home
Entrepreneurship

Manajemen Cash Flow, Ilmu yang Harus Dikuasai Pengusaha

Posted on July 27, 2011

commentsComment: 16 Comments

Setiap kali membaca berita di berbagai media tentang performa perusahaan, yang paling sering ditulis adalah angka-angka penjualan, rugi/laba, pangsa pasar. Angka-angka itu memang penting untuk menilai sebuah perusahaan. Tapi, di balik semua itu, ada yang tak kalah pentingnya yang disebut sebagai cash flow alias arus kas.

Setiap hari, pekan, bulan, ada uang yang masuk ke perusahaan baik dari hasil penjualan maupun sumber lainnya seperti pinjaman. Pada periode yang sama, ada uang yang dikeluarkan untuk membayar berbagai keperluan, seperti gaji, sewa gedung, operasional pabrik dan lainnya. Lalu lintas uang masuk dan keluar itulah arus kas. Untuk mendapatkan informasinya, perusahaan lalu membuat laporan arus kas (cash flow statement) yang menjadi bagian penting laporan keuangan perusahaan.

Dengan laporan arus kas itu, perusahaan bisa memprediksi arus kas di masa mendatang, apakah akan positif atau negatif. Jika positif, manajemen perusahaan akan bersuka ria. Jika negatif, manajemen harus banting tulang menambalnya.

Nah, laba perusahaan tidak menjamin lancar tidaknya arus kas. Bisa saja, neracanya biru, tapi arus kasnya merah. Bisa saja penjualannya melonjak, tapi arus kasnya masih defisit.

Saya kasih contoh sederhana. Sebuah perusahaan mendapatkan sebuah proyek senilai Rp 1 miliar untuk jangka waktu enam bulan dengan pola pembayaran 10% uang muka, 40% setelah proyek setengah jadi, 40% lagi setelah proyek selesai dan sisanya 10% dilunasi tiga bulan kemudian untuk jaminan support.

Pada prakteknya, uang muka 10% seringkali tidak cukup untuk memulai proyek itu. Bahkan, pada praktiknya, uang muka itu tidak segera cair. Manajemen harus memakai uang perusahaan untuk menjalanan proyek. Berarti mengurangi arus kas. Beruntunglah yang mendapatkan uang muka untuk proyeknya. Banyak proyek yang tidak memberikan uang muka (terutama proyek pemerintah), dan perusahaan harus membiayai sendiri. Ini berarti arus kas lebih banyak lagi yang keluar.

Jika uang di kas perusahaan tidak mencukupi untuk melaksanakan proyek, bisa-bisa perusahaan kena penalti, dan 40% pertama yang harusnya bisa ditagih tak bisa ditagih karena kemajuannya lambat.

Bayangkan sendiri, perusahaan bukan hanya mengelola satu proyek, tapi bisa dua, tiga, empat dan lebih.

Sepertinya perusahaan banyak mendapat proyek, tapi uang masuk ternyata lebih kecil dari pada yang keluar pada periode tertentu. Jika proyek berjalan lancar, dan pemberi proyek membayar dengan baik, maka arus kas perusahaan bagus. Namun, selama melaksanakan pekerjaan, arus kas bisa acak adul.

Untuk perusahaan yang sudah mapan, selalu banyak solusi untuk memecahkan masalah ini. Misalnya saja, mencari pendanaan awal untuk menggarap proyeknya. Namun, bagi pengusaha pemula, apalagi yang ukuran UKM, hal semacam ini nyaris mustahil. Pendanaan dari bank membutuhkan agunan dan laporan keuangan (dua hal yang seringkali tidak dimiliki UKM).

Tapi pendanaan bukan satu-satunya masalah arus kas. Masalah lain: piutang/tagihan tak lancar (dibayar mundur terus) dan tagihan macet (gagal bayar). Masalah lainnya lagi: ketakmampuan perusahaan menghemat pengeluaran. Perlu tulisan lain untuk membahas kedua hal itu.

Intinya, yang lebih menentukan hidup matinya perusahaan bukan angka penjualan dan rugi laba, melainkan arus kas.

Arus kas itu ibarat aliran darah dalam tubuh kita. Secara fisik, bisa saja kita kelihatan sehat. Tapi, jika pada saat tertentu aliran darah macet, tubuh kita akan pegal-pegal, yang jika dibiarkan akan berpotensi melebar ke mana-mana. Secara laporan keuangan, perusahaan bisa saja laba, tapi bisa saja pada periode tertentu arus kasnya negatif, yang jika dibiarkan akan mematikan perusahaan.

