Posted on March 4, 2008
Semenjak saya rutin menulis blog Internet Marketing, Strategy & Business di blog korporat Virtual Consulting, banyak yang bertanya bagaimana sih cara menulis yang baik. Saya sesungguhnya bukan penulis piawai. Kalau dibandingkan dengan tulisan renyah sesama blogger, Yodhia Antariksa, yang mengasuh blog Strategi+Manajemen, tulisan saya terasa hambar. Atau, bandingkan dengan Ucu Agustin, yang begitu puitis dan dalam. Atau bandingkan dengan Vandi yang masih SMP kelas 2 saat ini, tulisan saya biasa saja. Jadi agak malu juga berbagi di sini.
Tapi, daripada menjawab satu-satu dan personal, saya coba tuliskan di sini, siapa tahu lebih bermanfaat bagi yang lain. Syukur-syukur kedua orang yang saya sebutkan di atas mau berbagi di sini juga. Jika Arswendo pernah menulis buku “Mengarang itu Gampang” — dalam kaitannya dengan penulisan buku, cerpen, dan sejenisnya, maka saya ingin menulis “Menulis itu Gampang” dalam kaitannya dengan blog, bisnis dan sejenisnya.
Menulis itu sama pentingnya dengan berkomunikasi lewat ucapan. Bahkan dalam beberapa hal, komunikasi tulisan jauh lebih mengena ketimbang ucapan. Menulis konsep, proposal, minutes meeting, laporan, perjanjian kerja sama atau membuat presentasi dan segudang keharusan menulis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kerja kita sekarang ini. Tak jarang, kita bisa menilai kemampuan mitra kerja, anak buah, mitra bisnis, dari tulisan mereka. Pernah dalam sebuah meeting, saya minta semuanya membuat minutes meeting. Hasilnya seperti yang saya duga: yang pintar mampu membuat minutes meeting yang ringkas, tepat dan gampang dimengerti. Yang kurang pintar, sebaliknya.

Tak jarang saya menemukan orang pintar yang tidak lolos seleksi tahap awal lamaran kerja karena surat lamarannya biasa-biasa saja. Sering saya menemukan kasus proposal yang ditulis dengan baik dan menarik berhasil menyingkirkan proposal lain yang meski konsepnya sama namun ditulis kurang baik.
Menulis memang kelihatannya sepele. Tapi mengapa bagi kebanyakan orang, menulis merupakan hal yang sulit meski dalam bercakap-cakap mereka tidak mengalami hambatan? Mengapa kita sering menemukan kesalahpahaman terhadap tulisan orang daripada percakapan orang? Mengapa kita merasa lebih mudah mengungkapkan dengan kata-kata ketimbang dengan tulisan?
Apakah kemampuan menulis itu memang bakat, seperti halnya orang bakat bicara, pidato, negosiasi dan lain-lain?
Bagaimana kita bisa lancar menuliskan apa yang ada di otak kita?
Baca tulisan terkait di bawah ini:
Menulis Itu Gampang: Mulailah Sejak Dini
Menulis itu Mudah: Menulis itu Bukan Bakat Namun Kompetensi
Menulis itu Gampang:Memberi “Roh” pada Tulisan
Menulis Itu Gampang: Mulailah dengan Blog
Kalou Gitu sekarang lebih mudah melakukan riset di dunia maya, ketimbang pergi ke pasar, namun...
Memang dibutuhkan kejelian dalam melakukan analisa atas data yang tersedia. Pengalaman dalam melakukan bisnis...
riset memang bikin kita sedikit ribet, tapi hasilnya kita tak kebingungan dan langkah yang kita...
harus melototin data tiap hari nampaknya ni Pak Nukman.
Setuju dengan om nukman, riset membuat kita mampu mendapatkan celah pasar yang tepat dan mengail ikan-ikan...
Lebih Jauh tentang Social Recruiting Survei 2011
Survei 2011: LinkedIn, Rajai Social Media untuk Rekrutmen
Infografik: 2011, Social Recruitment Meningkat Drastis
March 4th, 2008 at 2:04 pm
Pertamaxxx…!!!
March 4th, 2008 at 6:21 pm
Ditunggu kelanjutannya lho pak
March 4th, 2008 at 7:52 pm
wah pak judul blognya ngerpek punyakku ya ? My point of view.
