home
Entrepreneurship, Inspiring Person

Iim Fahima: Berjaya di Dunia Online

Posted on April 20, 2009

commentsComment: 48 Comments

 

Iim Fahima,  Direktur Virtual Consulting, muncul dua halaman di majalah Femina. Majalah wanita ternama di Indonesia itu juga mengajak mantan mantan senior copy writer di sebuah perusahaan iklan yang berani pindah ke kuadran pengusaha itu untuk keliling di sembilan kota untuk berbagi ilmu mengenai dunia maya kepada pelanggan Femina.

Sebagai CEO Virtual Consulting, saya sangat senang dan bangga dengan tampilnya salah satu pemimpin perusahaan kami di majalah sekelas Femina. Oleh karena itu, saya tampilkan tulisan Femina mengenai Iim Fahima di blog Sudutpandang ini. Selamat membaca.

***** 

Ia menerobos pakem cara beriklan konvensional. Berkat jasanya, produsen makin ‘mesra’ dengan konsumen.

Kehadirannya membius lawan bicara. Semangatnya menular sehingga siapapun di dekatnya ikut optimis. Sosok wanita muda cantik, elegan, percaya diri, dan berwawasan luas, seolah tak cukup menggambarkan pribadi Iim Fahima Jachja (31). Dialah konsultan online advertising yang melejit namanya diantara pegiat jasa virtal tanah air. Maka, sangat layak jika finalis International Young Creative Entrepreneur of The Year (IYCE) 2008 – British Council ini menjadi salah satu pembicara paling ditunggu di Seminar Kartini femina, 18 April 2009 mendatang. Sejumlah wirausaha sukses lain juga akan membeberkan rahasia bisnis mereka, dua diantaranya, pemilik distro Bloop dan tas Mimsy (Lihat boks: Ini Juga Bintang!).

Siap Tak Gajian Setahun

Pada tahun 2006, karier Iim di salah satu perusahaan periklanan terbesar di Indonesia, terbilang mapan. Karier suaminya, Adhitia Sofyan, saat itu pun cukup bagus, yakni sebagai art director disebuah agen periklanan asing. Tapi ditengah kemapanan yang bisa membuai itu, mereka justru mantap membuka lembaran baru dengan menjadi wirausaha. This is the time. Begitu tekad mereka kala itu. Padahal, untuk mewujudkan usaha impian tersebut, mereka harus memulai dari nol.

Mereka mengambil keputusan yang berani. Apalagi jika mengingat pada waktu itu, kondisi perekonomian Indonseia sedang tak menentu dan penuh ujian. Toh, Iim tak hanya berbekal nekat dalam membentuk bisnis jasa konsultasi maketing dan komunikasi onlie, yang ia beri nama Virus Communications, dibawah bendera PT Virtual Media Nusantara.

Sebelumnya, ia menyiapkan sederet rencana matang. ”Semua resiko usaha saya perhitungkan, termasuk dari sisi finance. Demi bisnis baru ini, saya bahkan sudah siap-siap andai tidak bisa gajian setahun,” kenangnya, sambil tersenyum. ”Tapi, Ahamdulillah, baru sebulan bisnis berjalan, saya sudah mendapat klien penting,” sambungnya.

Ternyata, berwirausaha bukan ’mainan’ baru bagi Iim. Meski ilmu marketing bukan latar belakang pendidikannya, bagi lulusan Program Studi Manajemen Penyiaran (Broadcasting), Akademi Media Radio dan Televisi, Jakarta, ini berwirausaha merupakan sesuatu yang mengalir dalam darahnya. ”Eyang saya seorang pedagang. Beliau eksportir gula dan kayu. Kakak saya pun banyak yang jadi entrepreneur,” ujar bungsu dari 9 bersaudara ini.

