Posted on August 17, 2009
15 Agustus 2009, tepat 21 bulan saya menyusui secara ekslusif, tanpa susu tambahan, anak perempuan saya Maleeka Kendra Adhitia atau yang biasa dipanggil Kenken. Pagi itu juga, dengan perasaan bungah saya menulis di Twitter: Full of Joy! Today I’ve been 21 months breast feeding Kenken and insya Allah will continue until she is 30 months as mentioned on Qur’an. Amien.
Tak berapa lama kemudian, sejumlah ucapan selamat berdatangan dari follower Twitter saya. Tak hanya dari Indonesia, tapi juga dari Swedia, Tehran, hingga Amerika. Twitt saya juga di ReTweet atau di forward oleh sejumlah follower saya di dalam mau pun luar negeri.
Tak hanya di Twitter, melalui tulisan ini saya juga ingin berbagi secara lengkap pengetahuan tentang ASI yang sangat baik dikonsumsi anak meski sudah diatas 1 tahun dan problem yang sering dialami para ibu baru. Juga, pengalaman pribadi saya yang sempat mengalami depresi di awal bulan menyusui yang hampir berujung pada keputusan berhenti menyusui sama sekali.

Semoga, sharing saya bisa memotivasi para ibu agar menyusui anak hingga 2 tahun. Langkah nyata yang semua ibu bisa lakukan, untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Bagi yang membaca blog ini, silahkan share ke keluarga atau lingkungan agar semakin banyak anak Indonesia yang sehat dan cerdas.
****
Hanya 1 dari 1000 wanita di dunia yang tidak bisa menyusui, selebihnya adalah masalah mental, begitu kata dr Utami, pakar ASI Indonesia. Couldn’t agree more.
Menyusui pertama kali bukanlah hal yang mudah, terutama bagi ibu baru. Hal yang sama juga terjadi pada saya. Tak hanya sakit yang luar biasa karena payudara bengkak dan puting lecet, bahkan saya dulu mengalami depresi mental karena menjadi ibu baru.
Muka pucat, keringat luar biasa banyak, badan sering amis karena ASI terus mengucur deras meski sudah diperas, kurang tidur, perasaan minder karena merasa gendut dan jelek adalah beberapa list penderitaan saya waktu itu.
Saya juga tersiksa dengan penampilan saya di rumah yang saat itu ‘menuntut’ saya memakai pakaian yang nyaman untuk menyusui yaitu DASTER! Dulu saya membenci daster, karena buat saya meski dirumah saya harus tetap wangi dan berpenampilan menarik. Daster dan bau amis ASI adalah kombinasi sempurna untuk meruntuhkan mood saya
Semua situasi di atas, diperburuk dengan sikap sok idealis saya sebagai ibu baru yang ingin menangani semua kebutuhan anaknya sendiri padahal tenaganya terbatas. Bekas operasi caesar saya beberapa kali nyeri luar biasa karena saya terlalu capek beraktifitas.
Diantara sejumlah hal di atas, yang paling membuat saya gampang stress adalah semua yang terkait langsung dengan anak. Belum bisa mandiin anak, stress. Belum bisa menenangkan anak nangis, stress. Belum bisa gendong bener, stress. Dan yang paling buruk adalah, belum munculnya bonding dengan anak yang membuat saya merasa bukan ibu yang baik.
Akibatnya, 3 minggu setelah melahirkan saya harus dibawa ke UGD jam 1 pagi dini hari karena maag akut .
Dalam situasi tertekan karena fisik dan mental yang ngga sehat, saat itu saya sempat berpikir untuk berhenti menyusui … sebuah pemikiran yang akan saya sesali sepanjang hidup seandainya benar terjadi.
Bagaimana saya melewati itu semua?
Kuncinya ada pada peran suami. Suami memegang peran besar dalam keberhasilan ibu menyusui, terutama ibu yang cranky seperti saya heheheh…
But seriously, menyusui bukan hanya tugas ibu tapi juga bapak. Ibu yang dalam kondisi depresi, akan menjadi cepat sehat kembali jika suami bisa memberikan rasa nyaman, support dan pengertian.
Saya bisa melewati masa buruk berkat dukungan suami tercinta, Adhitia Sofyan. Tak hanya selalu siap dengan makanan sehat untuk saya, Adhit juga tanpa lelah menemani saya begadang ngurus anak, membaca buku ini itu, google ini itu dan telepon ke sejumlah dokter untuk mencari solusi agar saya berkurang depresinya.
