home
Manajemen Personal

Steve Jobs vs Bill Gates: Simplicity vs Complexity

Posted on April 12, 2008

commentsComment: 49 Comments

April ini adalah bulan paling sibuk bagi saya untuk urusan presentasi. Saya harus memberikan enam presentasi, baik berupa seminar, pelatihan, maupun sebagai dosen tamu di sebuah sekolah manajemen. Saya sangat suka dengan kegiatan ini. Namun saya dilanda kebosanan karena template presentasi saya dengan Microsoft Power Point ya itu-itu saja. Padahal, kebosanan semacam ini adalah sumber malapetaka presentasi di depan publik. Maka saya mencari berbagai tips presentasi via Internet. Apa yang saya temukan amat berharga buat saya. Antara lain, ini: jenis presentasi dua orang yang amat saya idolakan — Steve Jobs, bos Apple Inc, dan Bill Gates, pendiri Microsoft Corp. — yang ditulis dengan baik oleh Garr Reynolds, penulis buku Presentation Zen.

Steve Jobs: Sederhana.

Kebetulan saya pernah menyaksikan dua presentasi Steve Jobs pada acara peluncuran Apple Mac berbasis prosesor Intel dan peluncuran iPhone. Ia berdiri di panggung yang amat luas dengan layar raksasa. Di layar lebar itulah materi presentasinya terpampang. Sebuah materi presentasi yang sederhana. Kadang kosong. Lalu muncul gambar, tabel, dan sedikit teks untuk mendukung presentasinya.

Steve Jobs Zen Master

Steve Jobs - Mac Intel

Steve Jobs – photo source PresentationZen

Yang mengherankan, inovasi luar biasa penggunaan prosesor Intel ke dalam Apple Mac ataupun revolusi iPhone, bisa disampaikan dengan begitu detil, hanya dengan slide-slide presentasi yang sunyi. Ia “menggores kanvas presentasi” dengan penuturan cerita yang luar biasa. Ucapannya yang meluncur mulus dari bibirnya terangkai dengan indah menjadi kalimat yang enak didengar dan jelas. Gabungan antara kemampuan tutur plus kesederhanaan slide presentasi itu memberikan efek yang hebat ke pendengarnya. Saya tidak heran jika sahabat saya Boy Avianto, pakar usability dan dosen Binus Internasional, amat menggemari presentasi Steve Jobs.

Penasaran sama gaya presentasi Steve Jobs? Simak di sini.

Bill Gates: Rumit, Kaya.

Saya belum pernah menyaksikan presentasi Bill Gates. Namun dari blog Garr Reynolds saya tahu bahwa tipe slide presentasi Bill Gates kaya dengan text, bullet point dan gambar. Biasanya setiap slide dimulai dengan judul, kemudian isi — yang kemudian terbagi-bagi lagi dalam beberapa bullet. Hirarki presentasinya amat jelas, runtut, dari bullet pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.

Bill Gates - Complexity

Bill Gates - Live

Bill Gates – photo source PresentationZen

Jika Anda biasa menggunakan Microsoft PowerPoint, ya seperti itulah gaya presentasi Bill Gates. Seperti itu pulalah saya selama ini membuat materi presentasi. Sangat runtut dari satu halaman ke halaman berikutnya. Hirarki penuturan juga dibuat detil, ditulis satu persatu. Lengkap. Kompleks. Kaya.

Penasaran sama gaya presentasi Bill Gates? Simak di sini.

Sejauh ini saya tidak bermasalah dengan jenis presentasi yang rumit ini. Saya malah diuntungkan karena dengan cara seperti ini saya bisa menyampaikan sebuah materi dengan runtut pula. Tidak ada pesan yang terlupakan. Satu-satunya kelemahan adalah, peserta akan bosan kalau kita terjebak ke “membacakan materi presentasi” ketimbang “menuturkan dan berdialog dengan peserta”.

Setelah membaca dua kutub presentasi antara Steve Jobs dan Bill Gates ini, saya sedang berusaha menuju ke tipe Steve Jobs. Saya lebih menyukai tipe materi presentasi yang sederhana, tepat guna, namun dilengkapi dengan cara tutur yang berbobot, sehingga secara keseluruhan peserta mendapat banyak informasi di balik kesederhanaan materi presentasi.

Kalau Anda?

Jika tidak pernah presentasi namun sering mendengarkannya, jenis mana yang lebih Anda sukai?

