Inspirasi

Jangan Contoh Bill Gates

Posted on May 11, 2008 |

Sudah banyak yang tahu kehebatan Bill Gates. Pendiri Microsoft Corporations ini menjadi manusia terkaya di planet ini selama 13 tahun berturut-turut. Tahun ini posisinya direbut Warren Buffet, karena ia ceroboh ingin mencaplok Yahoo!, sehingga nilai saham Microsoft melorot, dan kekayaan bersihnya pun ikut terpotong. Andai tidak melakukan langkah blunder itu, ia masih terkaya di dunia tahun ini. Tidak heran jika ia menjadi idola banyak orang, termasuk saya.

Fokusnya di dunia peranti lunak memang tak tergoyahkan. Sepanjang hidupnya, fokus bisnisnya hanya di satu bidang ini — atau yang berkaitan dengan peranti lunak, jasa dan solusi. Ia tak pernah menoleh sedikitpun ke bidang lain. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 ini mampu membangun Micrsoft dari titik nol menjadi perusahaan dengan penjualan sebesar US$ 51,12 miliar alias sekitar Rp 500 triliun pada tahun fiskal Juni 2007. Itu artinya hampir setara dengan 70% belanja negara kita tahun ini.

Melalui payung Microsoft pula ia mampu menampung 78 ribu tenaga kerja yang tersebar di 105 negara. Melalui Microsoft pula ia mendominasi pasar peranti lunak dunia.

Dengan prestasi yang sedemikian hebat, tidak mengherankan jika kedatangannya di Indonesia pekan lalu disambut meriah. Kuliah umumnya berjudul ‘Second Digital Decade’ yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jumat 9 Mei lalu, dihadiri 2.500 orang, mulai dari presiden, menteri kabinet, pengusaha, profesional hingga mahasiswa. Masih ribuan lagi lainnya yang terpaksa gigit jari karena kehabisan tiket untuk mengikuti kuliah umum itu.

Ada satu hal penting yang disampaikan Bill Gates mengenai pendidikan pada kuliah umum itu. “Semua anak (pelajar) harus menyelesaikan pendidikan, untuk itu perlu semua pihak termasuk pemerintahan anda, harus turun tangan untuk itu,” kata Bill Gates, yang disambut tepuk tangan hadirin. Bahkan pada saat sesi tanya jawab, Bill Gates secara tegas menyarankan agar para mahasiswa tidak meniru dirinya,yang DO di tengah jalan meski sempat kuliah di Harvard University.

“Selesaikan kuliah Anda dan raihlah gelar akademis,” katanya.

Bagaimanapun juga, kuliah adalah saat yang paling tepat untuk memenuhi segala keingintahuan mahasiswa. Dan jika ingin menjadi pengusaha, gunakanlah kesempatan magang di perusahaan secara maksimal.

“Saya ini contoh yang buruk,” katanya seperti dikutip Detikcom.

Bill Gates

Selama ini, saya sering membaca kesalahpahaman banyak orang yang ingin menjadi pengusaha dengan mengorbankan kuliah. “Bill Gates yang nggak lulus kuliah saja bisa jadi yang terkaya di dunia,” kira-kira begitulah alasan mereka. Bahkan mereka bisa memberikan banyak contoh orang yang sukses di dunia usaha tanpa embel-embel sarjana. Larry Allison — pendiri Oracle Corporation — misalnya, adalah mahasiswa gagal. Steven Spielberg, sutradara film-film box office dunia, juga putus kuliah. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, sang triliuner baru yang baru berumur 23 tahun, juga tak menyelesaikan kuliahnya di Harvard University.

Kenyataan di atas kadang malah digunakan sebagai lelucon: bahwa mereka yang pintar secara akademis tidak akan sukses di dunia usaha. Mereka yang pintar dan lulus sarjana malah menjadi jongos orang-orang “bodoh” yang tidak lulus kuliah.

Memang, mereka yang tidak memiliki gelar sarjana tetap berpeluang menjadi pengusaha sukses. Namun bukan berarti bahwa mengorbankan kuliah merupakan tiket menuju sukses. Bahkan, jika dilakukan penelitian, kemungkinan sarjana yang sukses menjadi pengusaha amat banyak. Namun, karena sarjana sukses berusaha dianggap sebagai hal yang biasa, tidak banyak media yang mengulasnya. Lebih menarik mengupas tokoh-tokoh sukses yang latarbelakangnya menderita atau kurang bagus — termasuk tidak lulus kuliah. Ini yang bisa menimbulkan persepsi sesat bahwa DO adalah ciri pengusaha sukses.