Adhit juga selalu berulang ulang meyakinkan saya kalau penampilan saya baik baik saja dan normal untuk ibu yang baru melahirkan. ‘Mimi tetap cantik, ngga berubah. Soal gendut, ntar juga ilang…” begitu katanya tiap kali saya mengeluhkan penampilan yang menurut saya gendut, jelek dan bau amis

Apakah aktifitas saya terganggu karena menyusui?
Sampai hari ini saya masih menyusui Ken ken paling tidak 10 kali sehari. Tiap malam saya terbangun sekitar 6 kali karena Ken Ken tidak berhenti menyusu meski tidur malam. Saya masih bekerja 14 jam sehari. Saya masih bisa jadi pembicara di banyak seminar.
Saya dengan sadar mengurangi waktu kumpul-kumpul teman di malam hari demi menyusui dan mengeloni Ken ken. Saya insya Allah tidak merasa kerepotan harus mengajak Ken Ken kemanapun saya pergi. Alhamdulillah, when we love what we do dan kita punya cita-cita besar dibelakangnya, segala hal menjadi lebih mudah…
Mengapa saya terus menyusui meski Kenken sudah hampir 2 tahun?
Selama ini, banyak ibu yang memutuskan berhenti menyusui setelah anak usia 6 bulan atau 1 tahun. Padahal walaupun sudah tidak menjadi makanan utama bagi bayi di tahun ke-2, ASI tetaplah yang terbaik di antara seribu satu susu formula.

UNICEF merekomendasikan selain pemberian makanan bergizi seimbang dan imunisasi, bayi usia 12-24 bulan disusui sesering mungkin. Tentu ada alasan kuat kenapa para ibu diimbau untuk menyusui bayinya memasuki tahun kedua.
1. ASI di tahun kedua kandungan faktor imunitasnya meningkat
Penelitian menyebutkan zat antibodi tersedia dalam jumlah besar pada ASI selama masa menyusui. Tapi ternyata sebagian faktor kekebalan dalam ASI konsentrasinya meningkat selama tahun kedua dan selama proses penyapihan (weaning).
2. Pemberian ASI setelah bayi 6 bulan cegah risiko alergi dan asma
Salah satu cara terbaik mencegah alergi dan asma adalah menyusui eksklusif selama enam bulan dan meneruskannya hingga si kecil berusia 2 tahun. Memperpanjang pemberian ASI berarti menunda selama mungkin bayi bersinggungan dengan zat penyebab alergi. ASI sendiri membantu mempercepat pematangan lapisan pelindung dalam usus bayi, melapisi usus bayi dan menghalangi masuknya molekul penyebab alergi ke dalam darah bayi serta memberi perlindungan antiradang sehingga menekan risiko infeksi pemicu alergi
3. ASI perkecil risiko sakit anak usia 16-30 bulan
American Academy of Family Physicians melihat anak-anak yang disapih sebelum usia dua tahun meningkat risikonya (AAFP 2001). Penelitian lain menyebutkan anak usia 16-30 bulan yang disusui lebih jarang sakit, kalaupun sakit maka sakitnya lebih singkat dibanding anak sebaya yang tidak disusui
4. ASI dibutuhkan anak yang sakit
UNICEF merekomendasikan anak di bawah tiga tahun yang sakit agar diberi ASI, karena ASI merupakan makanan bergizi yang paling mudah dicerna saat si kecil kehilangan nafsu makan
5. ASI di tahun kedua lebih kaya nutrisi
Penelitian dr. Dror Mandel, dkk, menyatakan ASI dari ibu yang menyusui lebih dari satu tahun kandungan lemak dan energinya meningkat dibanding ASI dari ibu yang menyusui lebih singkat
6. ASI di tahun kedua sumber lemak dan vitamin A tak tergantikan
Berdasar penelitian Adelheid W. Onyango dkk menyimpulkan ASI merupakan sumber lemak dan vitamin A yang tak tergantikan oleh makanan sapihan apapun
Pada tahun kedua (12-23 bulan) setiap 448 ml ASI memenuhi kebutuhan anak :
* 29% dari kebutuhan energinya
* 43% dari kebutuhan proteinnya
* 36% dari kebutuhan kalsiumnya
* 75% dari kebutuhan vitamin A
* 76% dari kebutuhan folatnya
* 94% dari kebutuhan vitamin B-12
* 60% dari kebutuhan vitamin C
Mitos seputar menyusui
1. Stres Menyebabkan ASI kering
Memang benar bahwa stres dapat menyebabkan terhentinya aliran ASI, namun hal tersebut hanya bersifat sementara. Banyak ibu-ibu yang mengaku tidak bisa memberikan ASI karena stres atau emosinya sedang bergejolak, terutama mereka yang mengalami bencana.
