Twitter Luna Maya, Jarak Antara Teks dan Konteks

Dua hari terakhir ini, yang sedang marak dibahas oleh social media, media online, dan infotainment adalah teks Luna Maya di Twitter. Bunyinya sebenarnya biasa saja, setidaknya buat saya. “Infoteinment derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…” Namun tanggapan publik sangat beragam, dari yang biasa saja hingga yang ekstrem. Detik.com misalnya, membuat berita berjudul “Luna Maya Ngamuk di Twitter“. Masyarakat pun mencerca Luna, mengapa seorang seleb semacam dia berkata kotor di ruang publik. Ya, Twitter dianggap ruang publik. Bahkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang juga menaungi para wartawan infotainment, mungkin saja bakal menuntut seleb cantik ini. Namun, ada juga yang membelanya, dengan alasan bahwa Luna Maya sedang dalam kondisi emosional karena ruang privasinya diganggu oleh wartawan infotainment dengan cara yang arogan.

lunamaya

Dari sudut pandang saya, semua ini terjadi semata-mata karena ada jarak yang sangat panjang antara teks dengan konteks di dunia social media yang maya. Mengapa seperti itu?

Akan saya mulai dulu dengan menjelaskan seperti apa sih makluk yang disebut sebagai Twitter memusingkan Luna Maya ini. Twitter memang sedang fenomenal saat ini, digandrungi insan seleb dan non seleb di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Twitter adalah sebuah medium online berjejaring, yang hanya mengijinkan pemilik akunnya menulis apapun maksimal 140 karakter.  Apapun yang ditulis oleh pemilik akun Twitter, seketika itu juga berpotensi dibaca oleh seluruh follower-nya. Ibaratnya, kita mengetik 160 karakter SMS dan seketika tersebar ke semua orang yang menjadi fans kita.

140 karakter adalah jebakan konteks. Sangat sulit menyelipkan konteks di dalam teks yang dibatasi oleh 140 karakter itu. Celakanya, teks Luna Maya yang berbunyi “Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…” adalah teks tanpa konteks. Tanpa ada pengantar apapun, teks itu muncul begitu saja di halaman Twitter follower Luna Maya.

 

Mereka yang tidak faham konteks dari teks Luna Maya tersebut berhak  membangun konteks di kepala masing-masing sesuai dengan latar belakang, kehendak dan kedewasaan mereka sendiri.

Maka, terjadilah potensi keliaran konteks di mana-mana. Para pelacur dan pembunuh bisa jadi merasa bangga, karena di mata Luna Maya, status mereka kini lebih tinggi ketimbang wartawan infotainment. Atau bisa jadi juga sebaliknya, para pelacur dan pembunuh justru marah karena stratanya dianggap rendah, dan menjadi benchmark untuk tingkat kehinadinaan.

Sebagai pihak yang tersengat, sebagian dari insan media merespon dengan sengatan balik, yang tidak kalah pedasnya, dengan menuduh Luna lupa kepada media yang membesarkannya dengan bertindak arogan. Namun, sebagian insan media juga ada yang mengkritisi rekan infotainmentnya dan menyarankan sebaiknya para wartawan infotainment ini segera melakukan introspeksi diri.

Teks tanpa konteks itu berbahaya. Semakin jauh jarak antara teks dengan konteks, semakin liar konteks yang dibangun oleh setiap kepala, yang belum tentu benar. Yang kemudian terjadi adalah penghakiman terhadap teks secara semena-mena.

Saya tidak akan memojokkan atau mendukung Luna Maya maupun PWI serta para para pendukung/penghujatnya. Tulisan ini hanya untuk mengingatkan, ketika kita hidup di social media yang bergemuruh dan ceriwis ini, kita sedang hidup di dunia teks yang serba terbatas. Kita hidup di dunia yang komunikasinya hanya dengan huruf, kata, kalimat yang amat pendek.