Bill Gates sudah menyampaikan dengan jelas, bahwa dirinya adalah contoh yang buruk dalam hal akademis. Sesungguhnya ia sangat ingin menggondol gelar sarjana. Simak bagaimana pidatonya setelah ia menerima gelar sarjana kehormatan dari Harvard University tahun lalu:

“Sudah lebih dari 30 tahun saya menunggu untuk mengatakan ini, ‘Ayah, saya selalu bilang saya akan kembali (ke kampus) dan meraih gelar.’ Tahun depan (2008) saya akan ganti pekerjaan. Merupakan sesuatu yang menyenangkan bahwa bisa mencantumkan gelar sarjana di daftar riwayat hidup.”

Benar, ia kini telah berganti pekerjaan. Ia sudah mundur dari manajemen Microsoft, dan “hanya” menjadi chairman. Waktunya lebih banyak didedikasikan ke Yayasan “Bill and Melinda Gates” yang didirikan tahun 2000 dengan tujuan membantu proyek-proyek peningkatan kesehatan, pengurangan kemiskinan, dan proyek yang memperluas akses masyarakat kepada teknologi.

Ucapan Bill Gates menyiratkan sesuatu, yang kira-kira seperti ini: “Contohlah saya, tapi jangan di sisi akademis.”

Comment: arrow

57 Responses to “Jangan Contoh Bill Gates”

  1. whew, Bill Gates dengan kemampuan serta talenta tinggi mengatakan menyesal bahwa dia merasa rugi tidak meneruskan kuliah dan mendapatkan gelar.

    Um, sebenarnya rugi mana bila dibandingkan dia meneruskan kuliah dan meraih gelar? dengan dia yang cepat mengambil langkah menjadi entrepreneurship dari awal? ;)

  2. Ada hal yang tidak diketahui banyak orang tentanh bill getes yaitu nili SAT-nya (Standard aptitude test) atau disni sama dengan SPMB atau UMPTN, nilai om bill adalah 1560 atau 1580 ( sory, saya agak lupa), nilai tertinggi adalah 1600, artinya nilai dia mendekati sempurna, Di amrik sono jika seoranhg anak nilai sat-nya di atas 1400 si anak dianggap anak jenius…
    Jadi meskipun bill gates do, tapi dia mempunyai intelektualitas di atas rata2

  3. Sekarang biaya kuliah meningkat sangat pesat. Kualitas fasilitas kuliah rata2 juga meningkat. Namun apakah kualitas kuliahnya juga meningkat? Dan apakah mampu membekali mahasiswa untuk siap bekerja?

    (sambil mengingat bahwa banyak perusahaan besar yang memiliki divisi training untuk mempersiapkan fresh graduate bekerja untuk mereka)

  4. IMHO, saya lebih suka pendapat salah satu karakter dalam film Jerry Maguire:

    “Hey, I don’t have all the answers. In life, to be honest, I failed as much as I have succeeded. But I love my wife. I love my life. And I wish you my kind of success.”

    - Dicky Fox in Jerry Maguire

    sehingga bagi saya pribadi yang terpenting adalah memanfaatkan seluruh kesempatan, entah saat masih belajar di bangku sekolahan ataupun setelah keluar (entah karena lulus atau DO y :P)

  5. Melihat peluang kerja yang semakin sempit menjadikan kuliah bukan segalanya. Kenaikan pengangguran terdidik semakin besar. S2 menganggur banyak dimana-mana. Perlu diwujudkan kuliah yang terintegrasi dengan pengembangan kewirausahaan dan pengembangan pribadi. Mampu menghasilkan lulusan siap mandiri bukan hanya siap kerja. Untuk langkah Bill Gates membeli Yahoo kedepan merupakan langkah strategis pengembangan Microsoft, kita tunggu aja…

  6. Keingin Bill Gates untuk meraih gelar sarjana hanya sebagai polesan remeh dalam melengkapi riwayat hidupnya. Umpama melukis mawar, gelar sarjana bagi Om Gates,cuma sebuah sapuan tipis yang tidak akan mempengaruhi lukisan mawar secara keseluruhan. Dia membuat kuliah seperti diatas, karena memang harus menyampaikan sesuatu. Topik kekayaan mungkin akan membuatnya muntah, jadi apalagi yang tepat kalau bukan menyentuh topik pendidikan dihadapan rakyat bangsa yang sangat membutuhkannya. Bill Gates memang jenius!