”Saat masih bekerja menjadi staf di perusahaan periklanan, saya sadar betul, suatu saat nanti saya akan menjadi seorang wanita wirausaha.” tuturnya. Lantas, Virus Communications berkolaborasi sebagai sister company dengan Virtual Consulting (perusahaan konsultan Online marketing yang digawangi Nukman Luthfie, pakar online marketing). Virus unggul dalam hal digital advertising, sedangkan Virtual unggul dalam hal online business development (melahirkan portal-portal besar, seperti bisnis.com, swa.co.id, tangandiatas.com). Baru-baru ini, Virus melakukan merger dengan Virtual untuk memperkokoh diri sebagai perusahaan konsultan online marketing papan atas di Indonesia.

Pengalaman bekerja di bidang advertising yang mengandalkan media televisi, radio atau print ad (metode konvensional, begitu ia menamakannya) diakui Iim memberi banyak pelajaran berharga. Meski kini ia fokus pada dunia pemasaran bisnis secara online, ilmu komunikasi marketing yang ia dapat dari pekerjaannya dulu itu tetap menjadi landasan dalam mengaplikasikan usaha barunya. ”Kesibukan pekerjaan saya yang sekarang tak jauh berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Namun, karena terbiasa bekerja di perusahaan besar, dengan struktur dan sistem kerja yang sudah rapi, saya harus mencurahkan perhatian ekstra dalam membangun bisnis sendiri,” katanya.

Ia harus banyak belajar lagi. ”Misalnya, dalam hal membuat laporan produksi, catatan keuangan, berhubungan dengan rekanan bisnis, membangun sistem layanan pelanggan (client service), hingga menyusun sistem keuangan,” jelasnya. Meski cukup rumit, toh, Iim menjalani semua itu dengan antusiasme tinggi. ”Tak hanya dalam hal berbisnis, di setiap aspek kehidupan pun saya berusaha selalu memberikan yang terbaik,” kata wanita kelahiran 7 Febuari 1978 ini, bijak.

Tantangan Bisnis Online

Yang membedakan cara bisnis Iim dengan advertising konvensional adalah hal perantara (medium) komunikasi. ”Tantangan pemsaran via online seperti yang saya jalani, lebih besar. Bandingkan saja dengan sebuah iklan televisi, yang besarnya memenuhi satu layar. Di satu layar situs internet bisa terdapat banyak sekali iklan online. Nah disinilah seninya iklan online. Setiap konsultan iklan online butuh strategi khusus agar iklannya dilirik konsumen, dan menang bersaing dengan jejeran iklan lain, jika tidak paham betul ilmunya, iklan yang dibuat bisa jadi malah tidak efektif menjaring konsumen,” ungkap Iim, panjang lebar.

Seorang konsultan iklan online yang baik, selain harus mengerti ilmu komunikasi marketing secara umum, juga harus memahami sejumlah hal lain. Mulai dari konsep komunikasi online marketing, perilaku konsumen online, sampai ilmu teknologi informasi, plus kreativitas yang tinggi.

Menurut Iim, era pemasaran sekarang sudah bergeser. Dulu, produsen ingin produknya selalu tampil sempurna di mata konsumennya. ”Padahal, bukankah tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna?” kata Iim. Untunglah, konsumen sekarang sudah dapat melihat kekurangan suatu produk, bahkan bisa menyampaikan kritik.

”Produsen pun akhirnya sadar, lebih baik memperlakukan konsumen sebagai teman, dan menempatkan diri mereka sejajar dengan konsumen. Sekarang ini sudah tidak zaman-nya lagi memberlakukan model komunikasi atau pemasaran yang ’berjarak’ dengan konsumen. Jika tetap menerapkannya, bukan tak mungkin, produk justru makin ditinggalkan,” Papar Iim.

Ia lantas mencontohkan apa yang telah dilakukan sebuah perusahaan minuman ringan dalam website-nya. Karena tak mau dikritik, mereka sengaja menghapus emua komentar konsumen yang bersifat kritik. ”Akibatnya, konsumen malah menyebarkan sikap buruk perusahaan itu kepada khalayak luas sehingga berdampak kurang baik pada citra produk tersebut,” jelasnya.

Percaya atau tidak, alasan utama yang menarik Iim untuk terjun berbisnis di dunia online dulu adalah krisis ekonomi. Di tengah krisis ekonomi sejak 2005, ia belum banyak melihat pebisnis dengan  minat yang serupa dengannya. Dengan sedikitnya kompetitor, Iim percaya diri menangkap peluang bisnis yang bermasa depan sangat menjanjikan ini. Apalagi, teknologi informasi, khususnya layanan internet, makin digandrungi masyarakat.

