Nopember ini sadar, perjuangan belum selesai. “Saya sedang membuat buku kedua,” katanya kepada saya setelah acara talkshow di SmartFM Jakarta Jumat lalu (2 Mei 2008).

Comment: arrow

56 Responses to “Siti Fadilah Supari Menghancurkan Lingkaran Setan Dunia”

  1. Wuih..Memang Ibu Menteri Kesehatan Siti Fadilah hebat! Beliau mampu memberikan kontribusi yang besar bagi internasional…

    Bahkan saking hebatnya, dia agak sedikit lupa..

    Ingatkah bahwa ada seorang menteri yang ditegur keras oleh Presiden SBY ketika seorang penderita HIV sedang berkeluh kesah dan menteri tersebut asyik ngobrol sendiri?

    Hahaha..benar..dia juga orangnya!

  2. waw.. :|

  3. Menteri kesehatan yang tidak seperti pendahulunya sebelumnya…

    Sering memberikan pernyataan yang “frontal”, tapi kalau kita telaah lebih dalam lagi omongan beliau, kadang kala ada benarnya juga.

    Moga-moga seluruh jajaran dinas kesehatan dibawah beliau memiliki semangat seperti beliau

  4. coba itu juga dilakukan oleh menteri yang lain….

  5. saya juga sepakat dengan bu menteri

  6. Bu Menteri ini memang hebat dan punya prinsip yang kuat ! Semoga bisa menularkan mental dan spirit hebat ini kepada semua jajaran pejabat kita yang lain .. dari level terendah sampai level tertinggi .. amiinn

  7. Diriku ikut bangga punya bu menteri Siti Fadilah. Salut!

  8. Tetap Semangat!

    Tiada seorangpun sempurna….
    melalui Beliaulah kesempurnaan Tuhan terlukis….

    Teladani apa yang baik, saling mengingatkan jika kita lupa…
    :D

  9. Salut buat Bu Menteri…. andai semua menteri n pejabat berkinerja spt beliau? tp ya andai aja, masih jauh dari kenyataan…?

  10. Wah, tak disangka ternyata Pak Nukman juga mengamati sepak terjang Ibu ini. Saya juga kagum dengan sepak terjang beliau. Dan respect selalu membawa trust, kan?

  11. Gak nyangka ngamatin hal seputar ini juga Pak.

    Btw, Bu Menteri gak diajak nge-blog Pak? Biar lebih transparan..

  12. maju terusss bu…..
    walopun indonesia masih terpuruk tapi percayalah suatu saat nanti indonesia akan berkibar lagi……

  13. awalnya sempat tidak yakin, karena sepertinya beliau sempat menutup-nutupi dan membela Perusahaan produsen susu formula, mengenai virus sakazaky.

    Tapi setelah melihat apa yang telah beliau lakukan. Sebagai bangsa Indonesia dan seorang wanita, saya sangat bangga. Setidaknya, pandangan saya mengenai beliau sedikit berubah…. Artikel yang bagus Pak :)

  14. Saya dukung perjuangan ibu, dan ibu tidak pernah sendiri karena banyak anak muda yang seide dan segagasan dengan ibu, terus berjuang buat bangsa Indonesia bermartabat dan sejajar dengan mereka,
    Saya Mendukungmu…KEEP FIGHTING

  15. saya sebagai rakyat indonesia sangat bangga punya menteri sekelas ibu. perjuanganmu pasti akan berguna buat negara ini.
    jangan pernah menyerah bu, jangan pernah menyerh demi bangsa ini. dan jangan pernah menyerah untuk kedamaian umat manusia!!! :)

  16. sudah mahfum kita dengar, kalo berhadapan dengan Amerika, Indonesia seperti ndlosor gak punya daya dan martabat. Saatnya kita punya harga diri sedikit. Sukses tersu ibu menteri:)

  17. Benar-benar seorang yang sangat menginspirasi

  18. dr benny Says:

    Karena liputan TV dan beberapa tulisan termasuk tulisan pak Nukman ini jadi terbuka mata saya. Dulu banyak kawan bilang kalo dia itu dokter “bodoh” karena gak punya banyak pasien. Ternyata waduh hebaaat betul bu Menkes ini. Kalo AS punya Fighting Falcon maka RI punya Fighting Doctor, do your best!

