home
Menulis Itu Gampang

Menulis Itu Gampang: Rumus 5W + 1H

Posted on March 31, 2008

commentsComment: 66 Comments

Begitu banyak jenis tulisan kalau kita mau menggolong-golongkannya. Ada fiksi dan nonfiksi. Ada berita hardnews dan analisa. Ada pula biografi, esai, artikel, skrip radio dan teve, editorial, weblog, surat cinta dan segudang lainnya. Jangan lupa, ada yang berkaitan dengan bisnis, seperti surat penawaran, minutes meeting, dan ribuan jenis business letter.

Lupakan dulu kategorisasi yang memusingkan kepala. Karena sebagian besar jenis tulisan bisa dikatakan baik dan benar bila memenuhi rumus baku yang sama. Yakni 5W + 1H. Itulah rumus sakti yang menjadi pegangan saya ketika menjadi jurnalis di Bisnis Indonesia, majalah PROSPEK dan terakhir di majalah SWA (ya, profesi awal saya adalah jurnalis, kurang lebih lima tahun saya menjalaninya dengan penuh suka cita).

Menulis Itu Gampang:  Rumus 5W + 1H

Rumus macam apa itu? Sederhana sekali:

W1 = What
W2 = Who
W3 = When
W4 = Where
W5 = Why
H = How

WHAT adalah apa yang akan kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan. Hal apa yang ingin kita tuangkan dalam tulisan. What ini bisa apa saja. Bisa soal “Lumpur Lapindo yang tidak selesai-selesai”, “Situs porno diharamkan dan akan diblokir Pemerintah”, “Bagaimana bisa menjadi kaya, sukses sekaligus mulia?” atau topik yang sedang hot di dunia gosip: “Apakah anak kandung Mayangsari juga anak kandung Bambang Tri?”.

What yang kita tentukan ini akan menjadi dasar untuk 4W lainnya. Mari kita ambil topik mengenai Mayangsari saja. Mumpung masih hangat.

WHO adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di WHAT. Dalam studi kasus ini, who-nya minimal bisa tiga tokoh: Mayangsari, Bambang Trihatmodjo, dan sang anak yang baru berusia dua tahun: Khirani Siti Hartina Trihatmodjo. Yang pertama dan kedua sudah amat terkenal. Sosok mereka sudah tertulis di mana-mana.

Meski Who is Mayangsari sudah banyak yang tahu, masih banyak sisi lain yang menarik untuk dieksplorasi. Bahkan kebungkamannya mengenai tes DNA anaknya, menjadikan sosoknya makin layak tulis, sampai-sampai bagaimana ia merayakan ulang tahun anaknya secara diam-diam dan bagaimana ia menjenguk ibunya di rumah sakit dijadikan bahan pemberitaan. Suasananya hati Mayangsari digali dengan baik sehingga makin menegaskan sosoknya dalam menghadapi isu anak kandungnya.

Buat kita, yang tidak perlu jadi wartawan untuk bisa menulis sebaik mereka, Who harus menjadi bagian yang berkaitan dengan What. Kalau kita ketemu Who yang tidak dikenal target pembaca kita, maka kita harus mengupasnya dengan baik sehingga jelas keterkaitannya dengan What.

WHEN adalah waktu kejadian WHAT. Ini yang sering diabaikan oleh banyak penulis pemula. Kapan kejadiannya akan memberi tambahan informasi dan imajinasi pembacanya.

WHERE adalah tempat kejadian WHAT. Meski kelihatannya sepele, tempat kejadian ini punya makna. Ketika Jose Mourinho berkunjung ke Milan tiga hari lalu misalnya, segera merebak isu ia mau pindah ke Inter Milan. Coba kalau ia perginya ke Bali, kemungkinan besar tak akan ada isu itu.

WHY adalah mengapa terjadi WHAT. Ini yang paling menarik karena bisa dikupas dari berbagai sudut. “Permintaan tes DNA keluarga mantan presiden Soeharto terhadap anak Mayangsari” bisa dikupas dari sisi hukum, keluarga maupun pribadi. Bahkan kalau mau diseret jauh hingga ke dunia mistis, misalnya minta diteropong oleh ahli nujum.

