Ayah, Boleh Aku Punya Akun Facebook?

Itulah pertanyaan imaginer yang anak berusia 10 tahun kepada ayahnya pada suatu ketika. Sebut saja namanya: Lala.

Lala ingin punya akun di Facebook karena teman-temanya banyak yang punya. Mereka sering posting foto dan saling kirim pesan via Facebook Messenger. Ada keceriaan di antara mereka di jejering sosial paling besar di dunia itu. Tapi Lala tak punya. Ia terasing dari pergaulan digital teman-temannya.a

“Boleh ya yah?” Lala mencoba membujuk ayahnya.

“Hmmm…yuk  kita bikin bareng-bareng saja ya.” Ayahnya menimpali setelah sejenak berpikir.

Mereka berdua membuka laptop, menyambungkannya ke Internet via Wifi rumah.

“OK, sekarang Lala yang membuat akun sendiri ya,” kata ayah.

Lala pun membuka browser dan mengetikkan alamat Facebook. Ia klik pendaftaran akun baru. Lalu ia mengisi data yang diwajibkan satu persatu. Ia masukkan namanya. Ketika ia mau memasukkan email, ia belum punya. Bisa diganti nomor ponsel sih, tapi ia juga belum punya.

“Bagaimana ini ayah? Buatkan email dulu dong…”

“Ayuk kita bikin bareng di Gmail ya,” kata ayahnya.

Sama seperti tadi, ayahnya mendorong Lala membuat akun email sendiri. Ternyata tidak bisa untuk umur 13 tahun, kecuali akunnya di bawah kendali orang tua. Baiklah, email ayahpun jadi jaminan email Lala.

Lala pun memasukkan data email, password, dan tanggal lahir apa adanya. Ia lahir hari ini, 10 tahun yang lalu. Lalu ia klik tombol “mendaftar”.

Dalam beberapa detik kemudian ia mendapatkan jawaban: “Maaf kami tidak dapat memproses pendaftaran anda.”

maaf

“Lho, mengapa tidak bisa ya ayah?” Lala penasaran. Oleh ayahnya, Lala diajak mencari penjelasannya di Facebook, dan menemukan halaman Peraturan. Mereka berdua membacanya dengan teliti. Dan sampailah pada pasal 4 tentang Pendaftaran dan Keamanan Akun. Di nomor 5  disebutkan:

Anda tidak akan menggunakan Facebook jika berusia di bawah 13 tahun.

“Kok teman-teman Lala bisa punya ya yah?”

“Hanya satu kemungkinan, teman-teman Lala  memalsukan umur, membuatnya lebih tua.” jawab ayahnya.

Jadi mereka berbohong tentang umur, pikir Lala.

“Bagaimana Lala, masih mau buat akun Facebook?”

“Tidak yah, Lala tak mau berbohong.”

*******

Tulisan imaginer ini dipicu oleh beredar luasnya foto sepasang anak SMP yang bertingkah bagai sudah bersuami istri. Foto itu asli dan diambil dari akun Facebook anak di bawah umur itu. Sangat disayangkan, yang mengedarkan justru orang dewasa karena jengkel dengan kelakuan anak itu, dan mem-bully-nya secara luas, dengan kata-kata yang lebih menghukum, bukan mendidik.

Anak adalah tanggung jawab orang tua. Jika ada anak yang punya akun Facebook, itu salah orang tuanya. Orang tua lain yang jengkel dengan tingkah anak itu, sebaiknya menghubungi orang tuanya atau gurunya (jika kenal) agar menutup akunnya. Bukan malah mem-bully-nya. Itu jika niatnya mendidik. Entah jika niatnya memang hanya mengutuk dan menumpahkan kekesalan terhadap  “bobroknya moral anak sekarang”. Ya, seolah dengan mengutuk langsung ke akun anak itu mereka bisa mendidik anak itu.

Anak di bawah umur 13 tahun memang tidak boleh punya akun di Facebook. Itu menjadi patokan dewasa di semua media sosial. Tapi yang paling tegas dalam hal ini hanya Facebook karena kompleknya berbagai fitur hubungan sosial di jejaring sosial ini, yang hanya cocok digunakan oleh orang dewasa.

Bagaimana cara melarang anak punya akun Facebook? Ajak saja bikin seperti di atas. Diskusi menarik akan terjadi pada ujung proses: mau berbohong atau tidak?

Related posts

12 Thoughts to “Ayah, Boleh Aku Punya Akun Facebook?”

  1. Masalahnya, gimana kalau anaknya bikin akun fesbuk diem2 mas?

    1. Anak membuat akun Facebook diam-diam lalu ketahuan orang tuanya?
      Kalau saya sih, tunjukkan peraturan Facebook, ajak diskusi untuk menutupnya karena memang tidak boleh.

      1. fajarw

        Setuju mas. Kalau anak dibawah 13thn sudah punya karakter jujur.. insyaallah tidak akan berbuat buruk secara diam2 apalagi buat akun facebook secara diam2.
        Jadi yg utama membentuk anak memiliki kejujuran.

  2. Bukan sekedar sebuah akun Facebook, tapi lebih pada mengajarkan kejujuran pada anak. Jika sudah mengerti apa itu jujur maka penggunaan akun media sosialnyapun pasti dg penuh tanggung jawab 🙂

    1. betul mas, itu koentji-nya 🙂

  3. Menarik ini mas
    Mengajarkan ttg sesuatu dg langsung praktek dan djberikan penjelasaan

  4. Andy

    Setuju sih anak jangan dibuatkan akun FB dulu.
    Anak sy smp nangis bombay ttp sy ga buatkan smp umur 13 thn sesuai aturannya.
    Masalahnya tahun ini dia akan 13 tahun 😉

  5. Tulisan yang menarik, mohon izin utk menggunakannya sebagai data bagi riset sy ttg fenomena share dan reshare di media sosial 🙂

  6. Selalu menginspirasi dan mendidik pastinya

  7. Kalaupun dilarang pastinya nanti akan buat diam diam.. bisa juga buat akun dengan teman sekolahnya. yg penting kita sebagai orang tua harus terus memantau apa isi FB nya, siapa temen FB nya dan kalo perlu kita harus tau password FB anak kita..

  8. Anak kalau dilarang malah akan mencari tahu sendiri,
    di-ajak dialog memang cara yang bijak untuk memberi pendidikan ke anak.
    Tinggal bagaimana orang tuanya, mau atau tidak.

    Pak Nukman, sebaiknya usia berapa anak diperkenalkan dengan teknologi ya?
    Thanks

  9. terima kasih. sangat menginspirasi banget

Leave a Comment