March 4th, 2008 at 9:27 pm
wah mirip ya
.
kata temen, dari nama,ini juga mirip dengan perspektif om Wimar. Bahkan kemarin saya tidak sengaja nonton acara di salah satu kanal Astro, ada acara SudutPandang.
March 5th, 2008 at 9:00 am
Saya rasa elemen kunci untuk menulis dengan baik adalah : reading….reading a lot.
Saya sangat suka dengan gaya tulisan Goenawan Mohamad, Nirwan Dewanto, dan Hasif Amini (pengasuh rubrik puisi di Kompas Minggu). Dua orang muda yang saya sebut belakangan merupakan cantrik-cantrik terbaik dari GM.
Ketiga penulis ini memiliki genre penulisan yang agak mirip satu sama lain : di tangan ketiga orang itu, bahasa Indonesia “berubah menjadi ajaib”. Ketiganya memiliki apa yang saya sebut sebagai : “craftmanship”, sebuah ketrampilan nan brilian untuk memahat kata dan mengukir kalimat menjadi sebuah “mozaik yang sempurna”.
March 5th, 2008 at 10:27 am
ini problem utama saya dalam nge-blog, susah banget untuk nulis. ok mas, ditunggu kelanjutannya.
March 8th, 2008 at 10:53 am
menulis memang susah-susah gampang, saya sekarang mencoba untuk meningkatkan jam terbang dalam penulisan. Salah satunya dengan tukar menukar artikelyg saya buat dengan penulis yang sudah handal. Biasanya tulisan saya diedit dan direvisi oleh beliau. Saat ini saya sedang menikmati hobby menulis.Saya tunggu kelanjutannya ….
March 9th, 2008 at 10:41 am
Saya setubuh dengan pak nukman eh maaf setuju, menulis itu gampang kalo hal itu sudah kita jadikan kebiasaan dan melatih otak kita untuk terus berpikir yg akan mengahsilkan imaginasi baru yg bisa kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Pi kalo seorang penulis di bilang piawai pasti mereka bilang, ah saya kan masih belajar….. karna dunia tulis gak ada batasannya. I wish you luck Mr.Nukman
March 9th, 2008 at 7:25 pm
[...] jauh-jauh membahas tips dan lain-lainya mengenai “Menulis Itu Gampang“, lakukan hal sederhana ini: mulailah menulis. Sementara waktu, lupakan bahwa kita tidak bisa [...]
March 12th, 2008 at 8:02 pm
Wah. Jadi inget Arswendo.
Setuju Pak Nukman. Menulis itu gampang. Yang susah itu mengarang. Sayangnya di sekolah-sekolah nama mata pelajarannya (saat itu) mengarang. Bukan menulis. Jadi ya….banyak deh ‘keajaiban’ bahasa terjadi bahkan di media-media untuk konsumsi massa
March 19th, 2008 at 8:09 am
Lhadalah…
Lha sayah kebalik, jee….
Bukan Menulis Itu Gampang, tapi Menggampangkeun Nulis….
Pantesan Blog sayah dibilang sesat. Parahnya lagee mereka berjamaah kepada sayah…
Jamaah sayah njulukin sayah Imam Madzab Bocor Alus™
April 4th, 2008 at 1:28 am
[...] http://www.sudutpandang.com/menulis-itu-gampang/menulis-itu-gampang/ [...]
May 24th, 2008 at 8:54 am
mmgkn awalnya hrs dipaksa ya pak untuk menulis itu, saya sampe blajar sama tikabanget wktu dia datang ke jkt.
August 7th, 2008 at 7:06 am
Suka juga nulis, tapi suka mentok n ngrasa norak gitu, padahal pengen bisa. coba trs ya???
October 18th, 2009 at 3:54 pm
nulis itu gampang, yang mau bacanya dan nerbitkannya nyang cucah, mas..hee..hee
March 30th, 2010 at 8:31 am
wahhhhhhhh jadi terinspirasi ni, slam kenal mba
May 6th, 2010 at 4:39 am
Ya, betul, betul, betul…
Menulis itu GAMPANG SEKALI…
Hampir sama gampangnya dengan mengisi comment di sini…hehehe^^
Salam JW17 …!!!