Posted on November 23, 2011
Modal hampir selalu menjadi kendala utama para calon pengusaha. “Nggak punya modal,” itulah alasan klasik yang sering terdengar. Lalu muncullah pertanyaan yang berulang-ulang ditanyakan dari dulu hingga sekarang: “Bisakah kita memulai bisnis tanpa modal?”
Tentu saja, salah satu syarat berbisnis adalah modal. Namun, sayangnya, selama ini yang dianggap modal oleh awam adalah modal uang sendiri. Tunai. Jika seperti itu memang bisa jadi hambatan untuk memulai usaha. Namun jika modal itu bukan uang sendiri, atau modal itu bukan semata-mata uang tunai, maka memulai bisnis tanpa modal (tunai) itu sangatlah mungkin.
Saya ingat beberapa tahun lalu, Agus Supriyadi dan calon istrinya, yang masih tak punya uang, ke sana kemari menjual idenya ke pengelola hotel di Yogya dengan beberapa carik kertas. Mereka kemudian bisa membangun portal pariwisata berbahasa Inggris dan Indonesia: Yogyes.com. Kini, Yogyes.com sudah menjadi rujukan bule ketika bertandang ke Yogyakarta. Hotel-hotel di Kota Gudeg itu pun rasanya ada yang kurang jika tidak terdaftar di Yogyes.
Apakah Yogyes dibangun pakai modal? Tentu, ada biaya bensin bolak-balik naik motor, biaya mencetak proposal, biaya makan seadanya selama belum tembus proyeknya. Tapi itu tidak seberapa, hanya beberapa puluh ribu rupiah. Yang “tak ternilai” adalah gagasannya. Ketika ada beberapa hotel yang akhirnya mau “membeli idenya” untuk beriklan di sana, mereka membangun portal Yogyes.
Banyak contoh pengusaha pemula yang seperti Agus, yang tidak pusing dengan modal uang tunai. Mereka terus “menjual gagasannya”. Pelangganlah yang kemudian membiayainya kebutuhan awalnya.
Jamil Azzaini, insporator SuksesMulia yang punya banyak bisnis itu pernah bercerita, saat masih mahasiswa ia berbisnis dengan menjadi penjual buku. Dari mana modalnya? “Dari uang muka para pembeli buku,” katanya.
Saya juga punya kisah agak mirip. Ketika memulai bisnis, saya mempersiapkan modal uang tunai cukup banyak. Namun, perusahaan belum berdiri, saya sudah bisa membuat proposal dan memenangkan proyek pembuatan web. Uang muka proyek itulah yang saya pakai sebagai modal awal usaha. Ya, pada dasarnya, bisnis saya pun dimulai dengan dimodali pelanggan.
Untuk contoh skala besar, perhatikan para juragan properti. Mereka hanya menjual gambar, tanah masih kosong melompong, namun bisa mendapatkan pembeli yang membayar uang muka. Para pengusaha properti itu menerapkan strategi Pre-Sales: jualan dulu meski barangnya belum berwujud. Dengan uang muka dan pinjaman bank, mereka kemudian membangun propertinya.
Gagasan pun bisa menjadi modal!
Jadi, sekarang singkirkan jauh-jauh pertanyaan “Bisakah memulai bisnis tanpa modal uang tunai?”. Dalam banyak kasus, gagasan pun bisa menjadi modal. Uang muka dari pembeli bisa jadi modal.
Pertanyaan kini perlu diganti: “Bagaimana bisa mendapatkan uang muka dari pelanggan agar bisa memodali usaha?” Di sinilah otak kreatif pengusaha diuji. Salah satu ujian bagi pengusaha adalah: bisakah mendapatkan uang dari pihak lain untuk memulai usahanya.
Salah satu syarat menjadi pengusaha itu kemampuan mencari modal untuk menjalankan usahanya. Bukan memiliki modal tunai.
foto: Instagram Nukman.
ya memang gitu… pekerjaan saya juga seputar riset. Makin baik diriset awal, makin mudah...
