Tetap Menulis Blog di Tengah Banyaknya Godaan untuk Tidak Ngeblog

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin

Duluuuuu, jamannya WordPress, Blogspot dan sejenisnya merajalela, selalu ada waktu untuk menulis blog. Sepekan bisa dua tulisan. Sebaliknya, waktu untuk berdebat di forum dan milis berkurang. Kini, ketika media sosial berkuasa, waktu terbanyak tumpah di Facebook, Twitter, Instagram, dan sejenisnya. Selalu saja ada ada alasan untuk tidak menulis blog lagi. Belum tentu sebulan sekali menulis blog.

1/ Menulis di Facebook bisa sepanjang nulis di blog dan lebih menyenangkan.

Ya betul, mau menulis sangat-sangat panjang di Facebook bisa saja, baik via Wall maupun Notes. Kita bisa menulis hingga 60.000 karakter, yang setara dengan 10 halaman majalah! Menambahkan foto, gambar atau video untuk memperkaya tulisan juga sangat mudah.

Sudah begitu, tulisan bagus akan mendapat respon yang lebih cepat karena segera dibaca oleh teman-teman kita. Respon cepat itu bisa saja hanya sekadar like atau emoticon lain, hingga reply pendek atau panjang. Yang menyenangkan adalah ketika tulisan itu menyebar keluar dari jejaring pertemanan karena di-“share”

Respon seperti inilah yang kini kian sulit di blog. Bahkan ketika tulisan blog kita taruh di Facebook, respon di Facebook malah lebih banyak daripada di blog.

Blog kini menjadi dunia yang sunyi.

2/ Kultwit yang begitu menggoda.

Twitter, mesti hanya terbatas 140 karakter, tetapi tetap menjadi media yang asik untuk menuangkan gagasan sambil sekaligus memancing respon seketika.

Bagi sebagian orang, ide yang panjang bisa dituangkan dalam bentuk kultwit, baik yang berseri pakai nomor maupun tidak.

Kultwit memang ada kelemahannya, misalnya follower hanya baca sebagian lalu membuat tafsir yang keliru. Akan tetapi, manfaatnya lebih menyenangkan pelaku kultwit: twitnya menyebar, mendapat respon bahkan oleh mereka yang tidak men-follow, serta menumbuhkan follower baru.

Kultwit kini bisa dirangkum untuh menggunakan Chirpstory.

3/ Gambar yang bermakna ribuan kata

Picture talks more than 1000 words!

Tak perlu menulis banyak. Ungkapkanlah ribuan kata itu dengan satu gambar.

Inilah yang membuat Instagram begitu menyenangkan. Cukup dengan satu foto yang tepat, tak perlu lagi uraian kata yang panjang lebar. Biarkan penikmat foto menafsirkan sendiri.

Apalagi Instagram kini bisa untuk membuat video pendek.

Oh ya, jangan lupa, ada Steller, yang bisa menggantikan format blogging menjadi lebih indah dan enak dibaca.

blogkopi

Dengan segala macam godaan menoreh jejak digital dan gagasan di berbagi media sosial tersebut, buat apa ngeblog?

Hmm…kalau buat saya sih blog itu ibarat rumah. Kita bisa saja jalan-jalan ke mana saja, akhirnya harus pulang ke tempat yang menjadi identitas kita.

Twitter, Facebook, Instagram dan sosial media lain adalah tempat untuk jalan-jalan, bercakap-cakap dengan yang lain, berbagi gagasan secara ringan, membangun hubungan dengan siapa saja. Blog, termasuk Sudutpandang.com ini, adalah rumah, di mana teman-teman di media sosial bisa mendapatkan tulisan atau gagasan yang lebih utuh, bukan sekadar percakapan di media sosial.

Rumah harus hidup dan terjaga. Itulah sebabnya, meski tidak seaktif lima tahun lalu, blog ini masih hidup dengan tulisan-tulisan baru. Termasuk yang ini 🙂

Selamat #HariBloggerNasional.

 

Related posts

12 thoughts on “Tetap Menulis Blog di Tengah Banyaknya Godaan untuk Tidak Ngeblog

  1. Tidak semua bisa diwakilkan hanya dengan gambar saja, Mas Nukman. Jadi, ya, tetap menulis dan ngeblog 😁💪

  2. Selamat #HariBloggerNasional Pak Nukman. Mungkin saya aneh, tapi saya malah lebih nyaman menulis di blog. Dengan sepinya dunia blog, saya bisa menulis apa saja dengan lebih bebas tanpa kuatir dibully, diserang, dan berkonflik yang tidak perlu di media sosial. Narsis dalam bentuk tulisan, menulis untuk dibaca dan dinikmati sendiri, hehehe…

    1. Kamu jenis kreator kelas kakap 👍

  3. Saya suka tulisan ini nyantai tapi nendang. 🙂

    Terima kasih untuk diingatkan. 🙂

  4. Bagus blog ini. Seperti merefresh apa yang sudah ada.

    Selamat Hari Blogger Nasional 🙂

  5. Bener banget mas, godaan buat males ngeblog emang banyak. Tp balik lagi ke tujuan ngeblog. Selama buat sharing semoga jd nilai ibadah.

  6. Masih nulis di blog karena satu: suka menulis. Itu saja.

  7. Alhamdulillah saya masih ngeblog sekarang.
    anyway kalau untuk saya tergantung dari nawaitu pas awal ngeblog dulu bisa jadi berpengaruh sampai sekarang tuh pak, kalau dulu ikutan karena blog jadi tren aja ya nggak bakal bertahan lama, lalu pas rame di media sosial ya ikut kebawa kesana.

    kalau ngeblog kan lebih bebas mau ngapain juga, lagipula apapun media sosialnya, blog atau website juga pasti tetap dibutuhkan toh ya pak.

    anyway tulisannya kena banget tuh pak, ringan tapi dalem 🙂

  8. selalu suka tulisan pak nukman 🙂

    1. aku juga suka tulisan Ninit di istribawel.com

  9. yusila

    Di blog aku bisa jdi diriku seutuhnya jujur dengan tulisan yang aku buat serta nyaman karena bisa tulis apapun itu yang aku suka.

Leave a Comment