Padahal jika seorang ibu tidak bisa mengeluarkan ASI, hal yang justru harus dilakukan ibu adalah tetap menyusu. Ketika seorang anak menyusu pada ibunya, aliran darah ibu akan lancar dan hormon anti stres (oxcytoxin) akan dikeluarkan sehingga dapat meredakan ketegangan dan stres ibu yang akhirnya mendorong produksi ASI berjalan normal kembali.
2. Puting Susu Masuk Ke Dalam Tidak Bisa Menyusui
Siapa bilang ibu yang puting susunya masuk tidak bisa menyusui? anggapan ini benar-benar harus dihilangkan. Masyarakat terutama para ibu harus tahu bahwa anak menyusui bukan pada putingnya, tapi pada payudara si ibu.Masalah puting susu hanyalah masalah pede saja
Puting susu hanya sebuah marker saja yang terletak pada payudara ibu. Masalahnya, masyarakat menduga bahwa ASI dikeluarkan dengan cara disedot dari puting. Yang sebenarnya terjadi adalah, ASI keluar dengan cara diperah, bukan pada putingnya tapi pada area yang berwarna hitam.
3. Ibu Dengan Gizi Kurang Tidak Mampu Menyusui
Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Hanya ibu dengan keadaan gizi yang sangat buruk yang tidak dapat memproduksi ASI cukup. Namun pada ibu yang memang tidak terlalu sehat, semakin sering disusukan produksi ASI justru akan semakin baik. Isapan bayi justru dapat merangsang saraf otak untuk terus memproduksi hormon yang bertugas mengeluarkan ASI, Namun ibu menyusui harus tetap mendapatkan makanan tambahan pula agar dapat menyusui dengan baik.
4. Bila Menyusui Terhenti Tidak Dapat Menyusui Kembali
Jangan salah, menyusui kembali setelah terhenti sementara dapat dilakukan. Teknik yang dilakukan disebut dengan teknik relaktasi. ASI yang sudah lama tidak diproduksi dapat dirangsang kembali meskipun sudah lama tidak menyusui. ASI tidak akan pernah basi, jika tidak dikeluarkan maka tubuh akan menyerapnya kembali, dan ketika dibutuhkan maka akan keluar lagi. Teknik relaktasi ini akan membantu para ibu agar dapat menyusui kembali dengan menggunakan modifikasi alat bantu menyusui.
5. Ibu Yang Sedang Sakit Dapat Menularkan Sakitnya Melalui ASI
Jangan pernah punya anggapan seperti ini, kecuali Anda yang punya penyakit berat seperti HIV atau hepatitis. Seorang ibu yang sedang sakit, contohnya flu tidak akan menularkan sakitnya pada si anak karena dalam ASi sendiri terkandung antibodi yang merupakan inhibitor untuk virus atau bakteri.
6. Bayi Sedang Diare Perlu Cairan Tambahan Seperti Air dan Teh
Bayi yang diare tidak perlu diberi cairan lain karena ASI mengandung 90 persen cairan yang dibutuhkan untuk bayi. Pemberian cairan lain bisa berbahaya karena dalam keadaan darurat seringkali terkontaminasi yang justru dapat memperparah diarenya.
Jika sudah tahu bahwa mitos-mitos itu salah, tidak ada alasan lagi bagi ibu untuk tidak memberikan ASI karena ASI adalah satu-satunya makanan terbaik, sempurna, bersih, aman, gratis, tersedia setiap saat, dan yang paling penting yaitu dapat menguatkan kasih sayang ibu dan bayi.
*data dirangkum dari berbagai sumber.
***
Last but not least, let’s make a better Indonesia by breastfeeding our baby. Its easy, its cheap and all moms can do!
Selamat Menikmnati dan mengisi Hari Kemerdekaan RI yang ke 64 di tahun 2009 ini dengan hal nyata yang insya Allah semua ibu bisa lakukan. Amien.
Ditulis oleh Iim Fahima, Direktur Digital Experience Virtual Consulting.