  19. Andai saja menteri2 dibidang perekonomian, industri dan pertambangan mengikuti jejak langkah beliau dan berani melawan Ketidakadilan yang selama ini terus dialami oleh negara miskin seperti kita…

    Andai saja semua menteri kita seperti beliau, maka Indonesia tidak memerlukan pemimpin kharismatik yang kadang cenderung arogan dan narsis…Cukup dengan pasukan menteri yang berani, maka mungkin negara kita akan kembali ke jajaran Negara yg dipandang…

    huhhh…..

    andai saja….

  20. wow.. baru tau..
    well done maam :)

  21. bu siti emang keren. sayang cover bukunya jelek.

  22. Wah salut saya atas kegigihan dan perjuangan dalam menakan kezaliman negara maju yang semena-semana

  23. Bersyukur kita punya Menkes seperti itu, pola pikirnya dan pola tindaknya sangat didambakan oleh kita semua, Pak Nukman info yang bapak sampaikan bagus sekali. Bravo Pak Nukman.

  24. Ayo kita dukung bu menteri …..

  25. congrats…suport Pejuang Indonesia

  26. sepertinya tinggal nunggu waktu, kapan njenengan jadi menteri pak? :D

  27. Saya hanya ingin mengatakan bahwa ketika “hati nurani” berbicara maka bergetarlah seluruh isi dunia.

    Suatu saat nanti Indonesia akan menjadi negara adidaya yang mampu mempertanggungjawabkan tanggungjawabnya.

    Pernyataan diatas hanya mampu dipahami oleh orang-orang yg optimis menatap masa depan Bangsa Indonesia.

    Amien

    DS Rachmat
    PortalSukabumi.Com

  28. Analisis Detailnya bisa baca disini

  29. semoga bukan cuma menterinya yang berani lawan amerika … presidennya juga dong , kapn lagi punya presiden yang berani lawan amerika ?

  30. Sayangnya bu menteri cuma sigap mengaum di luar. Lantar prestasinya di dalam negeri bagaimana?
    Saya tidak melihat ada yang istimewa. Wabah penyakit seperti demam berdarah, tidak pernah berhenti tiap tahun. Dan tidak ada tindakan khusus untuk mengatasinya. Kartono Mohamad pernah menguraikan di Kompas, bagaimana lalainya Departemen kesehatan dalam menangani wabah DBD setiap tahun.

    Salam
    Hasan

  31. Ibu Menteri emang membanggakan….

  32. salut….

    itu yang gak bisa ditiru oleh mentri lain…
    yang selalu tunduk pada negara barat….
    kita harus bangkit jangn mau dibodohi oleh negara barat…

    gw acungin 4 jempollll….

  33. maju terus bu siti

  34. Bersyukurlah Indonesia punya orang seperti itu. Moga aja presidennya juga bisa mencontohnya.

  35. Balad Ajiejos Says:

    Selamat Bu… ternyata yg suport ibu banyak, terbukti dari koment nya, melewati koment fs saya,

    CONGRATULATION MOM……

    regards,

    balad djozsy ajiejos

  36. Saatnya Indonesia berbicara,
    Seharusnya memang begini…mungkin karakter indolanya, Presiden Soekarno, sudah menjadi karakternya ibu kita ini, berani berkata benar.
    Salut, kami sebagian besar rakyat indonesia belum tentu bisa berani berbicara, walaupun itu benar.

    Biasanya bicara tanpa ada dasar data dan fakta, ego dulu yang diutamakan, kasihan, tapi itulah manusia…ada juga sebagian orangendonesia.

