About

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin

Mengapa saya memilih domain “Sudut Pandang“?

Sederhana: karena memang ini sudut pandang saya yang subyektif terhadap berbagai hal, baik mengenai entrepreneurship, manajemen, orang lain yang inspiratif, maupun pengalaman sehari-hari.

Namun, saya juga punya mimpi, suatu ketika banyak pihak, terutama para CEO, direksi, pejabat, yang bisa menuliskan sudut pandangnya di sini, sehingga sudutpandang.com dapat menjadi ruang pembelajaran maya bagi publik.

Entah kapan mimpi itu terwujud.

Yang jelas, saya mulai terlebih dulu dengan menuliskan sudut pandang saya.

The journey of a thousand miles begins with a single step.

Nah, langkah pertama sudah saya ayun hari ini, Selasa, 4 Maret 2008.

Bagi mereka yang lahir pada tanggal ini, saya ucapkan selamat ulang tahun, dan semoga tahun berikutnya kita bisa merayakannya bersama-sama.

Selamat menikmati.

112 thoughts on “About

  1. makasih mas atas informasinya,, keren….

  2. Sudut pandang yang bagus terimakasih atas infonya,http://gardaoto.marketing/

  3. Maju terus sudut pandang!

  4. luar biasa website nya bapak, info nya sangat menarik dan segar. salam enterprenenur!
    dokterunggas.com

  5. hai mas Nukman, perkenalkan saya saliman pemilik sudutpandang,net. Dulu saya juga bercita-cita sebagai penulis. awalnya ingin sekali memiliki suatu karya namun isi blog saya sungguh rendah sekali nilai kontennya dibandingkan punya mas. Namun saya mempunyai pemikiran sama sebelumnya mengenai domain sudutpandang itu mempunyai arti yang luas dan mampu membahas apa sqaja. Semoga mas Nukman dapat menerima kehadiran saya sebagai teman mas walau masih acak-acakan blognya hehe

  6. sederhana itu memang hebat, suka dengan alur kata, dan tampilannya, bravo oom

    Rian
    yuk #SinergiBersih

  7. mantap om, kunjungi blog ane : pulnp.com

  8. Sudah banyak tokoh lintas disiplin ilmu yg mau n jd kontributor di-blog ini pak? Klo belum, hayuuk tahun ini coba disoundingkan ke berbagai lini (praktisi, akademisi, pemangku kebijakan)

    *Selain ranah online berupa blog kolaborasi, bagaimana jk jg dlm bentuk #knowledgesharing lintas disiplin ilmu, kepakaran, dan bidang secara offline …atau mungkin sudah prnh dselenggarakn? email officialny apakah kini pak?