Follow Twitter Iim di http://twitter.com/iimfahima
Kalou Gitu sekarang lebih mudah melakukan riset di dunia maya, ketimbang pergi ke pasar, namun...
Memang dibutuhkan kejelian dalam melakukan analisa atas data yang tersedia. Pengalaman dalam melakukan bisnis...
riset memang bikin kita sedikit ribet, tapi hasilnya kita tak kebingungan dan langkah yang kita...
harus melototin data tiap hari nampaknya ni Pak Nukman.
Setuju dengan om nukman, riset membuat kita mampu mendapatkan celah pasar yang tepat dan mengail ikan-ikan...
Lebih Jauh tentang Social Recruiting Survei 2011
Survei 2011: LinkedIn, Rajai Social Media untuk Rekrutmen
Infografik: 2011, Social Recruitment Meningkat Drastis
August 17th, 2009 at 2:01 am
asi ekslusif hingga usia 21 bulan? asi eksklsif means, asi thok, asi only?
but if im not mistaken, bayi pd usia 6 bulan udah butuh makanan pendamping asi…katanya gitu…
*jd bingung*
August 17th, 2009 at 2:11 am
subhanallah, thanks for sharing
August 17th, 2009 at 2:48 am
Hidup menyusui dua tahun!!!
Selamat yah mbak Iim, mudah-mudahan dengan tulisan mbak Iim, banyak juga ibu-ibu yang jadi ingin menyusui anak-anaknya hingga dua tahun.
Saya sendiri sedang melakukan riset ttg urgensi memberikan ASI dua tahun berdasarkan Al-Quran dan Hadits. Maka dari itu, saya agak tergelitik dengan tulisan berikut:
“Full of Joy! Today I’ve been 21 months breast feeding Kenken and insya Allah will continue until she is 30 months as mentioned on Qur’an. Amien.”
Sepanjang hasil riset sementara saya, Al-Quran dan Hadist menyatakan penyempurnaan persusuan adalah dua tahun, bukan 30 bulan.
Dalilnya:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” [QS al-Baqoroh : 233]
“…dan menyapihnya dalam dua tahun…”
[QS luqman : 14]
“Dan mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” [QS. Al-Ahqof : 15]
Dan al-Hafidz Ibnu Katsir juga membawakan tafsir ayat QS Al Ahqof:15 ini dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu anhuma dari riwayat Ibnu Abi Hatim. Beliau berkata (7/280): Berkata Ibnu Abi Hatim : Haddatsana Ayahku (Abu Hatim, pent), Haddatsana Farwah bin Abil Maghro’, haddatsana Ali bin Mishar, dari Dawud bin Abi hind, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata : “Jika seorang wanita melahirkan pada usia kehamilan 9 bulan, maka cukup bagi anaknya menyusu selama 21 bulan. Jika ia melahirkan pada usia kehamilan 7 bulan, maka cukup bagi anaknya menyusu selama 23 bulan. Dan jika ia melahirkan pada usia kehamilan 6 bulan, maka 2 tahun penuh.
Haddatsana Ibnu Mahdi dan Abu Usamah, dari Sufyan, dari al-A’masy, dari Ibrohim, bahwa Alqomah berjalan melewati seorang wanita yang sedang menyusui bayinya setelah 2 tahun, maka ia berkata : “Jangan kamu susui ia setelah itu”.
[Mushonnaf Ibni Abi Syaibah no. 17060]
Jadi, dari nash-nash di atas, kesimpulan sementara yang saya dapatkan adalah:
Periode dari mulai hamil hingga menyusui yang dianjurkan adalah 30 bulan, namun bila ingin menyempurnakan persusuan, lakukanlah hingga dua tahun. Di luar dua tahun, harus sudah disapih, karena dua tahun sudah sempurna persusuannya.
Semoga berguna…
Allahu’alam bish-shawab….
August 17th, 2009 at 3:06 am
Meong, ASI ekslusif untuk 6 bulan itu ASI murni tanpa makanan tambahan. Diatas 6 bulan, ASI ekslusif artinya makan makanan pelengkap dan susunya hanya ASI tanpa susu tambahan/formula. Biasa dikenalnya dengan istilah ASI ++ (plus plus) yaitu ASI plus makanan, sayur, buah dll
August 17th, 2009 at 3:14 am
Poppy, iya saya tahu dua ayat itu dan setelah diskusi dengan beberapa orang yang pemahaman Qur’an-nya lebih baik dari saya, ternyata memang ada 2 pemahaman. Mau diikuti yang mana terserah saja toh akarnya tetap dari Qur’an.