  37. @ yodi aditya :
    emang siapa sby ? sby cuman seseorang yang lagi beruntung jadi preseden (eh presiden)

    dia cuman mau tebar pesona, ga menghasilkan kerja nyata buat rakyat

    emang ga boleh ngobrol ? mungkin bu menteri juga waktu itu lagi ngobrolin hal yang lebih penting, ketimbang merhatiin begundal tebar pesona

    anyway, kita butuh banyak orang seperti bu menteri,…salam R

  38. @ souvenir pernikahan :
    mungkin bu menteri juga waktu itu lagi ngobrolin hal yang lebih penting yaitu :

    “aduh, jeng…tuh apartemen di sana bagus banget loh…”

    “sby cuman seseorang yang lagi beruntung jadi preseden (eh presiden) ” dan Bu menteri adalah orang yang paling beruntung karena dipilih pak SBY :D.

    begundal tebar pesona? lalu bagaimana anda sendiri? *just kidding, but think it :D

  39. Ayo bu Menkes.. terus berjuang.. kami jajaran kesehatan yang terbawah akan termotivasi untuk berjuang demi tetangga gw, demi masyarakat gw, demi… Negara Indonesia Tercinta… ternyata si Wonder Women bukan hanya dilagu Wulan Jablay.. Tapi ada benar… sukes Bu Men…

  40. subhanallah
    kalo teman2 sudah baca bukunya…..
    bagaimana perjuangan ibu kita ini…
    benar2 embun di atas sahara……

    kalau kita mau meniali secara jujur dan arif…
    tidak ada satupun menteri yang mampu menyelesaikan semua persoalan dengan “sim salabim abrakadabra” semua selesai
    tapi perlu kita ingat
    bahwa sebuah usaha yang gigih akan menghasilkan keberhasilan

    tetap semangat ya bu
    (walau kadang pemberitaan buat ibu sering kali “njomplang” tapi saya yakin kebenaran akan terkuak pada saatnya nanti

  41. memang seharusnya ada keadilan didunia ini baik dalam bidang ekonomi atau pun kesehatan.

  42. Monika Suharko Says:

    hmm…bagus bu menteri..semua lingkaran setan yang sudah menggurita memang harus diputus, sama seperti WHO lingkaran sistem di PNS yang tak kunjung putus dan kian aneh juga harus diakhiri…tolong buat gebrakan juga bu menteri dan tulislah buku seri ke 3 gebrakanmu ini…saya tunggu

  43. saluuut buat bu menteri, kami menunggu gebrakanmu untuk lab Namru, jangan takut … doa jutaan rakyat Indonesia bersamamu

  44. Wah Mas Pitut, Tia, Sonny dan Jody pasti bangga punya ibu seperti itu…SALAM

  45. saya respek oleh apa yg telah beliau lakukan. Tapi saya 10 kali lebih respek lagi kalau beliau bisa membenahi masalah medis di Indonesia seperti;

    - Mulai dari malpraktek yang ngga pernah bisa ditangkap karena campur tangan IDI yang selalu bilang sesuai prosedur

    - biaya pengobatan bagi orang tak mampu

    - Farmasi,dll

  46. waahh bu menteri keren sekali.. walau wanita tapi nyalinya besar..he..he..

  47. baru tahu saya kalo di Indonesia ada menteri seperti itu. kadang saya berpikir, menteri itu cenderung hanya mementingkan departemennya sendiri, eh ini malahan dunia juga ikut dipentingkan. Indonesia yang diangkat akhirnya.

    dan 1 pertanyaan jadi unek2 selama ini: menteri itu kerjanya ngapain sih?.entah kurang publikasi atau karena saya kurang baca, liat, atau dengar berita?

  48. Wah, ini baru figur mentri idola
    Mentri yang lain apa ga pengen ya ?

  49. wah..
    coba bu siti fadillah, jadi menhankam rangkap menlu.

    indonesia pasti berubah.