Bookmark and Share

49 Responses to “Steve Jobs vs Bill Gates: Simplicity vs Complexity”

  1. Ray says:

    Presentasi saya berbeda pak, kalo saya biasanya (kebanyakan) mempresentasikan rancangan system saya yg berupa sample sample web dan hasil kerja saya di depan client. kalo seperti Pak nukman rasanya belum pernah.

    hmm 6 presentasi x ?? = ???

  2. yodi aditya says:

    wah…terima kasih pak nukman!
    akhirnya kekecewaan saya terobati dengan konten yang baru ini.

    Benar-benar semakin membuka pemikiran saya.

    tentu presentasi yang menurut saya bagus dilakukan adalah membuat slide yang sederhana, teratur dan to the point ( milik bill gates ) dan berusaha membahasakan huruf-huruf di slide dengan kata-kata yang mudah dimengerti…(Steve jobs )

    wah..teori memang gampang ..tapi pelaksanaan lebih sulit :)

    nice article!

  3. Ivan Laksana says:

    Pak de numpang lewat.

    Dulu saya terjebak dengan presentasi macam omm Bill, yang ada peserta atau forum pada bengong semua dan pada ngantuk, karena presentasi yang saya tampilkan sangat detil dari spec dan teknikal yang ada mereka hanya ngobrol2 sendiri jadi bt saya, nah setali tiga uang dengan postingan ini, saya mulai membuat presentasi dengan hanya 1 statement atau 1 pertanyaan di setiap slidenya, mengapa 1 statement atau 1 pertanyaan, nah dengan begitu mereka peserta atau forum pada akhirnya bertanya dan penasaran disinilah keuntungannya, pada akhirnya mereka tertarik karena statement saya menimbulkan keingintahuan mereka, setelah itu urusan knowledge dan public speaking kita yang bekerja, dengan begitu mereka gak bakal bosan malah terjadi diskusi bahkan adu pendapat nah disinilah kompetensi kita teruji, dan kompetensi kita bukan berdasarkan hafalan presentasi jadi bisa dikatakan kita hanya publish 20% materi presentasi 80%nya ada di otak kita, ternyata it’s work and successfull.

    Cuma untuk jaga2 detil spec tetap di bikin di file terpisah, just in case untuk menerangkan lebih lanjut detil presentasi.

    Wassalam
    Ivan

  4. -tikabanget- says:

    wekekekkekkekek…
    sayah suka gaya steve jobs
    tapi dulu, pernah make gaya presentasi begini waktu kuliah, dimarahin dosen.
    wakakakak…
    katanya gak lengkap banget presentasinya.

  5. Yuda says:

    Saya memakai campuran antara gayanya steve jobs dan bill gates. Kadang di slide saya hanya ada gambar atau satu kalimat saja tapi kadang di halaman lain ada yang isinya point-point.

    Tapi saya tetap menyukai gayanya steve jobs dalam presentasi sampai-sampai saya koleksi videonya ketika wwdc 2007 dan macworld 2008.

  6. Great post pak…!!

    Steve Job ternyata memang King of Presenter. Dewa presentasi.

    Buku Garr Reynold itu kayaknya mesti dibeli juga. Beberapa minggu, jadi best seller di Amazon.com.

    Saya pernah mencoba membikin slide dengan gaya Steve itu, hasilnya seperti ini :
    http://strategimanajemen.net/2007/08/17/presentasi-good-to-great-company/

  7. papariza says:

    Saya lebih suka Steve Jobs style. Karena mengasah memori dan memperkuat komunikasi 2 arah. Detil tetap harus ada, namun hanya menjadi backup bila ada yang lupa.

    Kalau tak pandai ‘mendongeng’ di depan audiens ya mestinya pakai gaya Bill, bisa terhindar dari ngelantur kemana-mana…

  8. ysk says:

    Kalo aku malah mikir kapan aku bisa berdiri seperti mereka berdua hehehehe

  9. Jonru says:

    Pak Nukman…
    Saya selalu berpikir bahwa presentasi saya harus tetap mudah dipahami oleh orang yang tidak mengikuti acara workshop/pelatihan.
    Konsep presentasi yang sederhana bisa membuat bingung bagi mereka yang tidak mengikuti acara.
    Karena itu, presentasi saya seringkali seperti artikel, tapi dibuat dalam poin2.
    Saya sekarang juga suka membuat presentasi yang bergambar. Satu halaman satu gambar. Ini agar hadirin tidak bosan.

    Tapi kalau presentasi tersebut hanya ditujukan bagi peserta saja, saya kira konsep steve jobs sudah sangat bagus.

