Inspirasi

Bisnis Berbasis Research and Development

Posted on September 11, 2008 |

Oleh Hasanudin Abdurakhman, Direktur PT Osimo Indonesia

Saya bekerja pada sebuah perusahaan manufaktur plastic molding injection, sebuah perusahaan PMA Jepang. Perusahaan platic molding injection membuat produk plastik dengan cara melumerkan bijih plastik (resin), dan memasukkanya ke dalam cetakan (mold) dengan tekanan tinggi (injeksi) mencetaknya menjadi bentuk tertentu. Produknya digunakan secara luas sebagai kemasan, komponen elektronik, otomotif, medikal, dan lain-lain.

Di Indonesia ada banyak perusahaan sejenis. Bila kita berkunjung ke suatu kawasan industri, dengan mudah kita bisa menemukan perusahaan yang bergerak di bidang ini, baik yang merupakan perusahaan PMA maupun PMDN. Sebagian dari perusahaan itu berdiri sendiri, tidak mempunya hubungan khusus dengan klien-kliennya. Tapi tidak sedikit pula yang merupakan anak perusahaan atau sister company dari sebuah perusahaan yang mebutuhkan komponen plastik. Grup Modern yang dulu dikenal sebagai produsen film dan kamera Fuji misalnya, memiliki anak perusahaan plastic molding injection. Ada pula perusahaan yang memiliki divisi plastic molding injection secara internal seperti produsen kosmetik Mandom.

Perusahaan tempat saya bekerja ini adalah sister company dari Fumakilla, produsen obat nyamuk VAPE. Kami menyediakan kebutuhan plastik Fumakilla Indonesia seperti kemasan/cap aerosol, device obat nyamuk elektrik (mat dan liquid). Tapi produk utama kami adalah device obat nyamuk portable untuk dipasarkan di Jepang, Taiwan, dan Italia.

Ketika perusahaan ini mulai berdiri dan dalam persiapan operasi komersial awal tahun 2007, banyak kalangan bisnis Jepang di Indonesia yang mempertanyakan kenapa Grup Fumakilla baru mulai investasi di bidang plastik saat ini. Ya, seperti saya tulis di atas, sudah ada demikian banyak perusahaan sejenis, dalam berbagai skala, baik dengan modal asing, dalam negeri, maupun perusahaan terbuka. Memulai investasi di bidang ini saat ini mirip dengan menjadi penjual duren di musim duren. Sudah demikian banyak yang melakukan, sehingga sulit untuk menangguk untung besar.

Demikianlah. Ketika saya mencoba masuk ke pasar lokal, mencari order dari luar grup kami, saya merasakan kesulitan itu. Kalaupun ada order margin keuntungannya sangat tipis. Pengguna produk kita umumnya sudah paham betul seluk-beluk dunia ini. Mereka tahu berapa harga bijih plastik, ongkos tenaga kerja, ongkos produksi lain, sehingga harga jual produk kami nyaris sudah bias mereka tentukan. Karenanya sulit untuk mendapat untung yang memadai.

Di tengah kebingungan itu, pemilik modal yang juga Presiden Direktur di perusahaan induk kami di Jepang (Osimo Sangyo Ltd.) memberi gambaran kepada saya mengenai dunia ini. Di Jepang sendiri, cerita dia, ada ribuan perusahaan sejenis dengan berbagai skala. Tapi yang menangguk untung besar seperti perusahaan kami sangat sedikit. Kuncinya terletak pada inovasi.

Sejak mulai berdiri tahun 60-an, perusahaan ini mencoba bermain di berbagai sektor. Mulai dari kemasan, komponen otomotif, barang rumah tangga, kontruksi, medikal, dan olah raga. Situasinya mirip dengan yang saya ceritakan di atas; sulit meraih untung yang memadai. Profit mulai besar ketika perusahaan ini melakukan berbagai inovasi. Berbagai barang dari plastik yang saat itu belum dikenal, diciptakan. Di antaranya kemasan telur, strawberry, tiram, yang dijual ke supermarket yang saat itu juga baru mulai berkembang di Jepang.

Sebagai sister company dari Fumakilla Ltd. Jepang, perusahaan ini adalah salah satu tulang punggung dalam inovasi berbagai produk Fumakilla. Perlu diketahui bahwa device obat nyamuk elektrik mat pertama kali di dunia dibuat oleh Fumakilla. Fumakilla Jepang saat ini adalah produsen obat nyamuk dan kebutuhan rumah tangga terbesar nomor tiga di Jepang. Tapi khusus untuk device obat nyamuk portable yang sekarang kami produksi, Fumakilla tercatat sebagai penguasa pasar terbesar.

