Perlukah Personal Branding di Media Sosial?

Di era digital, persepsi mengenai siapa kita itu dibangun oleh pihak-pihak lain. Jika kita seorang yang cukup dikenal publik dan layak berita, media arus utamalah yang membangun persepsi kita melalui artikel atau berita yang ditulis/disiarkan mengenai kita. Jika kita belum layak media, teman-teman kita menulis apapun mengenai kita di akun media sosial mereka.

Media arus utama dan akun media sosial adalah pihak luar. Bukan kita. Mereka menulis apapun sesuai kebutuhan mereka masing-masing. Tulisan yang bagus akan menyenangkan kita. Tulisan jelek akan membuat kita jengkel. Kita tidak bisa memaksa mereka menulis sesuai kemauan kita.

Dengan personal branding melalui media sosial, persepsi publik mengenai kita tidak lagi didominasi oleh apa yang dikatakan oleh pihak luar, tetapi kita juga ikut mengisinya sesuai personal brand yang ingin kita bangun. Kita sendiri yang menanam konten-konten yang ikut membangun personal brand kita melalui akun media sosial kita secara tekun, setiap hari, setiap pekan, setiap bulan, tanpa lelah, bahkan dengan hati riang.

Perlukah Personal Branding di Media Sosial?

Bagi yang mudah mendapatkan pekerjaan sesuai keahlian dan minatnya, mungkin akan menjawab tidak perlu. Tawaran pekerjaan datang sendiri, bahkan sampai menolak-nolak.
Bagi yang sudah mapan finansial, mungkin saja balik bertanya: buat apa personal branding? Uangnya toh sudah cukup.

Bagi yang sedang berjuang agar menjadi anggota legislatif atau pemimpin daerah dengan merebut suara publik, dengan lantang menjawab: wajib! Memiliki personal branding yang kuat, yang membedakan dirinya dengan calon legislatif lain atau dengan calon pemimpin lain dalam satu kantong suara, amat menentukan kemenangan, terutama di daerah padat pengguna media sosial.

Bagi yang sedang mencari pekerjaan sesuai keahlian dan minatnya, dan harus bertarung merebut kesempatan itu dari ribuan calon lainnya, personal branding via media sosial jelas perlu. Para pencari bakat atau karyawan kini juga melacak jejak digital calon karyawannya di media sosial.

Agar kita riang gembira mengelola personal brand kita di media sosial, kuncinya ini: menjadi diri sendiri di media sosial, dengan menonjolkan apa-apa yang menjadi kompetensi dan minat kita. Hindari kepalsuan dan kepura-puraan.

sumber foto: accompany

Related posts

One Thought to “Perlukah Personal Branding di Media Sosial?”

  1. perlu keknya karena.. keinginan akan populis
    Sangat Bermanfaat

Leave a Comment