Sabarkan Jempolmu Saat Gatal Ingin Menyebarkan Bencana Kemanusiaan Rohingya

Banyak  foto dan video hoax  bertebaran di media sosial terkait dengan bencana kemanusiaan Rohingya, Myanmar, yang sedang menjadi perhatian dunia saat ini. Penyebaran cepat ini karena berbagai faktor, utamanya karena prihatin dengan kekerasan yang terus terjadi dan publik ingin berperan aktif mencegah hal itu. Mereka yang prihatin ini cenderung mudah menyebarkan foto/video yang amat menyentuh hati meski hoax.

Info hoax ini bisa menggerakkan hati untuk berbuat baik (misalnya mengutuk penindas, atau mengumpulkan bantuan misalnya), namun di sisi lain, bisa berbahaya, memecah belah publik, memperuncing pertentangan antar masyarakat.

Tak ada yang kebal terhadap info bohong ini. Sepintar apapun seseorang, setinggi apapun posisinya, sehebat apapun pengalamannya, tetap rawan kena hoax.

Lalu, bagaimana mengidentifikasinya?

Pertama, perlu disadari, bahwa pada setiap bencana selalu ada berita/foto/video hoax yang bertebaran di media sosial. Dengan kesadaran ini, otomatis kita tak akan serta merta menyebarkan berita/foto/video bencana yang lalu lalang di media sosial.

Kedua, cek sumbernya. Jika berasal dari orang yang kita percaya, cek orang tersebut mendapatkan dari mana, karena bisa saja ia juga korban hoax. Jika sumbernya nggak jelas, abaikan, tak usah repot-repot menyebarkannya meski ia orang terpercaya. Sepintar dan sehebat apapun seseorang, tak akan steril dari hoax.

Ketiga, jika sumbernya adalah media arus utama, cek apakah foto/video itu hasil karya jurnalistik media itu atau mengutip dari media lain/asing. Jika dari media lain, cek sumber aslinya, jangan-jangan ada salah persepsi.

Sebagai tambahan: jika foto-foto itu tentang korban berdarah-darah, dari manapun sumbernya, jangan disebar. Itu tidak layak sebar.

Sabarkan jempolmu saat gatal ingin menyebarkan info bencana apapun, termasuk bencana kemanusiaan Rohingya.

foto: Nielmanlab.

Related posts

Leave a Comment