Pada Sebuah Resor di Garut

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin

Jum’at lalu, 29 Februari 2008, seusai menjadi dosen tamu Magister Management Executive di STMB (Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis) Bandung, jam 23:00 WIB, saya langsung ke Garut, Jawa Barat. Ditemani Imam S. Macmud, malam itu kami langsung menembus malam menuju kota yang terkenal dengan industri kulit dan pertaniannya. Kami sampai di Kampung Sumber Alam sekitar pukul 01:00 pagi buta. Untunglah, kami masih bisa mendapatkan satu bungalow. Maklum, biasanya akhir pekan hotel penuh. Karena lelah, kami langsung tidur, tanpa menikmati fasilitas hotel.

Begitu bangun pagi, hal pertama yang saya kerjakan adalah berendam air panas alami yang memang menjadi andalan resor di Cipanas, Garut, ini. Seandainya tidak ada janji breakfast meeting dengan para pelaku bisnis syariah di Garut, saya ingin berlama-lama berendam. Namun, hanya sekitar 30-an menit saya berendam sambil menikmati kucuran air panas yang mengalir deras di sela-sela punggung, melonggarkan urat-urat punggung yang beku karena dinginnya malam. Setelah itu bergegas menuju ruang pertemuan.

Begitu keluar kamar, saya baru sadar, berapa indahnya hotel beserta pemandangan di sekitarnya. Seluruh kamar dan resor dibangun dengan kayu, termasuk kayu kelapa, dengan atap ijuk. Kolam air panas dari sumber alami dan air tawar mendominasi tata ruang. Bungalow-bungalow seperti dibangun di atas kubangan air panas, atau air tawar dengan ikan berkeliaran di sekitarnya. Sementara itu, tak jauh dari hotel, terlihat gunung Guntur, yang jika dipotret bisa menjadi latar belakang hotel yang indah.

sagarut

Saya jadi teringat pengalaman saya sekitar 10 tahun lalu ketika menginap bersama keluarga di Sampireun, resor yang dibangun di atas danau, tak jauh dari Sumber Alam. Ketika itu, saya sempat keliling Garut dan mendapat informasi ada pemandian air panas tak jauh dari Sampireun. Segeralah saya menuju ke lokasi yang ditunjuk, yakni Cipanas. Namun saya dan keluarga urung ke sana karena kesan yang kurang nyaman dan cenderung mesum.

Kesan itu kini sama sekali tak berbekas. Kampung Sumber Alam benar-benar tempat liburan keluarga yang bersih dari ciri-ciri mesum. Tempat parkir, misalnya, berada di halaman hotel, sehingga terlihat oleh semua pengunjung. Kecuali kolam renang air panas, dan spa, hotel ini juga dilengkapi dengan tempat bermain anak-anak serta outbound. Bahkan, kini disediakan ruang meeting untuk perusahaan. Sumber Alam mengadopsi konsep MICE.

Tidak mudah mengubah citra itu. “Saya harus melakukan perombakan luar biasa dari dalam agar citra kami berubah seperti ini,” kata pak Ukun, panggilan akrab Rahmat Syukur Maskawan, pemilik sekaligus Direktur Pengelola Kampung Sumber Alam.

Upaya mengubah citra sudah berhasil. Kini apa lagi terosan pak Ukun?

11 Comments

  1. Terimakasih atas informasinya pak. Saya catat dalam agenda saya untuk mampir ke sana. Hmm, terbayang hangatnya mandi air panas dari sumber alami.

  2. andri nurwanto

    Wah indah bgt ya temptnya, saya ada rencana seh.. bulan madu disana.. thx Pa smg saya dpt merasakan sensasi yg Bp rasakan.. success ya..

  3. humam

    pak kalau sekarang bayarnya berapa pak, kami dari sekolah rencana mau ngadain kegiatan raker akhir tahun untuk guru-guru sambil refreshing, tolong infonya

    humam, sd islam alhikmah kebumen jateng

  4. sita

    wah rupanya yg nulis mas Nukman… sy br dikasih tahu kakak saya tentang tempat ini dan pingin kesana akhir january nanti. jadi highly recommended ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *