home
Inspirasi

Puisi untuk Sang Almarhum Istri

Posted on May 27, 2010

commentsComment: 23 Comments

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu

Bukan itu

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya

Dan kematian adalah sesuatu yang pasti

Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi

Aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,

sekejap saja,

lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,

hatiku seperti tak di tempatnya,

dan tubuhku serasa kosong melompong,

hilang isi.

Kau tahu sayang

Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini

aku selipkan salam perpisahan panjang

pada kesetiaan yang telah kau ukir

pada kenangan pahit manis selama kau ada.

Aku bukan hendak megeluh

Tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang

Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua

Tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia.

Kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya

Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang

Cahaya mataku

Penyejuk jiwaku

Selamat jalan

Calon bidadari surgaku ….

gone

Catatan:

Saya mendapatkan puisi ini dari pesan-pesan di Blackberry Massenger. Di situ disebutkan, inilah puisi BJ Habibie untuk almarhum istrinya,  Ainun Habibie, yang berpulang pada Sabtu, 22 Mei 2010. Habibie Center sudah menjelaskan bahwa ini bukan puisi pak Habibie.

Apapun, yang saya tangkap adalah isinya. Sangat menyentuh.

Mohon izin saya taruh di blog ini. Kepada pembuat puisi ini, jika keberatan, akan saya hapus dari blog ini.

Bookmark and Share

23 Responses to “Puisi untuk Sang Almarhum Istri”

  1. danny says:

    izin di share juga di socmed saya, mas..
    matur nuwun

  2. Nita says:

    siapapun yg menulis puisi ini, aku acungkan jempol. Sampai nangis aku membacanya.

  3. Nita says:

    puisinya bagus, aku sampai nangis membacanya.

  4. Manik says:

    Rasanya ini bukan puisi buatan Pak BJ Habibie karena ada kata-kata :

    Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua

    Ini bukan gaya tutur Habibie….

  5. mra says:

    izin di share juga di facebook saya yah pak…

  6. hananto says:

    Izin copas pak Nukamn, termasuk catatan di bagian bawah.

  7. tofiq says:

    eksperisinya : sedih tak bercucuran air mata, senyum manis tanda ikhLas, dan ketegaran yang terasa untuk tetap ikhLas atas keputuasan.

    Mohon izin share.

  8. nova says:

    ijin share d’ FB saia ea pak

  9. nova13 says:

    salut buat pak nukman..!

  10. el afiq says:

    menyentuh. sangat.

  11. mbah jiwo says:

    awalnya juga saya merasa ini punya beliau. karena isinya pas banget dengan kondisi pak habibi…

    eniwei, yg buat puisi. hebat banget…siapa sih??

  12. intarto says:

    puisi ini menyiratkan makna yang dalam, selaras dengan ungkapan ‘ inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un … ”

    semoga mas senatiasa diberi ketabahan dan kesabaran dari Allah …

  13. resha says:

    izin di share juga di facebook saya yah pak…

  14. subhanallah…puisi yang kuat dan penguat rasa cinta kepada isteri

  15. sewa mobil says:

    Puisinya bagus, sangat menyentuh. Thanks

  16. Kang Hasan says:

    Kok blog ini sepi dari tulisan baru, ya? Mas NL sibuk di tempat lain?

  17. lecea says:

    Duuuh puitis banget sie, aku maunangis nie bacanya……

  18. agung triawan says:

    ijin share Pak Nukman.
    matur nuwun

  19. noeryan dinny says:

    ijin share 2 facebook…
    puisinya menyentuh sekali..

  20. ayip.eiger says:

    memang bisa ya, meminta Tuhan agar jodoh kita di dunia jadi bidadari kita di surga?

  21. fitri says:

    izin share ya pak..

Leave a Reply

Twitter

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

mofied:

ibarat mata pisau, tinggal kita mau ninggalin jejak apa pak… trims atas pencerahannya :)

artviny:

ya udah pak kita jadi digital artist sajah… atau bikin online store atau start up yg bisa...

Sandy Eggi:

Saya juga kaget ketika melihat data saya lokasi saya sendiri di Google. Tampak cuman dari kosan ke...

khaliqah rahma:

Kesulitan awal dari kreatifitas dan Ikhtiar. Tidak ada yang sukse tanpa melalui proses terjalnya...

Wahyu Alam:

Kalau privasi is HOAX! Bagaimana dgn studi dan riset yang rajin ngebahas masalah privasi? Harus ikutan...