HOW adalah bagaimana WHAT terjadi, bagaimana prosesnya, lika-likunya, dan sejenisnya.

Yang jelas, dengan 5W+1H, tulisan kita dari segi kelengkapan informasi – sekali lagi: kelengkapan informasi — tidak akan mengecewakan pembaca kita. Kalau ada yang kecewa itu biasanya karena disebabkan oleh kekurangtepatan kita mengungkap WHY dan HOW-nya di mata pembaca.

Jangan salah faham: rumus ini bukan hanya untuk nulis artikel, esai atau tulisan serius lain. Bahkan surat lamaran kerja, undangan meeting, surat cinta bahkan diskusi pendek-pendek di berbagai milis, rumus ini amat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan kekuranglengkapan informasi.

Cukupkah berbekal rumus baku di atas? Tidak. Bagi mereka yang ingin menulis dan mendapat respon pembacanya, ada satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dari rumus 5W+1H. Yakni “Daya Tarik Tulisan”. Nanti akan dibahas dalam tulisan berikutnya.

Tulisan terkait:

Menulis itu Mudah : 3 Blogger dengan 3 Gaya Menulis
Menulis Itu Gampang: Mulailah Sejak Dini
Menulis itu Mudah: Menulis itu Bukan Bakat Namun Kompetensi
Menulis itu Gampang: Memberi “Roh” pada Tulisan
Menulis Itu Gampang: Mulailah dengan Blog
Menulis Itu Gampang

Bookmark and Share

66 Responses to “Menulis Itu Gampang: Rumus 5W + 1H”

  1. heri says:

    oooo gitu to, jadi paham saya,hehe

  2. @ayarasya says:

    Izin share ya Mas

    biar banyak mau belajar nulis :)

  3. arie5758 says:

    sebuah metode menulis yang sederhana, cukup bisa diterima untuk kalangan pemula. nice idea :)

  4. pio says:

    wah bagussekali

  5. Makasih Gan, nice info, akan saya pergunakan untuk memperbaiki kualitas blog saya juga

  6. wirasutirta says:

    Aku sih pinginnya jadi sosok ideal yg apapun bisa. tapi apalah daya, menulis saja aku sulitnya minta ampun.. heheh

    semoga dgn sering banyak baca artikelnya om nukman jadi cepat bisa.. amin..

  7. Dhiar Syahputra says:

    Makasih gan, infonya berguna. ijin share di FB :))

  8. [...] Baca di blog nya Nukman Luthfie, katanya menulis itu gampang lho, baca aja di blog Nukman Luthfie. [...]

  9. ibnu dzakiem says:

    ijin share ya mas…???

  10. djoy says:

    Oke banget nih,,, aku share yah,,,,

  11. Rumah Ukir says:

    Terimah kasih,masih belajar untuk menulis hal apapun.

  12. Sangat bermanfaat sekali dan merupakan hal yang abadi dalam dunia tulis menulis, terima kasih atas penjelasannya walaupun postingan sudah dari tahun 2008.

  13. Meja Rias says:

    sukses selalu,,,,,thanks

  14. suwun mas atas artikelnya bisa jadi bahan pembelajaran dalam menulis sebuah artikel

  15. Perlu diperhatikan 5W + 1H di atas, terutama pengelola portal berita, spy tidak asal2an dalam mengemas bahasa utk berita setiap harinya – trims pak Nukman :)

  16. [...] dan bersumber jelas serta kredibel. Bukan mengada-ada apalagi merekayasa. Harus memenuhi prinsip 5W + 1H. Serta memenuhi kode etik jurnalistik. Pun harus sesuai kaidah pemberitaan yang sehat. Memenuhi [...]

Leave a Reply

Twitter

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Chakenphat:

Wahhh :-O Warren Buffett Boss Freeport McMoRan tuh :-D Salut pak , mga aja dia ngebaca komentar gw :-D...

erik:

jadi ingat film “enemy of the state”nya will smith…

Alif:

benar, sama dengan yang saya alami, seharusnya kita lebih bangga menggunakan bahasa indonesia. Jika Prancis...

Aplikasi Koperasi:

sungguh beruntung….

Anggara:

kalau di proteksi akunnya apa ya tetap ruang publik mas?