  7. Yup…
    Saya setuju pernyataan anda, bahwa memang benar saat ini yang di publikasikan adalah orang-orang sukses yang tanpa kuliah. Sementara orang-orang kuliah yang sukses jarang di blow up karena memang itu adalah hal yang dianggap biasa. “Wong orang kuliahan, maklum jadi pengusaha” dsb..
    Saya adalah contoh orang yang sangat menyesal karena tidak serius kuliah. Saya lulus dengan nilai yang sangat mepet 2,93. Mepet sekali.
    Saya menyesal kenapa dari awal kuliah saya tidak serius, dua rius atau tiga rius :(
    Walaupun saat awal kuliah saya juga sudah bekerja tapi ternyata saya meninggalkan hal-hal penting yang lain.
    Memang di usia 25 tahun, pengalaman lebih di utamakan daripada gelar. Namun bagaimanapun di Indonesia, gelar masih sangat penting. Dan bukan gelar saja yang terpenting dalam kuliah, kita bisa mendapatkan ilmu yang sangat berguna.
    Masalah menganggur atau tidak, hal itu tergantung cara kita mencari dan memelihara jaringan.
    Wallahua’lam

  8. banyak hal yang membuat indonesia tertinggal, cara pembelajaran dan kuliah lebih pada penekanan dan teori bukan pemahaman dan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri.
    gelar sarjana menjadi formalitas dan label sosial, bukan meremehkan bagi yang kuliah. disini masih kuantitas dan belum sepenuhnya berkualitas.

  9. Drop Out memang bukan tiket untuk jadi pengusaha, menurut imajinasi saya orang seperti Bill Gates, Larry Allison, Fedex, dll adalah orang-orang yang sebenarnya jenius dibidang akademis, dan saking jeniusnya sampai sampai mereka tidak perlu menyelesaikan kuliah untuk membangun sebuah perusahaan besar.

  10. Setuju sekali. Itu cuma masalah exposure. Selama ini yang lebih banyak diekspose adalah kaum sukses yang “menderita” dan “tidak berpendidikan”. Apalagi dulu ngetrend istilah “Sarjana Nganggur”.

    Kalau saya pribadi mending kalau bakat entrepreneur sudah disadari dari awal, kita sebaiknya segera memutuskan untuk menggeluti. Pendidikan atau mencapai gelar itu “hanya” sebagai pemanis kesuksesan saja.

  11. saya sering mendapatkan pertanyaan yang sama dari mereka yang ingin membuka usaha. memang, seringkali terjadi perbedaan persepsi mengenai manfaat pendidikan. dan diakui atau tidak, binar mata itu terasa berbeda ketika melihat binar uang dibandingkan manfaat pendidikan..

    walau saya juga mungkin termasuk salah sa tu dari contoh yang salah, tapi tetep saja pendidikan bagi saya itu bukan hanya sekedar gelar. lebih dari itu.. dan sayangnya.. kematangan cara berpikir, kemampuan membuat keputusan, kemampuan merencanakan, dan yang lainnya seringkali tidak dilihat sebagai hasil (tidak langsung) dari pendidikan yang kita lalui..

  12. [...] update 12.05.2008: silahkan baca juga: - Jangan Contoh Bill Gates [...]

  13. Tapi kalo aku liat sih, orang yang sangat sukses *bukan sukses aja* kebanyakan pendidikannya buruk.

  14. Uhmmm… masing-masing manusia sudah diberi peran oleh Allah untuk menyebarkan rahmat Allah di bumi bahkan alam semesta.

    Dan orang bijak bilang, gak peduli punya gelar akademis ato gak, yang penting gimana caranya kita mengoptimalkan potensi dalam diri kita, mengamalkan ilmu yang kita kuasai untuk kemaslahatan umat, bermanfaat bagi dunia dan akhirat kelak.

    Allah punya cara sendiri bagi kita yang mau bersungguh-sungguh, buktinya Bill Gates aja tetep dapet gelar akademisnya, kehormatan lagi. Kalo sahabat saya bilang, kuncinya adalah bersyukur pada Tuhan, temukan peran kita, lakukan dengan kesungguhan karena Allah, insyaAllah yg lain akan mengikuti.

    Yang kuliah tetep selesaikan kuliah, yang gak lulus sekolah/kuliah, tetep bisa berkiprah, sapa tau malah dapet gelar akademik kehormatan karena dedikasi dan kesungguhannya. Semangat, menuju Indonesia Emas :)

  15. Bendry Koto Says:

    Selamat Malam Mas Nukman,

    Sepertinya sukses bukan karena pendidikan tinggi, lingkungan khusus, harta berlimpah.

    Saya yakin sukses dapat diraih :

    1. Kita harus jujur terhadap diri sendiri dan lingkungan.
    2. Menciptakan keharmonisan antara diri kita dengan Tuhan, antara diri kita dengan sesama manusia, dan antara diri kita dengan lingkungan.
    3. Kita harus menentukan apa cita-cita kita, semua tindakan kita mengarah kepada pencapaian terhadap cita-cita kita.
    4. Jangan lari dari permasalahan, tetapi kita harus beradaptasi dalam rangka pencapai terhadap cita-cita kita.