Di samping melakukan inovasi untuk produk Fumakilla, Osimo Ltd. Jepang juga mengembangkan produk olah raga (bersama Asics) dan medikal (bersama JMS).

Itulah jalan yang harus kami tempuh. Kami sadar bahwa sudah banyak perusahaan sejenis yang lebih dulu hadir di Indonesia dengan kekuatan modal yang jauh lebih besar. Satu-satunya jalan untuk bertahan hidup adalah dengan mengembangkan produk-produk baru dan menguasai pasarnya.

Berbagai interaksi dengan orang Jepang memberi saya pengalaman bahwa inovasi harus mampu menembus tembok-tembok virtual yang kadang membatasi ruang gerak kita seperti problem sembilan titik. Perusahaan-perusahaan Jepang banyak yang melakukan inovasi untuk mendukung core business-nya, tapi hasil inovasi itu justru membuka peluang bisnis baru.

Ketika masih menjadi mahasiswa S3 di Jepang, saya diminta membantu analisa spektrum inframerah untuk sebuah perusahaan bernama Toppan. Engineer yang melakukan analisa bersama saya menjelaskan bahwa mereka memperoduksi pelat semikonduktor yang merupakan basis monitor computer notebook. Mereka menemukan residu kimia yang diduga berasal dari sisa bahan pencuci dalam proses produksi mereka. Untuk memastikan unsur-unsur dalam residu itulah mereka membutuhkan analisa inframerah.

Sambil bekerja engineer tadi bercerita bahwa Toppan sebenarnya adalah perusahaan percetakan. Ya, percetakan kertas, untuk Koran, majalah, kemasan makanan, dan sebagainya. Mereka melakukan berbagai inovasi teknik percetakan hingga mampu mencetak pada skala mikro, bahkan sub-mikrometer. Nah, teknik ini belakangan ternyata berguna dalam dunia industri semikonduktor yang merupakan basis industri barang-barang elektronik. Teknik itu kemudian menjadi basis sebuah core business baru, yaitu “percetakan semikonduktor”.

Hari ini saya bertemu dengan kenalan baru, engineer di Osimo Ltd. Dia baru saja bergabung. Sebelumnya dia bekerja di sebuah perusahaan bernama Sailor. Saya mengenal perusahaan ini sebagai produsen take out robot yang digunakan untuk mengeluarkan produk dari mesin injeksi dalam bisnis plastic molding injection. Tapi setelah ngobrol dengan engineer tadi saya baru tahu bahwa core business perusahaan ini bukan memproduksi take out robot, tapi memproduksi alat tulis. Take out robot dikembangkan dalam proses produksi mereka untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Hasil inovasi itu kemudian membuka core business baru, mirip dengan kasus Toppan tadi.

Dalam bisnis, ketika sudah sukses di suatu bidang, kita kadang mencari-cari bidang baru di luar yang kita kerjakan saat ini. Tapi kita kadang luput melihat peluang baru itu dari bisnis yang saat ini kita geluti, karena kita kurang optimum melakukan inovasi. Jadi, coba lihat sekali lagi bisnis kita. Siapa tahu di situ ada peluang bisnis baru yang menunggu pengembangan.

Hiroshima, 6 September 2008
Mohon maaf, beberapa link yang saya berikan hanya tersedia dalam bahasa Jepang

NB:

Tulisan ini dipersembahkan khusus untuk Sudutpandang.com

Comment: arrow

13 Responses to “Bisnis Berbasis Research and Development”

  1. Sebuah tulisan yang sangat menarik mengenai inovasi. Kisah tentang penemuan walkman, juga tentang penemuan teknologi behind Google, selalu membawa inspirasi.

    Saya pernah juga menulis tentang “Ranking 10 Perusahaan Paling Inovatif Di Dunia” yang bisa disimak DISINI.