  10. dian-gresik says:

    wah…Om nukman ada syarat lain pak untuk melakukan presentasi. Siapa Audience nya? kalo gak tepat wah gmana jadinya itu presentasi om…

  11. avianto says:

    Wah, nama saya disebut-sebut… Kirain mau ngundang saya presentasi juga hehehe.

    Presentasi ala Steve Jobs itu membutuhkan rehearsal + showmanship + kemampuan komunikasi tinggi. Semua orang bisa presentasi seperti Bill Gates, tentu dengan efek ‘membosankan’.

    Tapi kembali lagi, materi presentasinya seperti apa. Kalau presentasi teknis dan statistik ya tidak cocok dengan gaya Steve Jobs. Walaupun… kalau presentasi teknis dan statistik tidak cocok juga dengan PowerPoint hehehe, harusnya dalam bentuk laporan terus yang dipresentasikan hanya poin-poinnya saja.

    Presentasi itu bukan sekedar menampilkan fakta-fakta tertulis di depan layar. Presentasi itu untuk ‘menampilkan’ hal yang ingin kita sampaikan dan ‘meyakinkan’ orang lain mengenai hal tersebut.

  12. rezayazdi says:

    Presentasi Bill Gates di CES 2008 sudah
    menunjukkan perbuahan yg signifikan.
    Tapi, tetap membosankan. Saya heran diakhir presentasi itu dia mengundang Slash, icon Rock jadul, dan dia berdandan seolah-olah Rocker.
    Bandingkan dengan Steve Jobs pada Mac World 2007, di akhir presentasi dia membiarkan penonton menikmati John Mayer, icon pop masa kini.

    Bill Gates benar-benar sudah ketinggalan jaman…

  13. fahry says:

    Saya lebih suka presentasi gaya Steve Jobs, lebih punya taste…

  14. lbsfighter says:

    saya memang tidak pernah presentase kecuali hanya pd saat sidang tugas akhir, tp menurut saya gaya presentasi bergantung juga terhadap audience kita, kalau audience kita amak TK (Taman Kanak-Kanak) ya kita pilih gaya Bill Gate, dengan banyak gambar, bullet dan tentu saja kombinasi warna yang menarik. Sebaliknya klu audience kita anak SMU, ya …..

  15. gagahput3ra says:

    Saya sih gak pernah presentasi untuk masyarakat luas :) paling banter di depan sekolahan…dan sebagai penonton kayaknya saya cenderung ke presentasi steve jobs deh…gak ngebosenin dan gak cenderung ‘generik’ :P

  16. Sidiq Permana says:

    menurut saya presentasi itu jangan terlalu banyak text tapi tampilkan dengan gambar..kek om steve jobs..

  17. Pogung177 says:

    sama mah gak suka kedua2 nya saya suka gaya sendiri. Alias gaya katrok.. trok..!!

  18. bek says:

    saya seringnya cm mbikinkan presentasi buat bos saya :D
    biasanya banyakan gambar2nya sedikit tulisan..
    gambar lebih berbicara daripada tulisan..

    tapi mungkin karena saya kerja di NGO yang berhubungan sama ekonomi dan lingkungan jadi lebih fokus ke gambar :D

  19. menurut saya masing2 tipe presentasi tergantung pada tipe presenternya (dan mungkin tim artistik/tim adhoc dibelakangnya LOL); saya malah cenderung setuju sama mas katrok eh mas pogung (yang komen diatas saya ini,eh atau dibawah ya); kita musti explore gaya kita sendiri, dan jam terbang ternyata pengaruh banget….. (paling tidak pada saya)

  20. lovesomatic says:

    selingi dgn video atau dialog interaktif, peserta ttp mrasa ada atensi dr pembicara, apalagi kl ada bonus-bonus hadiah gt…dijamin dahh presentasi bakalan hidup :smile:

  21. Seru pak. nice article. baru tahu klo blog selingkuhannya sekarang lebih aktif huekekekeke….

  22. saya lebih suka menggunakan gaya steve jobs, gambar2 dengan sedikit pernyataan. Tapi memang kadang2 harus dicampur gaya Bill Gates, terutama bila kita menerangkan sesuatu yang mungkin perlu dicatat oleh peserta acara kita

  23. kumay says:

    Menurut saya, ke 2 gaya persentasi tersebut tetap tergantung kepada person yang menyampaikannya. Walaupun secara pribadi lebih sreg dengan gaya sederhana, karena membantu audience menemukan inti presentasi, syaratnya yang menyampaikan harus benar2 menguasai materi dan panggung. Pengalaman pribadi, pernah sedikit hang waktu presentasi dengan gaya sederhana untuk materi yang kurang dikuasi ;) , untung masih bisa disambung2in.