Maka, menjadi pengusaha bukan hanya mampu meningkatkan penjualan dan profitabilitas, tetapi juga melancarkan arus kas perusahaan. Apa boleh buat, Manajemen Cash Flow harus menjadi salah ilmu yang harus dikuasai pengusaha.

Bookmark and Share

16 Responses to “Manajemen Cash Flow, Ilmu yang Harus Dikuasai Pengusaha”

  1. sibair says:

    Berawal dari kultwit jadi ulasan keren di blog ya pak nukman… :D

  2. gunarto says:

    Menjadi pengusaha tidak sekedar pandai negosiasi proyek dan ahli di bidangnya. Cash flow sangat penting sekali. Jika usaha Anda sdh mulai kompleks sebaiknya gunakan jasa org yg bisa ngurus cash flow day by day. Kawan saya ada yg punya proyek 500juta, tapi tidak punya uang sepeserpun. Padahal di atas kertas untungnya bisa 70%.

  3. budi says:

    di tweet tadi ada “makin banyak kas makin baik”, mau tak protes… Untung di sini gak ada. jadi gak jadi protes. :)

  4. noudie says:

    Mas, kadang-kadang aku mendapatkan masalah yang sama. Kapan-kapan ketemuan dong mas, butuh pencerahan dari mas :)

  5. Betul..
    Oh ini dari tweet ya.. Btw nice article, pak Nukman :)

  6. sisi Financial Strength di Balance Scorecard ya pak?

  7. Dhias says:

    Nyimak aja dehh om… :D

  8. Adit says:

    Cash flow sangat penting sekali. betul sekali itu ,aku punya cerita tentang usaha pulsa punya mas saya, betapa bahayanya cash flownya kecampur sama uang belanja ,akhirnya usahanya jadi tutup,karena kebanyakan pengeluaran dari pada pemasukan hahahaha

  9. Hartini says:

    nice info…thaks mas, sangat membantu dan mencerahkan bagi para pengelola yang masih baru belajar

  10. Ahadi says:

    Ini nih, makanan saya sehari-hari… maksudnya, sebagai pengusaha yang menjadi perhatian utama saya memang selalu cashflow, cashflow dan cashflow… Kebetulan saya main di konstruksi. Bukan di proyek pemerintah, tapi banyakan main di swasta dan rumah pribadi. Kalo gak jago menjaga cashflow, beuuh… bahaya atuh!! Solusinya, supplier kita nego supaya bayarnya bisa mundur… kalo tukang mah gak bisa, harus tepat waktu, soalnya ini urusan perut, masak mereka harus menunda makan gara2 bosnya kacau cashflownya? Untungnya saya punya unit bisnis lain, yang alhamdulilah cashflow lancar dan biaya kecil… biarpun di atas kertas (dan riilnya jg) nilainya tidak sebesar omzet proyek, tapi yg lancar ini seringkali bisa menyelamatkan proyek yg untungnya besar tapi rawan “karam” karena sering “oleng” kalo cashflownya megap-megap…. Nice Info Gan!

  11. dujune says:

    Apa boleh buat, Manajemen Cash Flow harus menjadi salah ilmu yang harus dikuasai pengusaha.

    Tulisannya musti dikoreksi Pak.
    mungkin yg benar …
    Apa boleh buat, Manajemen Cash Flow harus menjadi salah satu ilmu yang harus dikuasai pengusaha.

  12. Muadzin says:

    Thanks sdh diingatkan pa.

  13. purnama yasa says:

    makasi untuk infonya…

  14. Arief Sukmo says:

    Ijin share ya Mas.

  15. wibi says:

    saya sangat setuju mas…
    sangat bermanfaat

  16. Arif says:

    Kalo cashflow untuk proyek konstruksi gmana pak nukman? Sama gak prinsipnya?

Leave a Reply

Twitter

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Chakenphat:

Wahhh :-O Warren Buffett Boss Freeport McMoRan tuh :-D Salut pak , mga aja dia ngebaca komentar gw :-D...

erik:

jadi ingat film “enemy of the state”nya will smith…

Alif:

benar, sama dengan yang saya alami, seharusnya kita lebih bangga menggunakan bahasa indonesia. Jika Prancis...

Aplikasi Koperasi:

sungguh beruntung….

Anggara:

kalau di proteksi akunnya apa ya tetap ruang publik mas?