  50. bundapeduli Says:

    Saya mendoakan ibu Siti Fadilah, supaya jadi menteri lagi untuk periode 2009-2014, meskipun ganti presiden. Belum pernah ada dalam sejarah Kabinet Menteri2 Indonesia sejak Orde Baru, seorang menteri yang berani bicara kebenaran, berani berhadapan dengan kekuatan asing, yang jelas-jelas menjajah negara2 dunia ke3 dlm berbagai bentuk, tanpa tedeng aling-aling. Bangsa Indonesia perlu lebih banyak pemimpin seperti Ibu. May Allah Bless you.

  51. kabarnya…bu menkes yang satu ini, ketika sekolah dulu sering diberi tugas oleh sang guru untuk menghafalkan dan mempresentasikan pidato bung karno…….ternyata yang dihafal bukan cuma teksnya tapi juga logat dan gaya bung karno….. jadilah ibu menkes kita ini orang yang lugas, ceplas- ceplos, tanpa tedeng aling aling…ga peduli siapa yang dihadapi mau…WHO kek mau America kek…Maju terus pantang mundur bu….

  52. Agoes_john_edy Says:

    Saya sangat bangga memiliki ibu menteri seperti Ibu Siti Fadilah Sapari, karena mampu dan berani melawan kesewenang-wenangan negara kaya, salut teruskan perjuangan anda bu…! jangan berhenti sampai dsini, karena masih banyak masalah yg perlu ibu perjuangkan lagi…!
    Memang harus seperti inilah seorang menteri yg membela negaranya bertindak, jangan hanya omong aja, tapi buktikan…!
    selamat bu…, anda memang layak diberikan penghargaan, dan contoh terus pendiri negara kita Bung Karno…

  53. Begitu baca tulisan beliau ttg virus di kompas, bangga sekali saya. Yang saya tahu salah satu orang yang paling getol menjelek-jelekkan dia adalah oknum dari LBH kesehatan, yang ternyata salah satu antek preman kerah putih kaya raya.

  54. salut buat bu fadillah, kalau ibu mencalonkan diri pada pilpres 2009 saya akan pilih ibu

  55. Sudut pandang lain: banyak sebenarnya statement bu menkes yang tidak konsisten dan tidak berdasar data di lapangan.
    Tapi ya sudahlah.. memang begitu adanya yang sedang disukai :)

  56. Saya sangat bangga punya pejabat yang berani dan tegas kepada negara imperialist kapitalist amerika. Tidak hanya masalah buku kontroversialnya tetapi juga terhadap aktifitas penjajahan terselubung melalui fasilitas NAMRU yang sampai orang seperti SBY pun tidak berani bertindak (saking takutnya sama United Satan!).
    Viva ibu Fadillah! semoga terus mempertahankan komitmen untuk bangsa Indonesia samp[ai akhir hayat!!
    Kalau bu Fadillah menjadi Capres akan Saya dukung 100%

Leave a Reply


Online Survey Personal Branding Nukman Luthfie, Berhadiah!


Online Strategy

Recent Comments

Yana:

Memang berat meninggalkan zona nyaman (kerja, dapat gaji bulanan+tunjangan_insentif+bon us). Waktu mulai...

Yana:

Haduh…haduh.. Alhamdulillah saya ketemu tulisan ini. Sama dng yg saya alami. Waktu memutuskan mulai...

fx minory:

“JANGANLAH MENANGIS KARENA PUTUS CINTA … AKAN TETAPI MENANGISLAH KARENA PUTUS...

Vandy:

Baru tau bill gates keluar dari microsoft. Memang hebat orang itu….

febri:

saya baru ngeh om bill gate mundur dari ladang emasnya, saya setuju dia mundur (memberikan kesempatan kpd...

Dwi Heriyanto:

Bill Gates mengundurkan diri, mungkin kata2 tersebut kurang tepat, Bill Gates bukan mengundurkan diri...

Bisnis Award

Copyright © www.sudutpandang.com 2008 - Powered by Virtual Consulting | Valid XHTML - CSS