  24. kalau saya pakai gaya keduanya, tapi lebih seringnya pakai gaya Steve Jobs, namun pada prinsipnya tergantung audien yang saya hadapi, industri kecil menengah

  25. Yuliana says:

    Presentasi???? itu semacam momok bagi aku. Baik Steve maupun Bill itu bagus tergantung pada kepiawaian presentarnya dong. Gimana kalo: biar lebih relax diputarin aja musik yang sesuai. Kaya movie gicu loh.( ntar yg dengerin biar lebih keras nggroknya kekekek)

  26. andika dj says:

    wah… saya steve jobs banget… tapi kadang kalo lagi nggak siap bill gates banget… hehehe…. sip pak postingannya!

  27. raka says:

    tapi ada yang menyamaknnya, mereka adalah orang jenius dan tahu bagaimana memanfaatkan kejeniusannya. salute.

  28. Definitely Steve Jobs style, pak. Lebih menantang tapi di sisi lain lebih menggugah pendengar. Tapi memang persiapannya harus lebih baik, dengan rehearsal yang cukup sehingga saat presentasi bisa fokus hingga saat terakhir.

    Salam

  29. jusman says:

    Salam kenal pak Nukman. Menurut saya, produk yang dihasilkan oleh kedua tokoh diatas adalah refleksi dari cara presentasi mereka di depan publik.

    Kalau meng-”quote” pendapat orang2, OS X lebih simple, indah, dan mudah digunakan. Sedangkan Windows, ribet, monoton, to much step to do. Malahan yang terakhir, si Vista, mau ikut2an OS X tapi keteteran.

    Well, mungkin kalau W.Gates III mau bikin operating system spt OS X, musti rubah dulu gaya presentasinya ya?! LOL!

  30. Darmawan says:

    salam kenal pak Nukman. Saya ikuti terus tulisan-tulisannya.

  31. alissandro_86 says:

    Ehm, gimana yah..
    Inti dari presentasi adalah
    1. Presentator
    2. Materi
    3. Audience
    Tapi intinya kan presentatornya to?? jadi mending pake yg model Steve .., sapa tuh..pokoknya itu lhah..Kayaknya bakal bisa lebih rame+interaktif+informatif…perkara ada yang luput untuk disampaikan, saya nanti juga audiencenya juga akan memberikan feedback..
    so, untuk presentasi berikutnya jadi lebih bagus lagi..

    Bukankah hidup itu untuk perubahan ke arah yang lebih baik ya..

    hehe, maap jadi ngelantur.
    Regards,

  32. Fay says:

    Setiap orang memiliki gaya sendiri dalam presentasi. Mungkin bisa ditiru apalagi dipelajari. Namun setiap orang berbeda-beda dalam memperagakan teori presentasi yang sama.

  33. dapas says:

    simple is nice ! :)

  34. Ardiansyah says:

    Kalau saya menerapkan cara om SJ tinggal capture gambar yang mewakili, lalu tinggal jelaskan detil nya aja. Misalnya menjelaskan ttg uang, tinggal kasih aja gambar yg ada uangnya. Jadi deh presentasi :)

  35. ajeng_pd says:

    pada dasarnya, SJ dan BG adalah dua tutup yg berbeda. masing masing adalah orang yang sangat unik. BG terkenal sebagai salah satu orang terkaya d dunia sedangkan SJ pernah sbg eksekutif yg bayarannya terendah d dunia.
    Secara personality juga, SJ yang terlalu keras dan emosional namun sangat kreatif dan seprang idealis, sedang BG lebih konservatif, menjual, namun kadang harus sedikit ‘mencuri ide’ orang lain dan bahkan menjadi lebih sukses,.
    Bisa dikatakan SJ adalah belahan otak kanan dan BG adalah otak kirinya

    secara presentasi-pun amat jelas perbedaannya seperti yang Pak Nukman utarakan…

    saya, selaku mahasiswi desain…kadang sering menemukan masalah perihal berikut,
    bahasa desain adalah bahasa bentuk, icon, simbol, gambar lah pada dasarnya (sepertihalnya SJ style)…sedangkan lingkungan akedemik tempat kita belajar menuntut penjelasan atas semua peristiwa, kejadian dan runtutan dari semua kejelasan yang amat sangat teoritikal (BG style).

    tetap saja, power point adalah pilihan termudah dan jika kita menggunakan SJ style, perlu tingkatan komunikasi tinggi…dan itu tidak dapat dimiliki oleh semua orang. dan, kiranya saya masih harus belajar banyak….hehe…

    saya sih amat sangat memilih SJ style, namun, kebanyakan yang terjadi di lingkungan akedimikk, meskipun itu desain sekalipun, memaksakan untuk bergaya BG.