Di dunia yang pendek itu, hanya mereka yang cerdas memuat konteks dalam tekslah yang berpontensi terbebas dari keliaran konteks yang dibangun oleh masing-masing kepala pengguna social media.

Maka, tip sederhana hidup di dunia teks social media ini cukup satu: sisipkan konteks dalam teks. Contohnya, kalimat Luna Maya yang menghebohkan tanpa konteks itu dapat berkonteks bila ditulis menjadi seperti ini:

“Dasar infotainment bedebah, mengapa memaksa interview di saat nonton film sampai melukai anak pacarku? dasar turunan setan!”

Pembaca akan mendapat konteks: Luna Maya ngamuk karena privasinya diganggu insan infotainment bahkan sampai calon anaknya terluka.

Kalimat itu sekaligus tidak melukai pihak lain yang tak berkepentingan, seperti pelacur dan pembunuh. Pihak lain itu diganti dengan sesuatu yang imaginer seperti setan.

Selamat datang di dunia teks kawan.

Related posts

92 thoughts on “Twitter Luna Maya, Jarak Antara Teks dan Konteks

  1. JOEL

    Ulasan yang cukup bagus dari sudut pandang yang lain……namun kalu Saya melihat ini dari sudut pandang saya pula bahwa ini adalah sebuah TREND dari fenomena yang timbul dimasyarakat kita saat ini, dimana begitu gampang nya menuntut secara hukum sebuah “uneg-uneg” (entah itu 140 karakter atau 14 juta karakter, atau berkonteks maupun tanpa konteks) yang disampaikan seseorang melalui ketikan kalimat disebuah alat canggih yang namanya komputer yang terintegrasi dengan suatu jaringan masa depan yang disebut internet — yang nota bene uneg2 itu sebenarnya bersumber dari hasil interaksi antara 2 pihak ini, yang satu pihak mungkin mengalami kekesalan yang memuncak yang tidak dapat disalurkan ketika mereka masih berhadapan,dan akibatnya untuk
    menumpahkan akumulasi kekesalan tersebut, konon terdapatlah benda ajaib ini (komputer),untuk menampung semua kalimat yang disalurkan melalui jari-jari lentik (tak ada mulut yang berperan disini—sehingga pepatah “mulutmu harimau mu”, sudah mulai bergeser monopoli makna nya). Kalaulah si Lunayan atau si Pittauli menumpahkan kekesalannya kepada batu, tentu dia tak akan dituntut batu tersebut, karena batu akan diam seribu bahasa. Separah apapun ungkapan kekesalan yang ditumpahkan ke batu, batu tak akan membalasnya. Namun realitanya masyarakat kita sekarang tidak lagi hidup di ZAMAN BATU…namun sudah hidup di ZAMAN CYBER yang tentu pula dengan segala konsekwensi nya harus kita hadapi. Entah itu latah atau apalah namanya itu….hal ini memang sedang zaman nya atau bahasa gaul nya TREND. Kadang jadi kepingin hidup ini kembali ke zaman batu…..hi..hi….hi…

  2. ega

    ya…marah lah para awak media di katain si luna gitu apa lagi sumpah serapah ibu-ibu yang melahirkan anak yang sekarang bekerja jadi awak media..ya walau aku penyiar biasa belum jadi artis…tapi kalau baca posting si luna, agak ketar-ketir juga aku….satu kata aku
    “dah nggak beres lagi cewek satu ne”….

  3. ega

    masih belum puas ne….buat luna maya dan rekan se profesinya kalau mau curhat mending buat account jejaring yang sesama artis aja…jangan yang untuk fans atau apalah, mungkin mereka lebih ngerti masalah cerita,coz nggak ada satu kerjaan pun yang nggak membo0sankan. president sekalipun….one more..agak iklan
    add ya…ndynata ega/facebook.buat orang medan yang punya event dan cari MC murah….gw siap.

  4. hehehe, komentarnya ada yang lucu ^_^.