”Dari waktu ke waktu, pengguna internet di Indonesia makin besar. Berdasarkan riset yang dibuat search engine ternama Google, saat ini di Indonesia ada sekitar 30 juta pengguna jaringan internet. Angka ini merupakan angka tertinggi di Asia Tenggara,” kata Iim, senang. Fakta ini pula yang membuat para produsen atau pengusaha mengakui internet sebagai media pemasaran dan iklan yang efektif. Meski demikian Iim tidak anti pada iklan konvensional. Cara ini tetap dilakukannya, namun hanya sesuai kebutuhan.

Mengikuti dinamika dunia virtual membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi.”Ada yang bilang, gaya hidup konsultan online marketing juga harus online (dinamis dan mampu belajar cepat.). Makanya, saya membiasakan diri meluangkan waktu sejam dalam sehari untuk meng-up date pengetahuan saya di bidang ini,” ujar ibu satu anak ini.

Tak sulit menelusuri jejak keberhasilan Iim. Sederet nama perusahaan besar menjadi kliennya. Sebut saja di antaranya Hewlett Packard, PT Telkom, Toyota, Auto2000, XL, Smart.

 

Cinta Keluarga

Meski selalu aktif dan produktif, Iim enggan disebut sebagai workaholic. ”Akan lebih cocok, kalau saya disebut seorang shopaholic,” ujar wanita yang memang hobi berbelanja pakaian dan sepatu ini, sambil tertawa. Menurutnya, workaholic bukanlah hal positif, sekalipun bagi wanita bekerja seperti dirinya. Tampaknya, ia tak mau kehilangan indahnya kehidupan di luar pekerjaan.

Nyatanya, meski kesibukannya menggunung, Iim tak pernah kekurangan waktu untuk menikmati saat-saat pribadi. Agak aneh memang, mengingat jam kerjanya saja bisa lebih dari 18 jam sehari. Bahkan, ia harus merelakan sejumlah akhir pekan untuk bekerja. ”Lagi pula, ditengah sengitnya persaingan usaha sekarang ini, mana ada entrepreneur yang bisa bebas berlibur?” ujarnya.

Keseharian Iim, bisa membuat kita iri. Soalnya, meski sibuk bekerja, ia tak terpisahkan dari buah hatinya, Maleeka Kendra Adhitia (16 bulan). Setiap hari Ken Ken, begitu panggilan sayang putrinya itu, ikut kemanapun Iim pergi. ”Sampai sekarang saya masih memberikan ASI untuk Ken Ken. Itu sebabnya, saya membawanya kemana-mana,” ungkapnya, bahagia.

”Me time saya berarti bersantai dengan suami dan anak,” katanya. Hobi masak sang suami pun jadi bumbu  yang indah dalam rumah tangganya. ”Saya tidak bisa masak, justru Mo Mo (panggilan untuk Adhitia, suaminya) yang sering masak untuk saya,” tutur pencinta hidangan steik dan pasta ini. Kata ’Alhamdulillah’ berkali-kali ia ucapkan sebagai ungkapan syukur atas semua yang dimilikinya saat ini.

Mengenai busana muslim yang dikenakannya, sehari-hari, juga suatu anugerah yang disyukurinya. Sejak kembali dari Tanah Suci pada tahun 2006, ia mengubah penampilannya 180 derajat. “Dulu saya senang memakai pakaian terbuka. Namun, sejak menikah dan naik haji, saya berusaha membenahi diri. Apalagi, kata Mo Mo, saya terlihat paling cantik dengan pakaian seperti ini,” sambung wanita yang punya panggilan sayang Mi Mi ini, seraya tertawa.