    Salam,

    Bendry Koto

  16. Bendry Koto Says:

    Saya ingin share, link, full resources dengan rekan-rekan blog ini dan Mas Nukman mengenai BISNIS, dan saya juga berharap feedback dari Anda semua.
    APA ITU BISNIS?
    Menurut pemahaman saya, bisnis adalah penciptaan nilai tambah (value creation) dengan melakukan proses transformasi terhadap produk/jasa yang kita produksi.
    Dari sudut pandang perusahaan benefit (keuntungan) yang didapatkan lebih besar dari resources (harga) yang dikorbanan.
    Dari sudut pandang pembeli/konsumen/customer/klien/partner benefit (keuntungan) yang mereka dapatkan lebih besar dari resources (harga) yang mereka korbankan terhadap produk/jasa yang kita produksi.
    APA YANG KITA LAKUKAN DALAM BISNIS?
    - Mendefinisikan produk/jasa kita
    - Mendefinisikan pasar kita
    - Mengisi pasar kita dengan produk/jasa kita
    Secara teoritis kegiatan Bisnis sederhana, pada fase implementasi diperlukan manajemen, kepemimpinan, dan keputusan yang tepat.
    APA TUJUAN BISNIS?
    - Jangka pendek : rugi
    - Jangka menengah : BEP sampai dengan untung
    - Jangka panjang : memenuhi kebutuhan anggota organisasi dan kemudian BERKEMBANG
    Sebagian besar perusahaan di Indonesia sepertinya tujuannya hanya UNTUNG, dilihat dari pengalaman perusahaan-perusahaan di Indonesia bertahan HANYA 1,5 (satu setengah) generasi, pada generasi ke-2 perusahaanya sudah pada tutup (bangkrut). Sedikit perusahaan seperti Gudang Garam dan Djarum yang bertahan sampai dengan generasi ke-2.
    Jangan siapkan “PUTRA MAHKOTA” dari anak Anda sendiri untuk meneruskan bisnis yang Anda lakukan apa bila anak Anda bukan orang yang tepat. Anda juga akan berdosa memaksa anak Anda jadi pimpinan perusahaan, sementara anak Anda ingin jadi seorang diplomat. Pisahkan antara team manajemen di satu sisi dan pemegang saham di sisi lain.
    BAGAIMANA STRATEGI UNTUK BERKEMBANG?
    J.B. Say (mudah-mudahan tidak salah tulis) mengatakan “Every supplies create its own demand” artinya apa bila kita memproduksi 10 pacul hari ini, maka besok 10 pacul tersebut akan habis terjual di pasar. Sepertinya dunia seperti ini sudah sirna dari permukaan bumi. Mengutip pernyataannya Philip Kotler “Do not create what you can do, but create marketable goods”. Dari keadaan Market Driven sangat menentukan dalam bisnis.
    3 (tiga) alat untuk menghadapi Market Driven:
    Pertama : kualitas
    Kedua : Kualitas
    Ketiga : KUALITAS
    Ramuan Kualitas dalam Bisnis:
    1. Customer Relation Management
    2. Service Excellent
    3. Operational Excellent
    Dengan Customer Relation Management yang baik akan tercipta flow of goods/services, flow of information, and flow of settlement yang baik.
    Service Level dari produk/jasa yang kita produksi tidak bisa ditawar, kita harus melakukan perbaikan-perbaikan terus menerus (continuous improvement).
    Organisasi yang bisa BERKEMBANG HANYA organisasi yang bisa beroperasi pada tingkat yang efisien.
    APA ITU KNOWLEDGE BASE BUSINESS?
    Kebutuhan manusia tidak terbatas, alat untuk memenuhi kebutuhan terbatas
    Teman saya cerita:
    Pada zaman purba, orang memenuhi kebutuhan mereka untuk makan dengan cara memetik buah dan memakan buah tersebut. Dalam perkembangan pemikiran mereka, mereka berfikir bahwa buah itu ada pada pohon, sebagian dari orang purba berperang untuk menguasai pohon-pohon yang menghasilkan buah untuk memenuhi kebutuhan mereka.
    Dalam perkembangan berikutnya orang purba juga melihat fakta bahwa pohon yang menghasilkan buah adanya di tanah, dari keadaan ini mereka juga berusaha untuk menguasai tanah.
    Pada zaman pertengahan muncul uang yang berfungsi sebagai modal, orang berfikir dengan menguasai uang juga akan bisa menguasai tanah dan pohon.
    Pada zaman sekarang masih banyak orang yang mengantungkan hidupnya pada pohon, tanah, dan uang.
    Pada zaman sekarang juga muncul suatu pemikiran apa bila kita menguasai ilmu pengetahuan (knowledge). Dengan menguasai ilmu pengetahuan uang akan datang dengan sendirinya.
    Bisnis yang berdasarkan pohon, tanah, dan uang namanya Assets Base Business.
    Bisnis yang berdasarkan ilmu pengetahuan nama Knowledge Base Business.
    Bisnis Anda, Assets Base atau Knowledge Base? Anda sendiri yang menjawab.
    Salam,
    Bendry Koto