    Menyambung comment saya sebelumnya, terkadang sulit memang menuliskan sesuatu dengan space yang sekecil itu dan harus menggambarkan sebagian besar konteks atau problem domainnya. Mungkin kalo nulisnya dengan kondisi pikiran jernih, dan emosi stabil seharusnya bisa ya 🙂

  5. […] takut dengan tren yang ada sekarang ini. Mulai dari kasusnya Prita Mulyasari sampai dengan kasusnya Luna Maya, semuanya bikin aku mikir, sebuah akun personal di Internet tidaklah lagi bisa dihormati dengan […]

  6. iza

    ya seharusnya luna maya menjaga emosi.. klo emg mulis di twitter spt itu berarti da maksud br diketahui orang bnyk. kasian wartwn kn jg nyari uang, skg cr kerja susah !! pa lagi pelacur tu kan himpitan jaman. sgt disayangkan !!

  7. analisa yang menarik,
    xaman sudah banyak berubah. seseorang bisa menjadi apasaja hanya dengan internet dan imajinasi. hhe

  8. Ide dengan memberi Kontek Twitter yang Tepat ke Mbak Lunanya cukup mantap mas 🙂

  9. Yani

    Ada Kasus Pritha…?
    ada Kasus Luna MAya….?
    Gi mn Klo Aq bikin Kasus Biar Tren Gitu…???
    SEmua-Nya Bodoh….
    Bodoh Amat ……? Aq lebih suka Nonton TV Luar Dari Pada TV LOKAL…?
    Kecuali TVRI
    Semua Tidak Mendidik……………………?
    Persis Yang Katakan Luna Mayang

  10. Menurut saya, kejadian ini membuat dua-duanya bakal lebih laris, minimal dua hari (berapa karakter ini?, dan beruntunglah yang membaca postingan pak Nukman ini

  11. zandry

    ya maklum kan yang bikin sensasi cakep and lagi booming jadi digede gedein.coba kalau yg nulis seleb jaman dulu. ga bakalan di gubris…
    cuek aja lun…!

  12. ePy

    eehh…
    jan salah…yang ribet sok buat ruwet yang gak seharusnya diadain kog diada adain tuh siApaaa?????
    kita bebas ngomong mas

  13. ya, begitulah kalau jadi orang tenar, ngomong apapun bisa jadi bahan untuk dijual.

    infotainment bisa laris, ada bahan buat ngisi blog, ada pemikiran baru, akan lahir tatanan bahasa di jejaring sosial.

  14. Makin heboh aja nih kasus Luna..
    Memang bener deh kata pepatah
    Mulutmu harimaumu

    Ya harus lebih berhati2 aja..
    Semua ada hikmahnya koq (H)

  15. vari

    Infotainment disukai ibu-ibu sampai remaja, bahkan jadi trend-setter… Padahal kadang2 informasinya ditambah dan dikurangi supaya makin laku, makin naik rating dsb..
    Kalau ingin tayangan yg mengumbar ‘aurat’ semua selebriti ini berenti maka, cegahlah anak, ibu dan saudara2 kalian untuk menonton tayangan infotainment ini di televisi..
    Yakin, tayangan infotainment-nya bakalan brenti!!

  16. kasus ini kalau menimpa orang biasa, maka pasti gak akan terjadi apa-apa,
    untuk itu bagi yang merasa bukan orang biasa, perlu hati-hati memijat keyboard

    berbahagialah orang biasa
    mau ngapain aja gak ada yang peduli

    kawin cerainya orang biasa banyak banget tuh, kasusnyapun kadang aneh-aneh, tetapi ya nggak ada yang mempermasalahkannya, wongmereka hanya orang biasa

    salam dari orang biasa-biasa saja
    salam

  17. sharusnya para artiz bza memberi contoh xg baek bgi WNI karna pra artiz adalah sumber contoh bagi org bysa.n shrznya infotaiment jg nayangin hal2 xg pzitif.n gk perlu lah nayangin hal xg bwt org tersinggung,gk prlu jg lah trllu mngobrak ngabrik khidupan pribadi para artiz.krna it akn mnimbulkan konflik bgi pra artis n media infotaiment xg sharusnya bza krja sama dg baik