  36. Yossi says:

    gW seH kga suka pAresntasi.. Jadi Gw G dukung sape2..
    .. SteVe Jobs botak ky sok pinter
    biLL gates Di bolor2n Matenye Ky Sok Jenius..
    So HidUp AMien Rais . . .

  37. gunawan w says:

    kalo anda pemakai window tapi suka cara steve jobs itu aneh … kalo saya di depan Mac psikologi saya mengatakan saya lagi kerja, kalo di depan windows rasanya lagi main game … karena gambar di layarnya lucu.

  38. Sar says:

    Hayooo, bapak nyontek artikel ini ya “http://presentationzen.blogs.com/presentationzen/2005/11/the_zen_estheti.html” … o o kamu ketahuan :)

    NL:
    Ya memang. Kan di awal tulisan sudah saya sebutkan sumbernya :)
    : “Antara lain, ini: jenis presentasi dua orang yang amat saya idolakan — Steve Jobs, bos Apple Inc, dan Bill Gates, pendiri Microsoft Corp. — yang ditulis dengan baik oleh Garr Reynolds, penulis buku Presentation Zen”.

  39. agus says:

    Kalo Steve Jobs atau Bill, ber-presentasi ria tanpa slide show, siapa yang menang ya?

  40. put says:

    saya menyukai tipekel presentasi steve job tapi untuk saat ini mungkin cara saya presentasi masih seperti bill gates :P

    susahnyoo untuk menjadi santai dan tidak koleris kalau di public area presentation

  41. Hendra says:

    suka ama gaya steve jobs.simple aja gak bikin puyeng yang akhirnya membawa audience ngantuk!

  42. Arya says:

    Saya pernah mencoba keduanya Pak, dan menurut saya hasilnya memang lebih memuaskan gaya Steve Jobs. Audience lebih fokus, apalagi kalo ketika saya menambahkan sedikit cerita atau pengalaman terkait dengan materi presentasi tersebut, mereka jadi lebih tertarik dan ingin tahu. Bahasa kasarnya, bikin penasaran Audience… he3x…

  43. deteksi says:

    saya sendiri suka yang model steve jobs, tapi kalo di kampus sering diprotes oleh dosen penguji karena katanya datanya tidak ditampilkan dengan lengkap. tidak cukup dengan penjelasan…

    dosen yang aneh! he he..

  44. Rei says:

    Tulisan yang menarik, saya baru tahu ada tipe2 seperti ini. Tapi kayanya saya lebih ke Steve Jobs, karena presentasi yang kadang saya bikin simple bgt, paling males yg ribet2 tapi kadang malah bikin orang bingung karena kurang detil.

  45. Jauhari says:

    Pakdhe itu menyaksikan Presentasi Steve Jobs live? wah sampean beruntung

  46. Dya says:

    dua duanya punya kelebihan…keren

  47. Ari Dwi says:

    Menurut Brain Coach Ir. Sutanto Windura, ada 3 tipe learning style pada manusia yaitu tipe auditorial, visual dan kinestetik.

    Presentasi Steve Job, cocok untuk orang tipe auditorial, mereka yang hadir disitu untuk mendengar bukan untuk banyak membaca.

    Presentasi Bill Gate, cocok untuk orang tipe visual dan sebenarnya tidak perlu dipresentasikan tetapi diberi brosur saja lalu dibaca.

  48. wahyu says:

    saya lebih suka dengan gaya steve jobs.

    lebih simple dalam menjelaskan dan bikin cepet masuk ke otak

Leave a Reply

Twitter

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

wisata bromo:

Dengan memeberikan ilmu kepda orang lain, artinya ilmu yang di dapatkan barokah. semoga terus...

Emha Hermana:

Alur tulisannya mas Nukman sgt imajinatif,seolah ikut berproses, salut! Tp yg jelas bu Susi ini jd...

fotodeka:

tuh mas, ulinyusron tuh… sama si wendi RS, yang pas masa kampanye nge-flame ditwitter ampun2an...

Fakhrurroji Hasan:

Pengilustrasian malaikat sangat menggugah dan sangat menginspirasi. Media sosial sebaiknya...

wira:

yang lebih berperan setelah lulus intinya Soft skill ya pak