Ijin share ya Mas.
baguss, bisa dicoba kedepan
Makasih Gan, nice info, akan saya pergunakan untuk memperbaiki kualitas blog saya juga
Yodhia @ Blog Strategi + Manajemen:
Saya suka dengan kata “now attitude”. Just do it now. Great article.
Pinterest, Tools Rekrutmen Baru di Social Media?
10 Tips agar Profil Linkedin Dilirik Headhunter
Member LinkedIn Melesat 150 Juta
November 23rd, 2011 at 6:21 am
Sangat inspiratif. saat ini saya sendiri sedang bingung mau usaha apa? bbrpa yg sudah saya mulai gagal krna mentok biaya. (@ahmFauziGo)
November 23rd, 2011 at 6:21 am
Sungguh menginspirasi.
Pada dasarnya saya sangat setuju dengan artikel ini. Namun meski serasa mudah memulai bisnis tanpa modal.. akan tetapi tetap saja ada batu-batu sandungan di masa depan.. yang pada akhirnya akan menjadi proses pembelajaran yg sangat menyenangkan.. pada akhirnya.
November 23rd, 2011 at 6:26 am
Nice Posting !!
Ujiannya seperti yang dipikiran saya .
Pingin berbisnis tapi uang belum punya .
Mau minjam di Orang tua tapi orang tua lagi dalam berbisnis juga . Jadi kata Ayah saya , kalau bisnis ayah ( bisnisnya masih dalam proses ) udah selesai , entar kamu boleh pinjam uang Ayah . Mau minjam di Bank/KPR , tapi usia belum memadai ( 18 tahun ) .
November 23rd, 2011 at 6:39 am
Ada yg kasih tips ke aku
“Kalau berbisnis dengan modal uang itu bukan bisnis, tapi judi”
Dan kata2 itu mengubah semua persepsiku ttg bisnis
November 23rd, 2011 at 6:48 am
Mungkin yang menjadi masalah jika kita terpaku pada satu sisi: punya duit hanya memutar duit; tidak ada uang, mandeg karena alasan ini.
Uang, ide, waktu, dll. kan sumber daya, dalam banyak kasus jenis-jenis sumber daya ini dapat dikonversi satu ke yang lain. Jika sedang tidak ada duit, coba manfaatkan sumber daya yang lain; tapi jika memang sudah punya duit, ya dipakai saja agar proses lebih efisien.
November 23rd, 2011 at 6:57 am
Aku mempunyai banyak ide,dan ide tersebut masih belom aku laksanakan krn keragu2an dan modal..terima kasih pak..saya jd bersemangat lagi krn membaca blog bpk ini…
November 23rd, 2011 at 10:30 pm
cerita-cerita ini kl dibukukan pasti laku, byk yg pgn tau cerita awalnya usaha. jadiin buku aja pak nukman. bagus. Tonton
November 24th, 2011 at 12:28 am
Awalnya aku sempet seperti itu Pak, bingung dengan modal. Alhamdulillah sekarang aku sudah mulai bisnis onlineku tanpa modal loh
. Modalnya niat,doa dan tentunya laptop plus sambungan internet.Jadi tambah Semangat nih setelah baca postingan Bapak:) ….
November 24th, 2011 at 10:03 am
modal diputar terus supaya jadi berlipat
hehehe
November 24th, 2011 at 12:59 pm
[...] Posting tentang ide dan pengalaman tentang suatu topik tertentu yang bertujuan untuk menginspirasi orang lain. Posting ini relatif sulit, tapi mudah berpengaruh dan menyebar melalui media sosial. Contoh: Bijak Saat Memberi Nasihat, Digital Media di Indonesia atau Memulai Bisnis Bermodal Gagasan [...]
November 24th, 2011 at 1:12 pm
Saya suka artikel anda pa. Sangat inspiratif, kritis dengan pola pikir yang telah anda dan memberikan suatu pencerahan baru mengenai modal usaha. Moga saya bisa mewujudkan apa yg saya impikan dan mimpi menjadi modal saya..
Slamet Purwanto
January 14th, 2012 at 6:19 am
Sepertinya saya masuk kategori ini….