  18. peace.. aja deehh…Orang khilaf kali ya. 🙂

  19. sebenarnya kan dengan kasus ini infotainment juga kebanjiran rejeki kan? 😀

  20. Maaf baru liat postingannya Pak Nukman. Komen bapak teridentifikasi sebagai spam di tempat saya. Entah kenapa.
    Tipsnya jitu sekali pak. Menyelipkan konteks. Memang orang lain tidak mungkin mengetahui konteks pemikiran kita kecuali yang kebetulan berada di sekitar kita saat itu. Jadi, kitalah yang mesti memberitahukan konteksnya. 🙂

  21. masR

    Zaman skrg sudah gila, kehidupan sudah bisa diibaratkan seperti kehidupan Rimba. siapa yang kuat dia yg berkuasa…, siapa yang lemah dia akan dirugikan

    Menurut saya undang-undang seperti pencemaran nama baik sering sekali disalah gunakan oleh pihak2 yg ingin meraih keuntungan…
    Saya gak pernah setuju dengan UU yang satu ini. krn sangat rentan.

    coba diPikir2…, apa bagusnya Infotaiment itu? bukannya itu GHIBAH, Penyebar AIB manusia. memang pantas untuk di hapuskan.. Jadi jaman skrg sudah susah untuk membuktikan mana yang benar mana yang salah.. !

  22. revitha

    jangan keterlaluan kalo nggomong kalo g ada infotaiment g mngkn bs kyk skrng…

  23. SINDHU

    jadilah orang yang sabar….krn jadi orang besar banyak gangguannya….

  24. orang yang bijaksana mengerti apa yang akan dilakukan dan akibatnya nanti.

  25. raden

    no Comment …

  26. mia

    saya suka teks berkonteks versi pak Nukman 🙂 mungkin nanti perlu diadakan ada kursus ber-tweet yang baik 🙂

  27. Ucha

    Tetep q suka luna,hebat sich..

  28. cutkak

    aq sie kalau ada luna ama ariel di rcti dll baru nonton infotaiment, kalau tidak ada berita tentang luna maya ya… mendingan nonton metro tv aja. karena gosip artis2 yang lain enggak sreg (alias gosip murahan)

  29. cutkak

    luna…, kami tetap sayang ama kamu…

  30. jupri

    aku sayang kamu luna meski kamu jelek……
    aku cinta sama kamu luna……………

  31. erwinsyah

    i love you luna,,,pertahankan,,,?

  32. luna maya tersandung dunia maya lagi … .

  33. mars31st

    Cuma mau sumbang pemikiran utk. mengkritisi tulisan yg sudah dituangkan didalam “Twitter Luna Maya, Jarak Antara Teks dan Konteks”.

    Walaupun saya tidak setuju dgn pendapat bahwa kedua profesi ini adalah lebih rendah dari profesi lainnya, namun apakah mayoritas masyarakat Indonesia bisa berpendapat demikian. Adalah “Hipokrit” kalau dibilang “Para pelacur dan pembunuh bisa jadi merasa bangga, karena di mata Luna Maya, status mereka kini lebih tinggi ketimbang wartawan infotainment. Atau bisa jadi juga sebaliknya, para pelacur dan pembunuh justru marah karena stratanya dianggap rendah, dan menjadi benchmark untuk tingkat kehinadinaan” Cara pandang orang Indonesia-lah yg justru menempatkan kedua profesi ini ditempat yg paling rendah derajatnya, Jadi pandangan Luna Maya tidak lah salah kalau menurut konteks pandangan orang Indonesia, malah saya beranggapan pihak infotainmentlah yg justru berupaya ingin menarik posisi Luna Maya ini untuk dimasukkan kestrata yg paling hinadina itu tadi. 🙁

  34. haha

    sekarang terbukti siapa yang palacur kan luna???