  9. Contentnya sangat memberkati saya…

  10. Sering kali, saya memiliki sudut pandang, sendiri dalam menyikapi kondisi yang terjadi saat ini. Baik itu politik, sosial budaya, teknologi, dan lain2nya. Hanya saja, sudut pandang saya hanya ada didalam benak saja, terkadang sangatlah susah untuk dituangkan kedalam tulisan.
    Sebagai contoh, mengenai Pilkada (politik). Banyak yang kecewa dengan walikota bandung “Kang Emil”, karena menerima pinangan partai Nasdem dan PDIP untuk maju pada pemilihan gubernur Jabar. Saya memiliki sudut pandang sendiri dalam hal ini. Dulu, kang emil digadang2 sebagai pesaing berat Ahok di Jakarta, dengan gaya dan ciri khas nya sendiri, yang terlihat santun dan sangat menarik simpati dari masyarakat. Kang Emil menolaknya, dengan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan sikapnya. dan cara ini sungguh sangat efektif, simpati pun mengalir. Kemudian, dalam perebutan DKI 1, tim kampanye Ahok, menampilkan hasil kerja ahok, dengan sebuah foto, sebagai alat kampanye ahok, mengenai hasil karya ahok dalam memimpin jakarta, yang kemudian diketahui kalo hasil karya dari foto tersebut adalah sebuah tempat yang berada dibandung, dan disini Kang emil melalui Medsos nya, menyatakan bahwa itu adalah hasil karya nya, dan tentu saja dengan cara dan style nya sendiri yang santun dan menarik simpatik. Hal ini membuat kesan bahwa ada persaingan antara Ahok dan Kang Emil.
    Kemudian, tdak lama berselang, Melalui medsosnya, kang emil menampilkan sebuah foto tentang kedekatannya dengan ahok. dan selanjutnya, beberapa saat kemudian, PDIP dan NASDEM, megusung kang emil sebagai calon gubernur jabar.
    Dari kejadian diatas, saya mempunyai sudut pandang sebagai berikut:
    1. Bahwa semua proses politik ini, dalam hal Pilkada ini, ada seseorang atau setidaknya kelompok orang yang menjadi Master Planning, atau master mine nya. yang mengatur atau merencanakan dengan sedemikian detail dan matangnya. saya sebut saja sang maestro.
    2. Sang maestro, telah merancang sedemikian rupa, agar para pemimpin2 daerah khususnya di Pulau Jawa akan mereka kuasai secara penuh.
    3. Dengan menguasai Pulau Jawa, maka akan memudahkan dan memuluskan dalam ajang pemilihan presiden nanti (2019).
    4. Bahwa saya yakin, sebelum putaran pilkada serentak dijalankan, kang emil sudah lebih dulu di plot untuk jabar 1, ahok DKI 1, Risma untuk Jatim 1, dan Rano Karno untuk Banten 1, untuk Jateng, saya belum mempunyai pandangan siapa yang bakal diplotnya, krn ganjar sendiri sudah 2 periode.
    5. Ahok, membuat suatu pencitraan dengan mengatakan bahwa partai politik adalah sarang maling, dan akan maju ke DKI 1 lewat jalur independen.
    6. Kang emil membuat pencitraan, dengan tidak akan maju ke DKI 1, dengan mengatakan bahwa seolah2 blum pantas untuk DKI 1. Penolakan yang dilakukan dengan gaya bahasa dan sikap yang santun dan menarik simpati.
    7. Saya merasa tentu saja kang emil sudah mengetahui bahwa dia akan di majukan untuk jabar 1. dan menggunakan dukungan masyarakat utk maju ke DKI 1 sebagai suatu pencitraan dengan menolaknya secara santun dan menarik simpati.
    8. Begitu juga dengan Ahok, Risma, Rano dan lain2nya.
    9. Semuanya sudah tahu pasti, yang terjadi, karena semuanya merupakan bagian dari rencana besar dari sang maestro.
    10. Sekarang, dapat kita lihat, sebelum kang emil menerima pinangan dari PDIP dan Nasdem, kang emil mencoba untuk menggiring opini para pendukungnya, bahwa tidak ada gesekan2 apapun antara dia dengan Partai2 yang mendukung org2 yang dulu seakan2 menjadi musuh dari kang emil dalam politik.
    11. Untuk ganjar di Jateng 1..sekarang namanya masuk di dalam salah satu yang menerima aliran dana dari e-KTP. Saya melihat ini dari sudut pandang saya, menurut saya, krn karir politik ganjar sudah tamat. Jateng sudah 2 periode, sedang untuk ke tingkat yang lebih tinggi lagi sudah ada kandidatnya. jadi tidak ada salahnya ikut dikorbankan demi tujuan yang lebih besar lagi. sehingga bisa jadi digunakan sebagai pencitraan dari sebuah partai tertentu.
    12. Selain itu, mungkin juga dikorbankan untuk menutupi “hal yang lain”, atau bisa jadi “orang besar lain” yang ada dipartai itu.
    13. Kesimpulannya, bahwa dalam politik tidak akan pernah kita temui yang namanya KEJUJURAN, KESETIAAN, Politik hanya mengajarkan kita untuk menjadi orang MUNAFIK, orang PICIK, karena demi kekuasaan akan melakukan apa saja walaupun itu menentang hati nurani.

    Itu hanyalah sebatas sudut pandang dari saya saja..benar atau tidaknya, saya juga tidak yakin, tapi disaat saya menyaksikan berita2 tentang itu, benak saya bergumam seperti itu.

    Maaf apabila tulisan ini tidak sesuai dengan tata cara penulisan sebuah artikel yang benar.
    Saya hanya menyampaikan unek2 saya, menyampaikan apa yang ada dibenak saya.
    Tentu saja pesan ini akan di Moderasi dulu sama Kang Nukman, di setujui atau tidaknya untuk ditampilkan bukanlah suatu keharusan. setidaknya, saya sudah memberikan sedikit apa yang saya rasakan.
    Terimakasih Kang
    wasalam

  11. Saya sering bolak balik ke sudutpandangdotcom om, belum update lagi ya om?terakhir tanggal 4 maret ya?
    Artikelnya menarik, enak bacanya..

Leave a Comment