  17. Hehehe, karena belum lulus juga akhirnya nambah gelar sendiri Danton Prabawanto, S.Kd

    Bill Gates mau ngga ya pakai gelar S.Kd :-)

  18. bukankah hidup ini juga pendidikan..

  19. Sulit sekali ketika kita dihadapkan memilih menyelesaikan kuliah untuk meraih gelar akademis atau berwirausaha dalam meraih kesuksesan.

    Kalau boleh saya memberikan jalan tengah, sebetulnya siapapun Anda, jika berhasil memberikan kontribusi yang positif kepada keluarga, teman, kerabat, bangsa bahkan dunia. Itulah kesuksesan yang seesungguhnya.

    Seperti halnya Bill Gates yang tidak menyelesaikan kuliahnya, namun dia berhasil menjadi pribadi yang mempunyai kontribusi yang luar biasa kepada dunia.

    Pada akhirnya pencapaian kita tergantung dari pemahaman tentang sukses itu sendiri.

    Kalau kita berpendapat kekayaan adalah simbol sukses, maka tidak heran para koruptor bergelimang dimana-mana.

    Kalau jabatan mernjadi smbol kesuksesan Anda, maka jangan heran para pejabat kita banyak yang digelandang KPK. Dan seabreg pemahaman salah lainnya.

    Salam
    DS Rachmat

  20. wong pinter kalah karo wong bejo — no more !

  21. saya ingin jadi pecundang saja… tidak apa-apa kan? :)

  22. wong bejo itu dasarnya memang wong pinter, jadi bisa bejo…no more.

  23. @Pogung177
    @onowae
    luwih penak maneh yen pinter tur bejo,piye,pilih bejo thok,pinter thok,opo pilih loro-loro-ne?

  24. cukup inspiratif :)

  25. Kalau kuliah yang gak selesai-selesai apa bisa seperti BILL GATES ya?

  26. Itulah sejarah..

    Kalau BILL GATES.. lulus kuliah
    Mungkin sejarah akan berbeda..

    Tp kadang saya merasa aneh.. mengapa kebanyakan Orang sukses itu berlatar belakang yg hampir sama..

  27. Antara aku, bejo dan bill gates…

  28. eh pak onno, koment jg di atas….

    saya mau selesaikan kuliah pak Gates ….. walau menggeh2 bayaran, tugas, doain ya pak. LULUSSS

    Balad Djozsy Ajiejos

  29. @onowae
    @seturan

    Jangan Contoh Bejo Gates … :D

  30. kalo orang indonesia, yg sering DO itu seleb ya pak…, kayak master adsense kita ini. he he he.., becanda doank pak :)

    oiya, ralat dikit nih.., :)
    kalo aq baca-baca di koran. emang yg no 1 sekarang warren buffet asal meksiko, bukan karena bill gates ceroboh, tapi karena bill gates menyumbangkan uangnya kepada dunia tuk kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, kemiskinan dll :)

    piyeee.., bukan karna mencaplok yahoo. he he :)

    NL:
    Yang banyak nyumbang itu bukan Microsoft, tapi Yayasan Melinda & Bill Gates.
    Harga saham Microsoft turun drastis semenjak mengumumkan ingin beli Yahoo!. Jadi kekayaan Bill Gates turun karena turunnya harga sama, tepat pada saat Forbes menghitung siapa manusia terkaya di jagad.

  31. biasanya kalo sudah sukses ngomongnya seperti itu pak :D

  32. Maaf Pak Nukman,

    Terus terang saya agak kecewa dengan ‘anjuran’ pak Nukman untuk tidak mencontoh Bill Gates semata dikaitkan dengan perkataan ybs soal kuliah atau tidak kuliah…

    Do what he did and does…NOT what he wants you to do ;-)

    Sungguh saat naif kalau sampai ada yang semata mencontoh Bill Gates putus sekolah hanya karena ingin meraih sukses bisnis seperti dia…

    Contohlah Bill Gates…! ;-)

  33. Walaupun bill gates tidak selesai kuliah akan tetapi ia punya talenta dan kerja keras yang hebat. Salut buat bill gates

  34. gak semua orang putus sekolah menjadi pengusaha sukses, gak semua sarjana tidak menjadi pengusaha sukses. jadi sebetulnya tinggal ’seberapa keras usaha mu?’

