Mengapa Perlu Aktif ngeBlog Lagi?

Judul di atas, jika tanpa kata “lagi” adalah pertanyaan yang sangat hot sepuluh tahun lalu, ketika blog masih sesuatu yang baru. Hanya sedikit yang punya blog. Namun seiring dengan waktu, jumblah blogger berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Narablog, alias blogger, kemudian menjadi mahluk baru di dunia digital yang digandrungi banyak orang. Acara-acara dan penghargaan terkait aktivitas ngeblog pun kian banyak. Para pemilik produk dan biro iklan pun mulai memandang narablog sebagai influencer yang memiliki nilai dan layak dibayar.

Namun, semenjak Facebook dan Twitter merajalela, narablog bukan lagi sesuatu yang seksi. Β Apalagi nilai ekonomi blog sudah mengecil dan beralih ke Twitter. Era narablog sudah bergeser ke microblogging. Sebagian (besar) narablog yang semula begitu antusias menulis, menjadi loyo. Β Saya pun demikian. Sudutpandang.com ini sempat tak aktif selama tujuh bulan di awal tahun 2012.

Pesona microblogging Twitter memang luar biasa. Meski selama enam tahun lebih begitu tangguhnya ngeblog, pesona Twitter membutakan mata. Asik lho ngetwit itu. Interaktivitasnya melampaui komentar di blog.

blog

 

Untung, Agustus 2012 ini saya tersadar. Saya baca ulang tulisan lama: Jika Nyala Api Blogmu Mulai Mengecil.

Dari situlah, sejak tiga bulan lalu saya ngeblog lagi.

Horeeeeeee.

Tapi ada satu lagi yang membuat saya aktif ngeblog:

1. Twit kita, sebagus apapun, akan hilang ditelan lautan twit, yang jumlahnya hari ini tembus 400 juta twit per hari. Apalagi Twitter tidak menampilkan semua twit kita.

2. Tulisan kita di blog akan “abadi” dicatat oleh Google, dan mudah ditemukan oleh siapapun yang membutuhkan.

3. Di era yang penuh dengan percakapan pendek via microblogging, yang mudah menimbulkan salah tafsir, blog menjadi solusi cespleng untuk menyampaikan gagasan yang lebih dalam, dan memperkecil potensi salah tafsir.

Selamat Hari Blogger Nasional, yang jatuh pada hari ini, 27 Oktober.

Yuk nulis lagi!

Related posts

38 Thoughts to “Mengapa Perlu Aktif ngeBlog Lagi?”

  1. Iya, gara-gara ada kata “lagi” di judul posting, pembahasan jadi perbandingan antara blog dengan twitter hehe

  2. Pak tulisan ini menyadarkan saya, apalagi saya termasuk yang angin-anginan menulis, entah bisa disebut blogger atau tidak, sudah setahun lebih tidak update parapembelajar.blogspot.com dan celoteh melulu di twitter, semoga dapat inspirasi dan blogging kembali πŸ™‚

  3. hahaha….. akhirnya sadar juga dari pingsannya, gara berkicau melulu…

    Salam
    Dian Kelana

  4. Teringat tahun 2007-2008 dulu ketika FB dan twitter belum marak.

  5. Jadi ingat waktu lihat pak nukman secara langsung di acara pengumuman lomba blog Kijang, hehehe…

    Selamat ngeblog kembali pak!

  6. Semoga Semakin menjadi Berkah

  7. […] saw this provoking blog post title of a seasoned digital media practitioner Nukman Luthfie: “Mengapa Perlu Aktif Ngeblog Lagi?” (Why (You) Have to Actively Blog Again?) . In his blog post, he elaborates several reasons […]

  8. asyik sih ngetwit itu tapi nggak sememuaskan ngeblog yang bisa nulis sepanjang yang kita mau dalam satu post πŸ™‚

  9. Ngetweet itu gampang di tulis, karena frase kata sedikit dan singkat. Nulis di blog kita butuh beberapa ribu karakter, sehingga pematangan kata perlu. Cocok itu bang?

  10. Yup betul semangat,. lanjout ms πŸ™‚ saya juga sempat lemas untuk tulis2 di blog, tetapi sebenarnya blog adalah rumah kita yang sebenarnya ^^

  11. baca posting Pak Nukman ini membuat nyala api’ saya semakin besar. terima kasih atas pencerahannya

  12. Di halaman muka blog saya tertulis kalimat besar : BLOG ini Di UPDATE TIAP SENIN PAGI.

    Selama lima tahun, janji itu alhamdulilah belum pernah terlewatkan.

    Mungkin itu salah satu cara untuk membuat kita konsisten menulis : promise to our readers that we update on a regular basis. Unbroken Promise.

  13. rex

    Sebetulnya nge blog itu sangat menyenangkan, tipsnya sederhana ketika muncul ide langsung catat dan buat point-point bahasannya, kalo males tinggalin ajah.

    Nah pas lagi on fire saatnya buka-buka catatan yg udah-udah dan hajarr.

    Nice post om. Salam.