  2. aku juga kerja di bagian R&D tapi kok nggak bisa seganteng kang Hasan ini ya?

    sori, malah curhat….!:-)

    salam

    eshape

  3. Luar biasa pak hasan, Beliau Dulunya pernah menjadi Dosen Di FMIPA Universitas Tanjungpura, Pontianak, Tempat saya kuliah sekarang…
    Tulisannya mengenai R&D sangat membuka wawasan, hebat pak sudah jadi penulis di sudutpandang.com,

    Terima Kasih,
    Mahasiswa FMIPA Kimia Untan 03
    http://www.ardhindie.com

  4. Thanks Pak Hasan atas sharingnya.

    Inovasi memang bisa jadi dewa penyelamat dari sebuah komoditisasi. Sekarang juga lagi marak bagaimana inovasi yang di driver dari segi desain. Jadi, mari lihat bisnis kita, adakah peluang untuk berinovasi lewat desain?

  5. Kalau masuk sini saya minder lho Mas… Beda kalau bercandaan di Plurk…
    Ini kan Blog Priyayi…
    Saya juga kagak tau mau ngomong apa…
    Sangat jauh dari jangkauan dan Ilmu saya…
    Numpang permisi saja lah…
    Rasanya seperti masuk ke Restoran Jepang.
    Kagak tau mau pesen apa & ngomongnya gimana.
    Saya kikuk…

  6. pak tulisan2nya sangat bagus…sangat membantu dalam mencari inspirasi ide-ide bisnis. mungkin suatu saat akan lebih banyak yg terjun ke dunia ini :)

  7. bagus sekali tulisannya..membuka wawasan untuk lebih inovatif, dan melihat peluang.

  8. Makasih atas sharingnya :)
    Bisa saya terapkan di bisnis online saya
    Akan saya coba

  9. Saya masih mahasiswa….

    cuma sekedar bertanya…
    Faktor utama yang membuat kita dapat menemukan inovasi baru pada produk kita..

    ada referensi tentang tips2 menciptakan inovasi baru ?

    Mungkin bapak2 sekalian memiliki cerita yang dapat dibagikan pada saya…..

    Teima Kasih untuk sharingnya….

  10. waw, luar biasa sekali pengalaman anda…
    saya sangat terinspirasi dengan tulisan anda.
    kebetulan saya saat ini bekerja di perusahaan injection molding plastic. perusahaan kami baru berjalan bulan juli 2008. betullll sekali,.kami sudah berjalan 3 bulan hanya dengan order dari single customer. saya bingung harus membantu perushaan mendapatkan income dari mana? sudah beberapa rekomendasi dan referensi artikel dan praktisi yang telah saya pelajari. ditambah saat ini dari anda… terimkasih banyak pak… sukses terus buat anda, dan doakan juga buat saya he…he…

  11. Terima kasih pencerahannya. Indonesia butuh pondasi inovasi untuk keluar dari lembah keterpurukan ini. *Halah bahasanya * ;p

  12. mas kirim aku tulisan2 inovasi dan R&D ya…
    ke e-mail ajah…

    juga buat temen2 laenya yang punya.

    okeh….
    makasih banget.

    arya
    http://www.flexiholic.com
    yusuf.aria@yahoo.com
    telp. 0343-7703111 (flexi)

  13. wah makasih buat sharingnya,..
    secara kerja d pabrik mold & dies yang hanya menjadi suatu divisi, alias bukan menjadi core bisnisnya,..
    tetapi tuntutannya adalah menjadikan dari cost center menjadi profit center bagi internal perusahaan,..
    di satu sisi keterbatasan ruang gerak (krn hanya mensupply dari divisi ke divisi laen, masih satu perusahaan) namun kreatifitas lah yg harus lahir,.. sayang blon lahir²,.. :-( maklum, masih d zona aman,.. :-)

    luq

Leave a Reply

Recent Comments

bayuhebat:

baru kali ini liat solusinya (ttg rokok) solutif. biasanya pake cerita atau pun segala cara gak mempan...

arianto sam:

merokok memang enak bagi mereka yang sudah merasakannya, bahkan bagi mereka yang habis makan kalau...

mfathur:

siapa ya dulu yang punya ide menjual rokok? ide marketing yang bener2 gila..he he he Luar biasa. Kira-kira...

sufehmi:

@reza - selamat ! :) Dan salut untuk keberhasilannya berhenti merokok. Untuk pak Nukman, terimakasih banyak...

Anjar Priandoyo:

Rokok? kenapa harus dilarang? saya kira tidak akan pernah efektif. Merokok itu pilihan, sama...

Bowo:

saya sudah 5 tahun yang lalu berhenti merokok. betul kita alokasikan ke tempat yang lebih produktif.


Copyright © www.sudutpandang.com 2008 - Powered by Virtual Consulting | Valid XHTML - CSS