  35. Saya ingin nimbrung di blog ini, saya adalah pekerja, bekerja disalahsatu perusahaan penghasil BBM. Secara terpisah (di kota lain)isteri saya merintis mengelola Mini Market di Ruko yang kami bangun tahun 2004. Karena bakat bisnis dan keturunan dari keluarga pedagang, dia berhasil. Padahal basicnya hanya sekolah menengah saja. Tak lama kemudian setelah 2 tahun usaha ini dikembangkan, dia membangun sebuah rumah untuk sewa / kontrakkan sebanyak 12 kamar dari 24 kamar yang kami rencanakan dan saat ini sudah dihuni 7 kamar, Alhamdulillah.

    Bill Gate, piawai, punya talenta, bekerja keras. Ketika saya membaca sudut pandang mas Nukman tentang Bill Gate, saya bangga kepada isteri saya, tanpa keberadaan saya disisinya, dia bisa. Sementara anak kami yang sudah menyelesaikan ataupun yang masih duduk di Perguruan Tinggi, menurut saya kesungguhan bisnisnya masih belum berimbang. Dia masih bercita-cita : Ingin bekerja disalah satu Istansi / Perusahaan.

    Terima kasih Pak Nukman, pada blog ini banyak referensi yang saya peroleh, saya teruskan kepada isteri dan anak-anak kami, khusus kepada anak-anak supaya matanya terbuka lebar dan bagaimanaada mereka menyikapinya.

    Pak Nukman, sekalipun saya menetap di kota yang berbeda, namun saya selalu berkomunikasi dengannya dan anak-anak, saya selalu memotivasi, memberi info tentang kondisi saat ini dan bagaimana transformasi yang sedang dilakukan oleh Perusahaan ditempat berkerja saya, kami terapkan di toko kami. Demikian pak Nukman, semoga bermanfaat bagi mereka yang membaca blog ini. Terima kasih.

  36. Saya pribadi setuju dengan dia mengenai pentingnya akademis.

    Mau jadi entrepreneur? mudah memang, tinggal keluar kerja, jualan bakmi juga jadi entrepreneur, sukses? belum tentu!

    Menjadi entrepreneur akan jauh lebih baik jika sudah memiliki skill akademik ditambah pengalaman ditambah networking dan modal kalau bisa… :) bener?…

  37. Bill Gates adalah seorang warga Amerika yang mujur. Kemujuran ini ditunjang oleh suatu proses. Bayangkan kalau dia seorang sarjana, ada beberapa kemungkian diantaranya seorang sarjana akan mengimplementasikan hasil kuliahnya di dunia bisnis sehingga kemungkinan dia sukses atau gagal. Itulah dua kemungkinan yang selalu terjadi atau ada kemungkinan lain, yakni diantaranya.
    Maksud saya adalah siapapun yang memiliki jiwa akademis akan berbeda dengan mereka yang tidak memilikinya. Namun, urusan sukses dan gagal lebih baik ditinjau dari segi lain.
    Bisa garis tangan, atau proses usaha yang luar biasa yang tidak pernah dilakukan oleh seorang akademis yang mau masuk dunia bisnis.
    Kesimpulan saya:
    Itulah alam yang bersifat universal menjawab kehendak umat bumi ini. Dan, dia tahu memanfaatkan jawaban tersebut. Ini menurut versi the Silence

    eeeh maaf komentarnya melantur.

    Dadang IM Telkom

  38. saya setuju dengan pak NL, sebenarnya banyak pula orang yang bisa dikatakan “berhasil/sukses” yang sudah menyelesaikan akademisnya.
    selain bisa menularkan ilmu suksesnya (entah dalam kesusksesan bisnis/jabatan, dll) bisa juga menularkan ilmu akademis yang pernah didapatnya kepada orang lain.

    Sungguh suatu kearifan jikalau meneruskan akademisnya sampai selesai dan kemudian mengamalkannya mengingat saat ini masih banyak yang tidak beruntung untuk meneruskan pendidikan akademis padahal keinginan itu terpatri kuat di hatinya…

    SELAMATKAN INDONESIA !!!

  39. kadang ada org yg bilang kl mw jd pebisnis sukses nggak perlu sekolah tinggi2…

    bahkan nggak perlu lulus SMA jg gpp.. bukakah lbh baik lulus dan sukses?

