Mencintai Masalah

Halah. Masalah kok dicintai. Ngawur!

Tapi masalah itu sumber deras lahirnya bisnis. Gagasan bisnis bisa lahir dari masalah. Bahkan, ada yang berpendapat, masalah satu-satunya alasan lahirnya bisnis. Contohnya? Banyak:

– Bisnis payung lahir karena kita tak mau bermasalah gara-gara kehujanan: masuk angin, baju basah, lagi kerja dan lainnya. Dan ini menurunkan bisnis jasa ojek payung di kantor-kantor saat musim hujan tiba lantaran tak banyak yang bawa payung.

– Bisnis biro jodoh lahir karena ada cukup banyak yang bermasalah dalam mencari jodoh.

– Bisnis warteg itu lahir karena ada yang malas masak atau yang kelaparan tapi jauh dari rumah.

– Bisnis telekomunikasi lahir karena saat berjauhan dengan keluarga, teman, rekan bisnis, kita butuh selalu berkomunikasi.

Dan masih banyak contoh lainnya, yang tak akan cukup ditulis di sini.

 

Manusia itu, dari lahir hingga mati, penuh dengan masalah. Ada yang posisinya di kandungan sulit keluar, sehingga perlu tindakan khusus. Begitu lahir, manusia perlu susu ibu, lalu imunisasi, pakaian, asuransi pendidikan dan seterusnya…… Hingga meninggal pun menyimpan masalah: paling tidak, yang terkait pemakaman. Kini kian sedikit keluarga yang tahu tatacara pemakaman sehingga perlu jasa pemakaman, mulai dari memandikan mayat, hingga mengantar ke kubur. Bahkan kini lahan kuburan pun, yang eksklusif, jadi bisnis yang menguntungkan.

masalah

Masalah itu sumber gagasan bisnis yang deras mengalir. Bisa jadi, masalah adalah alasan paling sahih lahirnya bisnis.

Tapi masalah yang seperti apa yang layak dicintai? Cuma satu: masalah yang layak bisnis, yaitu yang berpotensi menghasilkan laba.

Bahkan jika masalahnya adalah tidak punya bisnis, tetap saja bisa menghasilkan ide bisnis: yakni menjadi motivator bisnis!

Jadi, di setiap masalah selalu tersimpan potensi bisnis.

Bagi pengusaha: masalah dirinya dan orang lain adalah peluang bisnis.

Maka, lihatlah masalah sebagai peluang, bukan sekadar masalah yang memusingkan kepala.

foto: Instagram/Nukman

Related posts

6 Thoughts to “Mencintai Masalah”

  1. Banyak kasus, masalah justru jadi titik tolak motivasi untuk jadi lebih baik ya Pak, paling gampang ya “kepepetisme”, justru potensi2 kita muncul dalam kondisi yang demikian.

    Salam sukses Pak 🙂

  2. aning

    masalah adl peluang bisnis, masalah adl ujian kenaikan tingkat, masalah adl bumbu yg menyedapkan hidup. dan mengatasi masalah tanpa masalah y ke Pegadaian, hehehe…nice posting, Pak

  3. Masalah adalah ujian untuk naik kelas 🙂
    thanks postingnya om.

  4. salam.
    Betul banget om.
    Jika tidak masalah maka berakhirlah kehidupan atau hidup akan jalan di tempat/tak ada perubahan.
    Tapi yang lebih penting adalah mengenal maslah itu dengan baik, sehingga menjadi sumber perubahan.
    salam.

  5. sebuah masalah bisa dijadikan loncatan kesuksesan.
    namun bisa jga sebaliknya ya Pak.
    Mungkin tergantung orangnya juga Pak.
    Thanks

Leave a Comment