“Mudah-mudahan, 5 tahun lagi saya bisa menujadi konsultan online ternama,” harapnya. Meski luar biasa sibuk, Iim tampaknya tak kenal kata lelah. ”Saya amat menikmati apa yang saya lakukan sekarang,” katanya. Kegagalan pun tak membuatnya kecewa. ”Suka maupun duka selalu saya anggap bagian dari proses yang harus saya lalui.”. Karena alasan ini juga, Iim tak tahu harus menjawab apa ketika ditanya kapan ia berencana ’pensiun’ dari pekerjaannya.

Sumber: majalah FEMINA no 15/XXXVII 11-17 April 2009

 

Bookmark and Share

48 Responses to “Iim Fahima: Berjaya di Dunia Online”

  1. Selamat mba Iim,

    Mudah2an semangat dan antusiasme berbisnis online ibu satu ini bisa menjadi contoh dan Insya Allah menjadi inspirasi wanita Indonesia lainnya.

    Tentu tidak ada salahnya meniti karir sebagai karyawan di perusahaan periklanan seperti awal karir mba Iim, tapi Insya Allah akan jauh lebih baik jikalau kita mampu membuka lapangan kerja baru.. halah kok trus seperti Aa Gym aja aku ini …hihihi…

    Good artikel Boz Nukman!!! sampai ketemu di Solo. Sudah siap wisata kuliner khan..???

  2. Alhamdulillaaah.. untung saya magang di sana ya pak nukman :D

  3. Wah, istrine Mas Adhit sangar! Ngiri mode: on

  4. Berarti kalau wanita sudah bergerak, harusnya laki2 jg banyak yg tergerak donk :)

  5. Huss, ndak ada hubungannya sama gender Noe :)

  6. salute ……sekali ……….

  7. manteb…
    pass momentnya lg kartinian..

  8. Dear Mbak IIM,

    Kebetulan istri ikut seminar Mbak IIM yang di even Femina sabtu lalu. Dia sangat terkesan dengan sharing Mbak IIM, tapi sayang waktunya cuma sebentar katanya. Mudah2an next time sharingnya bisa lebih komplit. Tq.

  9. Sukses tuk ibu-ibu Indonesia …., selamat hari Kartini, semoga pengalaman “mi-mi” bisa menjadi inspirasi ibu-ibu yang lain.

  10. Hebat…kata pertama yg patut disebut untuk mba Iim. Bangga deh..bisa satu ktr ma orang Hebat. Sukses selalu buat Mba Iim :)

  11. hebat..pas banget bertepatan dengan hari kartini

  12. Keren Mbak Iim! Laptopnya juga keren ^^

  13. Mantap mbak Iim, sukses terus

  14. Kartini Abad ini.. salut buat Mbak Iim!

  15. selamat ya bu, semoga karyanya lebih mewarnai dan meng-inspirasi wanita indonesia

  16. Selamat ya Iim, sosok yang sangat inspiratif. Cantik, muda, pintar, baik hati dan tidak sombong…

    Mudah2an akan lebih banyak lagi Iim-Iim lainnya di negara kita. Wanita bisa maju jika diberi kesempatan yang sama. Atau kalau tidak diberi kesempatan, kita ciptakan kesempatan itu ya Im. Dengan teknologi yang tinggi seperti sekarang ini, saya yakin bahwa kaum wanita akan bisa lebih balance dalam membagi waktunya, untuk keluarga maupun untuk karirnya. Judulnya Kita BISA.

    Selamat sekali lagi untuk Iim teman saya, sumber inspirasi balanced life…

    Salam sukses.

  17. Salam Sukses mbak.

    Cerita yang sangat cocok ditampilkan di sudut pandang.

    Makasih buat mas NL yang telah memuat cerita ini untuk dapat kita baca [soalnya gak pernah baca majalah lagi, apalagi femina, halah....]

    TFS

    Salam sekses [sekali lagi!]

  18. .
    Hu hu hu…
    Jadi sayah inih telat banget yah, memulainya udah di 38….

    :roll:

  19. kristin amelina Says:

    mantaf mba iim!!!!!
    mulai skr hrs siap2 dikerubutin sm ibu2 klo kmn2 y.. hehe…. *mas adit siap2 pegang kamera yah :D
    inspiring women, inspiring housewife, and inspiring mom…. proud of u more…

  20. graharizquna Says:

    Banyak sekali postingannya, dibuat aja buku biografi tokoh-tokoh yang bejaya di dunia online.
    Pasti banyak yang berminat, amin..

