home
Life Style

Antara Iman dan Ilmu Pengetahuan – Stephen Hawking

Posted on September 4, 2010

commentsComment: 51 Comments

Kemarin, tepatnya Jumat, 3 September 2010, nama Stephen Hawking bertengger di posisi puncak trending topics di Twitter. Artinya, di media microblogging yang sedang ngetop itu, nama fisikawan kelas dunia itulah yang paling banyak diperbincangkan  oleh dengan 145 juta penggunanya di seluruh dunia. Penulis buku A Brief History of Time tentang penciptaan alam semesta itu akan merilis buku barunya: The Grand Design, yang isinya meralat buku sebelumnya. Di A Brief History of Time, Hawking masih menempatkan Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Namun di The Grand Design, ia justru menyingkirkan peran Tuhan.

Di buku terbaru, Hawking menjawab pertanyaan yang belum terjawab di buku pertamanya: Mengapa alam semesta ada?  Mengapa kita eksis? Mengapa ada hukum-hukum alam dan seperti apa mereka? Apakah alam semesta perlu perancang dan pencipta? Ini ucapan lengkapnya untuk menjawab pertanyaan terakhir:

“Because there is a law such as gravity, the universe can and will create itself from nothing. Spontaneous creation is the reason there is something rather than nothing, why the universe exists, why we exist. It is not necessary to invoke God to light the blue touch paper and set the universe going”

hawking

Oleh koran The Times, kalimat itu ditafsirkan, dalam fisika modern,  ”Tuhan tidak berperan dalam penciptaan alam semesta” – “leaves no place for God in the creation of the universe”. Sedangkan The Guardians memaknai “Tuhan tidak menciptakan alam semesta” - “God did not create the universe”. Dua tafsir yang sangat berbeda. Tak ada yang tahu siapa yang benar sampai bukunya terbit. Saya juga penasaran, sehingga kemarin pre-order ke Amazon.com.

thegranddesignApapun tafsirnya, kalimat Hawking menghebohkan, seperti terbukti di Twitter menjadi trending topics teratas dalam beberapa jam. Tanpa membaca bukunya (saat ini belum terbit) hanya akan menjadi spekulasi. Saya perhatikan, kebanyakan justru kaum beragama yang gerah dengan pernyataan Hawking. Dan mereka cenderung membenturkannya dengan iman atau menyangkalnya, padahal belum membaca bukunya sama sekali.

Ini beberapa contohnya:

Masih banyak lagi komentar yang senada.

Ini cerminan bahwa masih ada sengketa antara ilmu pengetahuan dan agama  dalam pikiran manusia. Pemeluk agama yang basisnya iman, akan waspada jika ada temuan ilmiah yang berbeda dengan yang mereka imani, atau malah berusaha menyangkal sebelum memahaminya. Sebagian mencoba mencocok-cocokkan teks-teks kitab suci dengan ilmu pengetahuan dan bersorak gembira ketika cocok.

Menolak ilmu pengetahuan jika bertentangan dengan dogma. Bersuka ria jika ilmu pengetahuan cocok dengan dogma.

Sikap seperti itu bisa dimengerti karena yang namanya iman dalam agama itu tak dapat ditawar.

Namun, sikap itu dapat merugikan upaya meningkatkan taraf hidup manusia melalui pehamanan yang mendalam tentang alam semesta, tempat di mana kita hidup, yang sesunggunya bisa didapat melalui ilmu pengetahuan.

Sejak lahir, tanpa diminta, kita mendapatkan/diberi otak, akal budi, dengan segala kemampuannya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Dan kita tahu, basis ilmu pengetahuan adalah keragu-raguan, mempertanyakan, yang 180 derajad berseberangan dengan basis iman.

Amat sayang jika modal ini kemudian selalu dibenturkan dengan doktrin-doktrin.

Tidak bisakah dua hal ini, iman dan ilmu pengetahuan, hidup damai dalam satu tubuh dan pikiran?

Tidak dapatkah kita meletakkan kedua hal itu, iman dan ilmu pengetahuan, dalam porsinya masing-masing?

Bookmark and Share

51 Responses to “Antara Iman dan Ilmu Pengetahuan – Stephen Hawking”

  1. Downloadgame says:

    Ulasan yang baik untuk menambah pengetahuan seputar iman dan ilmu

Leave a Reply

Twitter

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

toni:

Sy pernah merasakannya di sosmed, pak :) Gara2 belakangan banyak bermunculan informasi menyesatkan, terutama...

paket wisata bromo:

sepertinya bidang usaha yang di bicarakan sama,, tapi untuk mengembangkan usaha tersebut butuh...

Buddy Sutarno:

Saya kira kesimpulannya kok cuma di sini : “3/ Kunyah dulu sebelum ditelan. Gunakan akal sehat...

ardiansyah koto:

Saya Izin kopas ya Pak tulisannya buat Thread di kaskus, soalnya saya suka dengan tulisan Bapak,...

gajahpesing:

setuju dengan nomor 3 :)