  14. yes,ngeblog adalah suatu keasyikan tersendiri bagi seseorang. bukan lagi kebermanfaatan lewat blog tetapi bisa juga mendapat pengahasilan. itu yang diinginkan oleh banyak blogger.

    salam blogging om

  15. Blog akan tetap dan terus diperlukan, untuk menumbuhkan tradisi mendokumentasi apa yang dilihat, apa yang dibicarakan, apa yang didengar, apa yang dirasakan, dalam bentuk tulisan agar sedikit berimbang dengan “tradisi Timur” yang hobi “kongkow-kongkow” XD

  16. sepakat ngeblog harus jalan terus, meski di imbangi dengan adanya microblogging yg sedang merajalela πŸ™‚

  17. Menulislah sebelum ditulis.
    (Maksudnya: Sebelum nama ditulis di nisan). Blog saya baru dua bulan ini diubah menjadi .com atas anjuran teman. Tapi 9 blog lainnya masih blogspot. Sebetulnya saya masih bertanya-tanya, apa sih keuntungan .com dibandingkan dgn blogspot.com? Tolong jelaskan ya pak Nukman Luthfie.

  18. Iya nih, akhirnya jadi mulai nulis “lagi” πŸ˜€ terutama karena banyak lomba yang hadiahnya menarik #eh

  19. termasuk saya πŸ˜€
    hampir 2 tahun gak pernah nulis blog lg, ntah dapet bisikan ‘malaikat’ darimana bisa kembali ngeblog.
    saya setuju point 1 dan 3 diatas.
    mungkin salah satu alasan kembali ngeblog adalah point-point tersebut

  20. hebat, mengutip kata pram “jika tak ingin dilupakan sejarang, maka menuliskah” .. menulis adalah sebuah keberanian dan tidak semua orang bisa menulis πŸ™‚

  21. siap bergerak ng’blog..
    terima kasih atas pencerahannya pak,saya baru mulai ngblog :D.

  22. salam.
    Ngeblog tidak ada matinya. saya yakin bahwa blog tak akan di telan oleh buasnya jejaring social, justru blog hadir dengan kualitas yang berbeda dengan jejaring sosial.bahkan saya bisa katakan bahwa blog adalah pusatnya jejaring sosial itu.
    salam.

  23. Yup blog akan tetap abadi tulisany sllu di cctat Google, so siap kh kita mulai ngeblog lg?..

  24. Pengalaman mas Nukman mirip dengan pengalaman saya. Untuk jeda beberapa bulan, nyaris setahun, saya tidak ngeblog. Dan, di pengujung Desember tahun lalu dan alhamduliah mulai 2013, saya ngeblog lagi. Ngeblog, sedikit diplesetkan dari apa yang dikatakan Pramoedya, adalah bekerja untuk “keabadian.” Ngetweet akan hilang bersama angin. ha ha ha

  25. Terima kasih Bang telah memberikan masukan yang udah bikin saya sadar. ternyata nge-blog tetap sangat penting bagi eksistensi hidup kita

  26. Pak ulasannya sangat bermanfaat, fotonya keren tapi kok gak nyambung ya?? hehehe, sukses selalu untuk bisnisnya Pak, salam FUNTASTIS dari surabaya

  27. Sangat bermanfaat sekali pak… Hal ini terjadi juga dengan saya. Yang sempat benar – benar meredup semangat untuk menulis di Blog. Sampe bolak balik ganti blog dan lain sebagainya. Namun Alhamdulillah saat ini semangat itu berkobar lagi. Dan berharap tak kan pernah padam. Salam kenal pak…

  28. he he….. Kirain cuma saya tok yang spiritnya harus dipompa.

  29. Saya Juga Seorang Blogger. Pada Awalnya Saya Hanya Iseng Aaja Membuat Blog. Namun Dari Blog Skarang Menjadi Sumber Penghasilan Untuk Mendulang $ Dolar.

  30. saya jadi tambah semangat ngeblog lagi setelah baca ini.
    jadi ga da salahnya mindahin tulisan dari akun jejaring sos.

  31. setuju banget nih, saya juga seringny microbloging. padahal sadar klu sia-sia banget… nyesel ga dari dulu ngblog

  32. Halo Pak Nukman. Salam kenal dari saya Indah. Nulis lagi dong pak. Kayanya blog ini sudah lama sekali ga diupdate.
    Padahal saya penasaran sama cerita orang orang yang sempat Bapak kasih previewnya di ‘about’.
    Saya menunggu cerita cerita mereka yang kehebatannya belum terpublikasi.
    Saya pun masih anget anget an ngeblog.
    Tapi saya merasa sekali setiap habis ngeblog memang ada kepuasan tersendiri.
    Walau yang ditulis hanya hal temeh sehari hari.

    Salam nge blog Pak Nukman πŸ™‚

    1. iya ini nulis lagi kok πŸ™‚

  33. Apapun yang terjadi,
    terus berusaha untuk konsisten menulis dan ngeblog.
    thanks

  34. Yuk menulis lagi ah! :))))

  35. iya betul sekali mas , jangan hanya copy punya orang kita haur rajin menulis

Leave a Comment