  40. yah betul pak emang harus kuliah, dan kalo bisa diselesaikan kecuali kepeppet …

    saya mendapatkan cerita dan ilmu dari sini … hmmm

  41. mhh… menurut saya Bill Gatek ini tetap yang terkaya di dunia. mungkin untuk puluhan tahun kedepan sampai semua orang menggunakan Linux ato selain Microsuck. logikanya sederhana saja. “berapa sih orang di dunia ini yang memakai software microsuck legal?”

    30%, 40%, 50%, ato anggap 50%? trus sekarang berapa kekayaannya?sekian taun ‘berturut2′ terkaya. lalu kalo 100% ato anggap lah 90% aja orang di dunia memakai produk legal… apa masih ada yang lebih kaya darinya?berarti kekayaannya sekarang x 2(dikali dua) maaaakkkkk. kalkulator bs meledak tuh ngaliinnya

  42. “Ya baiknya kuliah sukses, jadi pengusaha juga sukses itu namamnya TOP banget ya.”

  43. Sepertinya dari komentar-komentar panjang kok belum ada komentar balasan dari pak nukman ya?

    Padahal komentarnya berisi dan berkualitas lho pak.. :D

  44. Assalamulaikum wb..

    Kalo di tanyak tanggapan saya, saya juga bingung, karena saya adalah orang yang gala kuliah juga, menurut saya sederhana saja.

    bedanya jika = orang kaya punya sosial yang tinggi sebahagian hartanya di infakkan kepada masyarakat miskin. dan dia beriman kepada ALLAH SWT. dan Mengikuti Sunnah Rasul. maka dia baru bisa dibilang orang terkaya.

    Karena nilai paling berharga didunia ini adalah apa yang bisa kita berika buat orang buka apa yang bisa kita punya.

    Jadi bila kita mau berusaha dan mau berdo’a kuliha kita pasti bisa tamat dan begitu juga dengan rezeki. kecuali kita tidak memeinta dan tidak berusaha.

    Alhamdulilah saya sekarang sudah bekerja…dan saya pingin terkaya di INDONESIA untuk bisa membantu orang yang membutuhkan uluran tangan kita…amin..seoga ALLAH swt. mau mengabulkan amin..

  45. kreatifitas & intuisi bisnisnya patut di contoh.
    gaya feodalnya bikin dia jadi kaya
    sementara kita dinegara miskin, harus membayar mahal produknya..

  46. Bill Gate & Microsoft Won the PC game,
    what have you done? Wink! wink!

  47. Steven Spielberg, sutradara film-film box office dunia, juga putus kuliah. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, sang triliuner baru yang baru berumur 23 tahun, juga tak menyelesaikan kuliahnya

    Mungkin bisa ditambahin, boss….

    Ken Arok ituh ndak kuliyah jugak, tapi bisa jadi raja dan punya bini second nyang cantik …

    ***komen ngaco, jangan ditiru….***

  48. Wah, iya. Cerita-cerita tentang orang sukses yang DO dari kuliah terkadang menyesatkan. Dijadikan legitimasi mahasiswa yang lagi kena problem terancam DO atau kuliah molor untuk tidak introspeksi diri (pengalaman pribadi hehe). Tapi barangkali di sisi lain, jadi inspirasi untuk yang DO karena ditekan situasi untuk tetap semangat…

  49. Biasanya pelajar America, setelah lulus, dengan gelar S1 tsb, mereka akan lebih confident untuk apply jobs. Justru yang DO ini yang malah ngga confident untuk apply kerja di perusahaan. Jadi akhirnya, it’s not they are applying jobs, but they are creating jobs for themselves. And you know what happens next. Employee has limits and employers has NO limits. Once one see his / her own limits, s/he will start seeing obstacles. Whereas the other one who see NO limits, will only see opportunies in front of them.

  50. Bokap Bill Gates termasuk golongan elite di Seattle, jadi Gates pun dari awal sudah dapet job untuk Traffic Signal project.

    Background & Dukungan keluarganya juga sangat membantu careernya, plus ambisinya yang super gede, pantas buat jadi pengusaha.

  51. Membuat Sistem Operasi super canggih seperti Windows yang di buat oleh Bill Gate,

    Bukankah itu sangat jenius????…

    Jadi bukan masalah lulus atau ga,
    tapi.. pemanfaatan tiap inci kedahsyatan sistem otak kita,

    Bill Gate yang ga lulus aja bisa sukses gitu,
    Seharusnya… yang lulus, HARUS lebih sukses dari Bill Gates dunz..!!!

    Nah…?? Ayo, Smangaaaat!!!

