Konteks dan Tafsir

Salah tafsir seringkali terjadi saat membaca update status teman (atau orang lain) di media sosial. Hal itu bisa terjadi karena ada salah satu komponen dalam komunikasi yang terabaikan. Di media sosial, yang seringkali terabaikan adalah ini: konteks.

Komponen konteks itu:
1/ Kapan update status itu dilakukan?
2/ Di mana updatenya (bisa terlihat jika check-in).
3/ Apa yang melatarbelakangi update statusnya itu.

Kadang kita kurang sabar memahami konteks, lalu menafsir, dan memberikan komentar yang melenceng, yang bisa saja berujung pada pertengkaran.

Nah, salah satu pembunuh konteks adalah screencap dari status update. Screencap itu hanya menyampaikan pesan yang terbaca. Konteksnya hilang, karena waktu, tempat dan faktor yang memicunya tak ter-screencap.

Apalagi jika yang di-screencap itu update status saat ini dan dibandingkan dengan masa lalu yang bertolak belakang secara tekstual. Misalnya saat ini seseorang bilang suka sama A, eh ternyata lima tahun lalu ia benci banget. Ketika screencap dua hal itu disandingkan, yang terbaca adalah si A plin-plan. Padahal, jika paham konteksnya, bisa jadi tidak demikian.

Intinya, dalam menilai sesuatu di media sosial, usahakan membaca seutuhnya, bukan sekadar kepingan-kepingan screencap tanpa konteks.

Related posts

Leave a Comment