September 4th, 2009 at 12:36 am
menyusui bayi lewat payudara memang sangat bagus untuk bayi..supaya dia lebih sehat dan kuat..
September 10th, 2009 at 8:50 am
Saya nyusuin anak saya sampe 4 tahun. Alhamdulillah dia sehat dan jarang sakit..
September 12th, 2009 at 10:19 am
Satu hal yang mungkin banyak yang belum tahu, memberikan ASI eksklusif sekaligus bermanfaat sebagai cara berKB tanpa harus mengkonsumsi pil KB ataupun menggunakan alat-alat KB yang oleh sebagian dari kita percaya sebagai hal yang diperbolehkan oleh agama. CIIW.
Thanks mba Iim atas sharingnya.
October 22nd, 2009 at 1:48 am
99% setuju dengan artikel diatas. Tidak setuju dengan koment “Hanya 1 dari 1000 wanita tidak bisa menyusui etc etc..”. Kalo ditelaah lebih lanjut dari situasi ibu2 di Indonesia, mungkin angkanya menjadi 1 diantara 5 ibu tidak bisa menyusui. Dan ini bukan masalah mental semata, tapi ekonomi! Menyusui tidak menyusui tidak bisa dipukul rata dalam pondasi mental, namun banyak hal yg mempengaruhi decision making. Well, satu contoh kecil, ipar saya baru aja melahirkan dan niat memang 100% menyusui namun, kebijakan kantor tempat ia bekerja hanya memberi cuti hamil sepanjang 1 bulan 7 hari sejak masuk RS!! Jadi dengan kondisi seperti ini, mustahil bagi dia menyusui bayi eksklusif 6 bulan! Kalo mau nyusui, otomatis harus berhenti kerja dan their family cannot afford living without her income as well as her husband’s. Menurut saya, sudah saatnya perusahaan2 di indo menerapkan kebijakan2 yg family friendly serta promote work-life balance. Harus ada political will dari pemerintah kita lewat depnaker untuk meng-endorse kebijakan maternity leave. Kalaupun memang ada, harus diterapkan dengan tegas.
October 27th, 2009 at 12:44 pm
setuju dengan artikel yg diatas!
ASI is the best!
October 29th, 2009 at 6:18 am
selamat menyusui kepada semua ibu di Indonesia. berhentilah meroko saat hamil dan menyusui..
*komentar ini sembari menyulut roko.. malas beranak..*
October 30th, 2009 at 12:33 am
Wah.. senangnya masih ada yang peduli dengan ASI…
Sedih sekali kalau melihat ibu-ibu di perkotaan sekarang sudah mulai melupakan tugasnya sebagai ibu..
Semoga dengan banyaknya artikel mengenai kebaikan ASI, makin banyak ibu-ibu modern yang memperjuangkan pemberian ASI untuk anaknya..
December 22nd, 2009 at 5:39 am
thanks buat sharenya….
January 21st, 2010 at 11:09 pm
Subhanallah.. pas baca jadi ngingetin 9 bulan lalu saat ngalamin depresi yang sama..Ya bisa dibilang punya pengalaman yang sama…Apalagi alhamdulillah dengan anugerah menyusi 2 anak sekaligus (kembar)… Tapi sayangnya twinnie di masa 6 bulan tidak xclusive,dicampur. Hanya saja ASI lebih dominan…dan sekarang mereka sudah 9 bulan, dan sedang MPASI dimana sufornya hampir tidak tersentuh. Mereka lebih menyukai ASI..
Ayo ibu-ibu muda….semangatttt buat ngasih ASI!!
February 15th, 2010 at 12:17 am
SupERRR, Mba Iim!
Makin mantap d mo ngasih bita ASI mpe 2 taon….G pduli badan trasa capek abis ngantor..
Yuk pren kita contoh Ibu SupER ini.
February 19th, 2010 at 12:08 am
awesome.. tambahan, kata dr. tan, proses menyusui bukan hanya sekedar asinya yang penting bagi bayi, tapi proses mengenyot, menghisap, menggelayut, menggendong, meraba dan bonding adalah hal yang tergantikan.
ijin share artikel ini ya, keren banget soalnya..
March 29th, 2010 at 5:41 am
Apa penyebab ASI bau Amis???apa emang ASI bau Amis???