  35. naf

    Yang sabar ya Luna.. wa ga salahin kata2 itu, seorang publik figur bukan hanya artis juga bisa mengungkap itu kalau mereka merasa tertekan..
    Namanya artis juga manusia pasti punya batasan..
    Tapi Buat para pemburu berita kadang batasan itu di buang..coba kalo kalau di balik jadi artis..
    Kalau semua menghujat Luna karena tulisannya..
    Kalau Luna Mau lepasin unek2 kemana..
    mau teriak entar di bilang Luna dah gila..
    mau nangis.. mungkin ga ada lagi air mata..
    sementara pancingan emosi terus berdatangan..
    orang nyetir mobil lagi nyantai aja kalau di potong orang kita bisa berbuat pidana ko..
    sekarang pertanyaannya:
    pencari berita itu sama enggak ya sama paparazi..?

  36. chiyo

    hah lebay bgt si orang2* tapi tetap semangat ya… luna aku selalu memberi dukungan pd mw yang sabar pasti gosip ny nanti juga ilang sendiri
    CUEXS AJA ….

  37. Meidi Dwi Cahyo

    Setiap Musibah Pasti Ada Jalan KeluarNya,
    Buat Luna Maya Yang Kuat Untuk Menghadapi segala cobaan………….

  38. Meidi Dwi Cahyo

    Ingat Jasa Luna Jangan Mengingat Hal yang Tak Perlu Diingat…(Hal Nagatif)

  39. tetep sabar ya ka luna aq ttp mndkg ka luna qooe semanat untuk ka luna jangn pts asa oc

  40. #

    Syukuri Nikmat yang Anda Rasa tidak puas pada diri manusia,memang manusiawi.Karena setiap insan selalu ingin mencapai hasil yg lbh baik dn trbaik.Tak heran jika rasa tidak puas ini bisa melecut semangat untuk meraih,kesuksesan yg di inginkan dn hal ini cukup positif,utk kemajuan karir.Tetapi jika rasa tidak puas sudh dlm tahapberlebihan,dlm arti tidak pernah mensyukuri apa yg telah di raih,inilh yg patut diwaspadai.Krna rasa tidk puas yg berlebihan akan membuat kita selalu mengingkari nikmat atas hasil yg telah diperolehnya.Tetapi memang fenomena orang sukses belakangan ini adalah selalu merasa tidak puas walaupun sudah memiliki kedudukan bagus gaji besar,keluarga yg harmonis,dn materi berkecukupan,Tapi selalu saja ada yg kurang kita selalu memandang bahwa banyak orang lain yg lebih suksus.Dan kita yg tak pernah merasa puas selalu ingin melebih orang lain itu.Seakan semuanya yg sdh diperoleh tidak ada artinya.Jika trs meners dihantuirasa tak puas,biasa saja mengarah pada tindakan yg negatif.kita akan melakukan apa saja dan bisa jadi akan menghalakan cara demi mencaoai kesuksesan,yg melebih orang lain.
    Rasa tida puas,sebenarnya dipicu oleh rasa iri dgn kelebihan orang lain.
    sebelum rasa tidak puas semaking parah,segera stop rasa tidak puas dri dlm diri kita msing22 .
    BAGAMANA CARANYA??
    1.MULAILAH DGN MENGANALISA DIRI SENDIRI DGN MENJAWAB BERBAGAI PERTANYAAN APA SAJA YG TELAH PEROLEH SELAMA INI??
    2.DAN APA SAJA YG TIDAK DIPEROLEH DARI HAL YG DIINGINKAN ??
    3.APA SAJA KELEBIHAN APA YG DAPAT DILAKUKAN DGN KELEBIHAN ITU??
    Dengan menjawab pertanyaan tersebut dgn jujur,kita akan menyadari bahwa setiap manusia selalu memiliki kelebihan dan kekurang …!!!

  41. Mencerahkan. Makasih, oM Nukman.

Leave a Comment