  21. Keren mba, meng-inspirasi ..

  22. “Mudah-mudahan, 5 tahun lagi saya bisa menjadi konsultan online ternama”

    Amiiin…

    Ceritanya inspiratif banget om…

  23. 18. Mbelgedez:
    Memang ada kata terlambat untuk memulai ya? Dulu saya juga memlai umur 38 lho.

    20. graharizquna:
    Sudah terpikir juga, tapi ndak sempat2 nyusun bukunya

    22. Om Ipit:
    Amieen

  24. semoga semakin bermanfaat bagi banyak orang.amin

  25. Huaaa makin cinta ma mbak iiiiimmm, huehehhe

  26. saluuutt.. mas boleh minta alamat web besutan mbak iim-nya?? yap mau belajar dr yg sdh berhasil

    tq

  27. keren banget…

  28. exelent… karena siti khodijah sendiri adalah wanita yg hebat dan seperti itulah seharusnya..kita

  29. hebat mba’ iim… kemaren aku jg dateng di seminar femina… banyak banget bantu aku utk ngembangin web ku http://www.indoface.com... thanx mba’ iim atas masukannya…. alhamdulillah skr indoface udh maju pesat

  30. Selamat Mbak Iim,
    Saya ingin belajar banyak. Mohon dimasukkan dalam milis, kalau ada acara, saya biar ikut.

  31. @mbelGedez™: Mbah Mbelpengen masuk majalah femina juga ya? :roll:

  32. Sebuah kisah sukses yg luar biasa

  33. satu contoh nyata lagi bagaimana membuat otak menjadi semakin “keriput” dengan memanfaatkan dunia internet ;)

  34. itulah enterpreneur sejadi. meskipun ce dia bisa.

  35. kok wajahnya hampir mirip om Nukman, mungkin adiknya om ya..???

  36. wah bener bener wonder woman.. he he he

  37. Bener2 istri dambaan pria abad 21.

  38. artikel yang sangat menginspirasi sekali.berani, cerdas & siap ambil risiko.

    @ollie : main ke sini juga, mbak ? hehe. i’m your fans

  39. Wah hrus dicontoh, sebagi spirit
    semangat2

  40. Inspiring!!!

  41. Inspiring woman….

  42. Hwaahaa… aku emang udah admire Mba Iim dari dulu…. :D

  43. kisah yang sangat mengispirasi

    Ruar Biasa

  44. nyasar ke sini dan sungguh inspiring mbak iim. Salam kenal.

  45. ibunya lucu imut2 hehehe oia sy lg bikin paper kuliah ni, dptnya ttg woman entrepreneur,,, sptnya bu iim asik u diangkat :p

  46. Mantab Mas Lutfi. Saya bisa belajar banyak tentunya dariMba Iim ini. Senag bisa mengunjungi blog ini. :)

  47. sani marlina Says:

    ak msih ngraba raba kira kira yang dilakukan mbak Iim ‘n crew tu apa semacam ngrancang,bikin trus pasang iklan dikirim person to person via twitter/facebook,dll gitu ?

  48. Semoga ALLAH SWT memanjangkan usia Mbak Iim dlm kebaikan dan ketaatan kpd ALLAH. Sukses Mbak Iim…

Leave a Reply

Twitter

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

cahaya meubel:

Kalou Gitu sekarang lebih mudah melakukan riset di dunia maya, ketimbang pergi ke pasar, namun...

Eddy:

Memang dibutuhkan kejelian dalam melakukan analisa atas data yang tersedia. Pengalaman dalam melakukan bisnis...

rsigit pesanlogo:

riset memang bikin kita sedikit ribet, tapi hasilnya kita tak kebingungan dan langkah yang kita...

hartoto:

harus melototin data tiap hari nampaknya ni Pak Nukman.

bunga:

Setuju dengan om nukman, riset membuat kita mampu mendapatkan celah pasar yang tepat dan mengail ikan-ikan...