  52. wah klo dia beli pulau truz bikin negara baru pasti negaranya paling canggih hehehe gW mau jadi rakyatnya dah…..

  53. Agus Sumadanu Says:

    Haahahah… Lucu … gokil habis komen dari bung mizzloco

  54. sebenarnya tergantung orangnya. kalau orang seperti beliau-beliau ini meskipun tidak lulus sebenarnya mempunyai keinginan yang kuat untuk lulus, tidak hanya diam saja mereka juga belajar tetapi nasib memang aneh. membawa mereka ke jalan yang berbeda dengan semua. seperti saya… amin

  55. Strata pendidikan formal bukanlah satu2nya ukuran kemampuan personal

    Seorang Billgates, walau tdk kelar sarjana tetapi karena kemampuan diri dan yang jelas punya “keberanian” serta mempunyai visi yg jelas dan didiplin en fokus dlm pencapaian cita2nya maka beliau sukses

    dan sebaliknya banyak Doktor atau sarjana yg masih setia menjadi kuli orang lain..padahal secara keilmuan mereka mumpuni dari pada seorang tukang sayur yang menjadi konglomerat….

    Sekali lagi Disiplin, Berani, tangguh…en N

  56. Saya pernah baca satu artikel tapi sudah lupa namanya apa. Kekayaan Bill Gates menurun juga dikarenakan dia secara aktif di Bill & Melinda Foundations,aktif mengadakan amal dan memberi bantuan, mengadakan R & D untuk tujuan kemanusiaan.

  57. Sukses karena tidak sekolah dan gagal karena sekolah nggak ada hubungannya. Jika dipaksakan semuanya menjadi keblinger. Yang benar yang sukses itu pasti berilmu dan mengamalkannya serta diridhoi oleh ALLAH. Masalahnya kita semua memang udah tersesat jauh mengartikan orang berilmu. Orang berilmu kita artikan orang yang mencari ilmu lewat pendidikan formal (play group-S3 dan puncaknya profesor) sedangkan yang berilmu tapi tidak melalui pendidikan formal dianggap tidak berilmu (bodoh, tidak tahu apa-apa). Begitu melihat Doktor (profesor) yang banyak pikunnya daripada karya nyatanya kaget !, dan tambah gatal lagi ketika melihat tetangga sebelah rumah yang tidak sekolah (dianggap tidak berilmu)malah punya perusahaan banyak dan mengerjakan para sarjana. Nah coba jika kita artikan siapapun yang sukses itu karena berilmu dan yang gagal itu karena tidak berilmu, ceritanya bakal lain dunia ini. Hikmahnya mengingatkan para sarjana bahwa sekolah formal hanyalah sebuah cara atau memperoleh ilmu, begitu juga mereka yang tidak sekolah formal tapi sukses pasti juga punya cara untuk memperoleh ilmu. Karena sama-sama punya cara makanya mereka sama-sama punya ilmu, sekarang yang membedakan siapa yang punya kualitas ilmu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari itulah pemenangnya. “Ilmu yang tidak dipraktekan seperti orang lumpuh nggak bisa kemana-mana dan tidak pernah kemana-mana, trus praktek (kerja) tanpa ilmu seperti orang buta, sering salah jalan. INGAT OM BILL GATE nyuruh kita sekolah itu baik, tapi motivasinya nyuruh sekolah lebih cenderung agar kita tetap beli dan menggunakan produknya. Coba kalau buta huruf semua, siapa yang akan menggunakan komputer. Nah tu kan dipolitikin Bill Gate yang berilmu, bukan Bill Gate yang tidak sarjana.

Leave a Reply


Online Survey Personal Branding Nukman Luthfie, Berhadiah!


Online Strategy

Recent Comments

Yana:

Memang berat meninggalkan zona nyaman (kerja, dapat gaji bulanan+tunjangan_insentif+bon us). Waktu mulai...

Yana:

Haduh…haduh.. Alhamdulillah saya ketemu tulisan ini. Sama dng yg saya alami. Waktu memutuskan mulai...

fx minory:

“JANGANLAH MENANGIS KARENA PUTUS CINTA … AKAN TETAPI MENANGISLAH KARENA PUTUS...

Vandy:

Baru tau bill gates keluar dari microsoft. Memang hebat orang itu….

febri:

saya baru ngeh om bill gate mundur dari ladang emasnya, saya setuju dia mundur (memberikan kesempatan kpd...

Dwi Heriyanto:

Bill Gates mengundurkan diri, mungkin kata2 tersebut kurang tepat, Bill Gates bukan mengundurkan diri...

Bisnis Award

Copyright © www.sudutpandang.com 2008 - Powered by Virtual Consulting | Valid XHTML - CSS